Kumpulan tulisan tentang Indonesia

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tahun lalu saya mendapat kesempatan untuk mengisi blog sebuah sekolah bahasa asing di Tokyo dengan tulisan-tulisan tentang Indonesia. Kepada rekan-rekan yang tertarik dengan tulisan saya bisa dilihat di tautan berikut. Semoga bermanfaat.

【パーソナル情報】
1週目:10月19日 自己紹介

2週目:10月26日 私の国≪インドネシア≫はこんな国です!

3週目:11月2日 インドネシア語ってどんな言語

4週目:11月9日 私はこうして日本語を身につけました

【インドネシアに関する情報】
5週目:11月16日 インドネシア交通事情

6週目:11月23日 インドネシア食事事情

7週目:11月30日 インドネシア教育事情

8週目:12月7日 インドネシア人の国民性

9週目:12月14日 インドネシア宗教事情

10週目:12月21日 インドネシア経済事情

11週目:1月12日 インドネシアの政治事情

12週目:1月18日 インドネシアのスポーツ事情

【学習方法に関する情報】
13週目:1月25日 スピーキング学習のコツ①

14週目:2月1日 スピーキング学習のコツ②

15週目:2月8日 リーディング学習のコツ①

16週目:2月15日 リーディング学習のコツ②

17週目:2月22日 ライティング学習のコツ①

18週目:2月29日 ライティング学習のコツ②

19週目:3月7日 自宅学習のコツ
http://www.fij.tokyo/blog/?p=1699
20週目:3月14日 インドネシアの言葉遊び
http://www.fij.tokyo/blog/?p=1714
【テキストに関する情報】
21週目:3月21日 おすすめのテキスト≪主にレッスンで使っているもの≫
http://www.fij.tokyo/blog/?p=1730
22週目:3月28日 おすすめのテキスト≪短期集中の方へ≫
http://www.fij.tokyo/blog/?p=1740
23週目:4月4日 おすすめのテキスト≪辞書・語彙力アップに≫
http://www.fij.tokyo/blog/?p=1761
24週目:4月11日 おすすめのテキスト≪独学者むけ≫
http://www.fij.tokyo/blog/?p=1773

 

Advertisements

Donor Darah (献血)

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Aku pertama kali mengenal tentang donor darah, saat aku masih belum masuk Sekolah Dasar. Suatu hari, alm. Bapak yang selalu rutin donor darah, mengajakku ke PMI. Kami berdua naik bus dari Depok ke Jakarta. Karena saat itu aku masih kecil, aku hanya bisa menyaksikan saja ketika Bapak donor darah. Setelah selesai donor, Bapak diberikan satu mangkuk mie rebus, satu gelas susu, dan satu buah telur rebus. Walaupun aku hanya melihat, dan tak ikut donor darah, tapi ternyata aku mendapatkan juga mie rebus, susu, dan telur rebus. Bapak pun pernah menunjukkan sertifikat penghargaan yang diberikan oleh PMI saat Bapak telah melakukan donor darah sebanyak 50 kali. Sejak saat itu, aku berniat kalau aku sudah besar nanti, aku juga mau mengikuti jejak Bapak untuk donor darah secara rutin.

Aku pertama kali donor darah saat masih duduk di bangku SMA, saat itu ada acara di sekolah dan PMI datang membuka pos untuk donor darah. Singkat cerita, sejak datang ke Jepang pun aku mulai mencari bagaimana cara berdonor darah. Di Jepang, cukup banyak pemeriksaan sebelum kita akhirnya dinyatakan boleh untuk mendonorkan darah. Untuk saya, ketika pertama kali donor darah di Jepang, sebelum mengisi formulir pendaftaran, saya ditanya berasal dari mana di Indonesianya, lalu sudah berapa lama di Jepang. Setelah OK, baru kemudian saya mengisi formulir donor darah. Setelah itu, saya diarahkan ke sebuah terminal touch panel, dan disuruh untuk menjawab pertanyaan yang ada di sana. Pertanyaan seputar tentang, bagaimana keadaan badan saat itu, apakah minum obat dalam beberapa hari terakhir, penyakit yang pernah di derita, pernah bepergian atau tinggal di luar negeri atau tidak, dan lain-lain. Setelah selesai menjawab, maka hasil jawabannya akan dicetak, dan kita disuruh tanda tangan. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter. Pada pemeriksaan dokter ini, diperiksa tekanan darah, terus ditanya lebih lanjut dari hasil jawaban yang dicetak sebelumnya. Kalau oke, kita akan diarahkan ke tempat pengambilan sampel darah. Di sana, kita akan disuruh memperlihatkan kedua lengan kita, akan dilihat urat nadi lengan sebelah mana yang lebih mudah untuk donor darah. Misal, setelah ditentukan sebelah kanan, maka dari lengan sebelah kiri kita akan diambil sampel darah. Dari hasil sampel darah itu, apakah kita bisa untuk donor 400 ml, atau hanya boleh 200ml, atau ternyata tidak mencukupi. Kalau ternyata sudah oke, biasanya kita disuruh minum dulu, sambil menunggu panggilan untuk langsung ke tempat pengambilan darah.

