Coretan Jumat Petang


Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beberapa tahun lalu, ketika saya masih part time di sebuah restoran di Jepang, ada sebuah percakapan dengan teman yang sampai sekarang masih saya ingat. Saat itu saya bekerja di restoran untuk mencuci piring, dan membersihkan dapur. Sambil bekerja biasanya saya memperhatikan bagaimana koki-koki di dapur dengan lincah dan cekatannya memasak. Salah satu yang membuat saya tertarik, ada salah seorang koki muda, yang umurnya masih 26 tahun saat itu, terbiasa memindah-mindahkan panci-panci panas dengan tangan kosong. Dalam suatu kesempatan, saya memberanikan diri untuk bertanya kepada koki muda itu, Apakah tidak terasa panas ketika memindahkan panci, penggorengan yang baru saja digunakan di atas kompor. Lalu dengan tenang dia menjawab, “gaman surundayo”, ditahan aja rasa panasnya, nanti juga hilang.

Kata-kata koki muda itu, sangatlah simple, tapi mengajak saya berpikir. Mungkin kalau saya yang berada dalam posisi dia, pasti saya sudah menjatuhkan panci dan penggorengan panas itu, karena tidak kuat dengan rasa panasnya. Tapi, bagaimana dengan rasa panas yang sama, dia seperti tidak merasa apa-apa memindahkan barang-barang tersebut.

Dalam kesempatan lain, saya juga pernah mendengar cerita dari seorang pengusaha muda Jepang. Setelah lulus Ph.D, pemuda tersebut terjun ke dunia bisnis, dan dia menceritakan bagaimana jatuh bangunnya dia. Salah satu yang terparah adalah, dia gagal dalam usahanya, menanggung utang beberapa juta yen, dan sudah habis uangnya, hanya bersisa beberapa koin yen saja. Tapi kemudian dia menambahkan, kegagalan yang dia rasakan itulah yang membuatnya kini bisa berhasil. Hingga saat ini, dia sudah mendirikan sekitar 15 venture company, yang terus berkembang.

Hidup memang tak akan pernah semulus dari apa yang kita rencanakan. Hidup dan cobaan adalah satu set yang harus kita terima. Cobaaan bukan hanya yang menyakitkan dan bencana saja. Tapi kenikmatan dan kelebihan juga merupakan cobaan dalam hidup ini. Ketika kita dicoba dengan kesulitan, sejauh mana kita bisa tahan dan bersabar dari cobaan tersebut. Ketika kita dicoba dengan kenikmatan, sejauh mana kita bisa bersyukur dan tidak sombong, serta menebar manfaat dari kenikmatan tersebut. Keadaan yang sama akan berbeda, dari bagaimana kita menghadapinya. Seperti cerita pertama, panci yang panas itu jadi biasa, ketika dia bertahan. Lalu seperti cerita kedua, ketika kegagalan menjadi pelajaran untuk maju menuju kesuksesan.

Terakhir, saya ingin mengutip sebuah percakapan antara wartawan dan Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic. Dalam suatu kesempatan, wartawan bertanya kepada Konosuke Matsushita, “Apa yang membuat anda bisa menjadi sukses seperti sekarang ini ?”, kemudian Konosuke Matsushita menjawab, “Kalau memang keadaan sekarang bisa disebut sebuah kesuksesan, secara jujur saya juga tidak tahu jawabannya. Saya cuma bisa jawab inilah takdir saya, tapi bisa penyebabnya adalah karena saya tidak berpendidikan tinggi, dan karena badan saya lemah.”. Kemudian wartawan menjawab, “Anda jangan bercanda”. Dan Konosuke Matshushita kembali menjawab, “Tidak, saya sama sekali tidak sedang bercanda, saya memang tidak berpendidikan tinggi, karena itu dalam melakukan pekerjaan, saya bekerjasama dengan mereka yang berpendidikan, dan saya sangat menghormati orang-orang tersebut. Saya menganggap orang-orang di perusahan saya semuanya lebih tinggi dari saya, karena mereka orang-orang yang berpendidikan. Dalam berdiskusi dengan mereka pun saya selalu mendengarkan pendapat mereka. Lalu, badan saya memang lemah dari sejak saya kecil. Oleh karenanya dalam pekerjaan pun, saya selalu membutuhkan tenaga orang lain, dan ketika memberikan pekerjaan kepada orang lain, saya selalu mempercayakan pekerjaan itu kepadanya, sehingga orang tersebut bisa bebas mengembangkan kemampuannya. Oleh karena itu saya tidak sama sekali bermaksud bercanda dalam menjawab pertanyaan anda.”

Apapun yang kita miliki, baik kelebihan dan kekurangan, adalah cobaan, semua itu tergantung bagaimana pola pikir kita dalam menghadapinya.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s