Beberapa minggu setelah kita donor darah, maka kita akan dikirimkan kartu pos yang berisi hasil pemeriksaan darah, seperti jumlah kandungan sel darah merah, sel darah putih, kolesterol, ALB, dll. Terus diberitahukan juga jumlah kandungan standar yang harusnya ada di dalam darah orang yang normal. Jadi kita bisa membandingkan hasil tes darah kita dengan jumlah kandungan standar itu. Saat ini, kita juga bisa mengecek hasil tes darah itu melalui internet. Berbeda dengan Indonesia, di Jepang tak disediakan mie rebus, dan telur rebus. Yang disediakan minum, dan snack saja.

Setiap saya donor darah, saya selalu ingat dengan alm.Bapak. Walaupun Bapak telah tiada, setiap saya donor darah maka saya selalu terkenang wajah Bapak.  Terima kasih telah mengenalkan saya dengan donor darah. Mudah-mudahan saya bisa meneruskan donor darah, dan bisa mengikuti jejak Bapak yang telah donor darah lebih dari 50 kali.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Ya Allah tolonglah mereka… Ya Allah selamatkanlah mereka

Assalammu’alaikum wr wb

Ketika datang ke Jepang, bertemu dengan sesama muslim adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Walaupun berbeda negara, berbeda bahasa, saling bertukar salam, bersalaman, dan berpelukan. Kami semua memang bersaudara, persaudaraan yang diikat oleh keimanan di dalam hati kami.

Persaudaraan itu terlebih lagi aku rasakan ketika aku berkesempatan untuk tinggal di kota kecil, Kiryu, Propinsi Gunma selama dua tahun. Selain muslim dari Indonesia, ada juga muslim dari Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Mesir, dan beberapa negara lain.

Ketika mendengar krisis yang melanda Mesir saat ini, langsung aku teringat dengan kedua saudara Mesir yang dulu saya jumpai di Gunma. Masih sangat tajam dalam ingatanku, betapa baiknya mereka berdua. Mereka selalu menjadi motor komunitas muslim kami. Mereka selalu mengajak kami sholat berjamaah, saling mengunjungi, saling membantu satu sama lain. Dua kali Ramadhan yang kulewatkan di Gunma, tak akan pernah aku lupakan. Kami semua selalu sholat berjamaah lima waktu, membaca Al-Quran bersama, itikaf bersama. Kami melewati waktu-waktu terbaik bersama-sama dalam indahnya ukhuwah.

Kedua saudaraku kini telah kembali ke Mesir. Aku sangat rindu dengan mereka.

Ya Allah lindungilah seluruh saudara saudara muslim ku di seluruh dunia, termasuk saudara-saudaraku di Mesir. Ya Allah selamatkanlah mereka.

Marilah kita doakan selalu saudara-saudara kita di penjuru dunia dalam doa-doa kita. Marilah kita bantu mereka dengan kemampuan kita, karena kita semua ibarat satu tubuh.

Wassalammu’alaikum wr wb

Komorebi 3

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah mendapatkan kesempatan menulis di Majalah Komorebi Kammi Jepang, silakan rekan-rekan lihat di sini.

http://issuu.com/kammi-jepang/docs/komorebi3

Coretan Jumat Petang

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beberapa tahun lalu, ketika saya masih part time di sebuah restoran di Jepang, ada sebuah percakapan dengan teman yang sampai sekarang masih saya ingat. Saat itu saya bekerja di restoran untuk mencuci piring, dan membersihkan dapur. Sambil bekerja biasanya saya memperhatikan bagaimana koki-koki di dapur dengan lincah dan cekatannya memasak. Salah satu yang membuat saya tertarik, ada salah seorang koki muda, yang umurnya masih 26 tahun saat itu, terbiasa memindah-mindahkan panci-panci panas dengan tangan kosong. Dalam suatu kesempatan, saya memberanikan diri untuk bertanya kepada koki muda itu, Apakah tidak terasa panas ketika memindahkan panci, penggorengan yang baru saja digunakan di atas kompor. Lalu dengan tenang dia menjawab, “gaman surundayo”, ditahan aja rasa panasnya, nanti juga hilang.

Kata-kata koki muda itu, sangatlah simple, tapi mengajak saya berpikir. Mungkin kalau saya yang berada dalam posisi dia, pasti saya sudah menjatuhkan panci dan penggorengan panas itu, karena tidak kuat dengan rasa panasnya. Tapi, bagaimana dengan rasa panas yang sama, dia seperti tidak merasa apa-apa memindahkan barang-barang tersebut.

Dalam kesempatan lain, saya juga pernah mendengar cerita dari seorang pengusaha muda Jepang. Setelah lulus Ph.D, pemuda tersebut terjun ke dunia bisnis, dan dia menceritakan bagaimana jatuh bangunnya dia. Salah satu yang terparah adalah, dia gagal dalam usahanya, menanggung utang beberapa juta yen, dan sudah habis uangnya, hanya bersisa beberapa koin yen saja. Tapi kemudian dia menambahkan, kegagalan yang dia rasakan itulah yang membuatnya kini bisa berhasil. Hingga saat ini, dia sudah mendirikan sekitar 15 venture company, yang terus berkembang.

Hidup memang tak akan pernah semulus dari apa yang kita rencanakan. Hidup dan cobaan adalah satu set yang harus kita terima. Cobaaan bukan hanya yang menyakitkan dan bencana saja. Tapi kenikmatan dan kelebihan juga merupakan cobaan dalam hidup ini. Ketika kita dicoba dengan kesulitan, sejauh mana kita bisa tahan dan bersabar dari cobaan tersebut. Ketika kita dicoba dengan kenikmatan, sejauh mana kita bisa bersyukur dan tidak sombong, serta menebar manfaat dari kenikmatan tersebut. Keadaan yang sama akan berbeda, dari bagaimana kita menghadapinya. Seperti cerita pertama, panci yang panas itu jadi biasa, ketika dia bertahan. Lalu seperti cerita kedua, ketika kegagalan menjadi pelajaran untuk maju menuju kesuksesan.

Terakhir, saya ingin mengutip sebuah percakapan antara wartawan dan Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic. Dalam suatu kesempatan, wartawan bertanya kepada Konosuke Matsushita, “Apa yang membuat anda bisa menjadi sukses seperti sekarang ini ?”, kemudian Konosuke Matsushita menjawab, “Kalau memang keadaan sekarang bisa disebut sebuah kesuksesan, secara jujur saya juga tidak tahu jawabannya. Saya cuma bisa jawab inilah takdir saya, tapi bisa penyebabnya adalah karena saya tidak berpendidikan tinggi, dan karena badan saya lemah.”. Kemudian wartawan menjawab, “Anda jangan bercanda”. Dan Konosuke Matshushita kembali menjawab, “Tidak, saya sama sekali tidak sedang bercanda, saya memang tidak berpendidikan tinggi, karena itu dalam melakukan pekerjaan, saya bekerjasama dengan mereka yang berpendidikan, dan saya sangat menghormati orang-orang tersebut. Saya menganggap orang-orang di perusahan saya semuanya lebih tinggi dari saya, karena mereka orang-orang yang berpendidikan. Dalam berdiskusi dengan mereka pun saya selalu mendengarkan pendapat mereka. Lalu, badan saya memang lemah dari sejak saya kecil. Oleh karenanya dalam pekerjaan pun, saya selalu membutuhkan tenaga orang lain, dan ketika memberikan pekerjaan kepada orang lain, saya selalu mempercayakan pekerjaan itu kepadanya, sehingga orang tersebut bisa bebas mengembangkan kemampuannya. Oleh karena itu saya tidak sama sekali bermaksud bercanda dalam menjawab pertanyaan anda.”

Apapun yang kita miliki, baik kelebihan dan kekurangan, adalah cobaan, semua itu tergantung bagaimana pola pikir kita dalam menghadapinya.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bulan April

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah cukup lama juga tidak menulis di blog. Mudah-mudahan mulai sekarang bisa lebih pintar membagi waktu, termasuk juga menyediakan waktu untuk menulis di blog ini. Sesuai judul bulan April, menjadi salah satu bulan istimewa, karena beberapa alasan.

Yang pertama adalah, saya untuk pertama kalinya naik pesawat pada tanggal 1 April 2007, lalu untuk pertama kalinya ke luar negeri, dan menginjakkan kaki saya di Jepang pada tanggal 2 April 2007. Setiap bulan April datang, menjadi momen tersendiri untuk meningatkan kedatangan saya ke Jepang. Khususnya tahun ini, karena mirip sekali dengan saat saya datang ke Jepang, hujan turun seharian, suhu udara yang agak dingin, mengingatkan saya dengan keadaan 6 tahun yang lalu.

Momen ini selalu saya jadikan kesempatan untuk mengingat kembali, semangat, dan motivasi saya ketika saya datang ke Jepang 6 tahun yang lalu. Karena sangatlah tidak gampang memutuskan untuk memilih melanjutkan sekolah di Jepang, meninggalkan keluarga, meninggalkan bangku kuliah di Indonesia yang telah saya tempuh untuk 1,5 tahun, melepas dua beasiswa yang telah saya peroleh, melepas berbagai kondisi nyaman yang ada. Apalagi saya ke Jepang, tanpa bisa sedikitpun bahasa Jepang, dan hanya mendapatkan jaminan beasiswa selama menempuh setahun kelas bahasa Jepang, dan dua tahun program diploma.

Dengan berbagai rutinitas dan aktivitas, serta lika liku kehidupan di Jepang, terkadang membawa saya untuk melupakan semangat-semangat dan motivasi itu. Oleh karenanya momen ini, selalu saya jadikan sebagai proses untuk mengembalikan lagi gerbong kereta yang sedang saya kendarai kepada rel dimana dia seharusnya berjalan.

Selain itu, bulan April adalah bulan dimana saya dilahirkan, setiap bulan April datang bertambahlah usia saya, dan berkuranglah jatah umur saya di bumi ini. Bulan April, menjadi bulan checkpoint bagi saya, untuk me-muhasabah diri, tahun ini saya, genap 26 tahun berlalu setelah saya dilahirkan. Apa yang telah saya lewati selama 26 tahun ini, tak bisa kembali, dan tak bisa diubah. Saya hanya bisa belajar, dan memperbaiki apa-apa yang kurang, serta mempertahankan apa-apa yang telah baik, serta memikirkan kembali tentang impian saya.

Yang terakhir, bulan April merupakan bulan dari awal tahun ajaran di Jepang, akan banyak teman-teman baru, dan akan banyak juga petualangan, dan tantangan-tantangan baru yang akan menunggu. Teman-teman yang lulus bulan Maret lalu, ada yang pulang ke Indonesia, ada juga yang memilih bekerja di Jepang. Setiap orang bertemu dengan lingkungan barunya.

Semoga kita semua bisa menyesuaikan diri di lingkungan baru kita, dan semoga bisa menjadi insan yang lebih baik, dan lebih bermanfaat buat sekitarnya.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

今月のひと

ImageAssalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Bulan September lalu saya mendapatkan tawaran wawancara dari International Foreign Student Association (IFSA). Hasil wawancara nanti akan dimasukkan ke salah satu rubrik di koran bulanan yang IFSA terbitkan, namanya Kogaku Shinbun. Profil saya akan mengisi rubrik 今月のひと (orang bulan ini), yang berisikan wawancara dengan mahasiswa asing.

Alhamdulillah wawancara saya diterbitkan pada edisi bulan Oktober ini, silakan bisa dilihat versi pdf nya di sini.