Daily Archives: September 12, 2012

Sebuah Catatan Lama

Hidup adalah belajar.
Belajar adalah perubahan.
Mustahil, manusia yang hidup tidak belajar,
karena setiap hari semua inderanya akan berhubungan dengan sesuatu,
karena itu pasti otaknya akan mencatat dan membuat hubungan itu.
Hanya ada 2 belajar dalam dunia ini,
belajar pada kebaikan,
atau belajar pada keburukan,
belajar pada kebaikan akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,
belajar pada keburukan akan membwa perubahan ke arah yang lebih buruk.
Pastikan diri kita belajar pada kebaikan, sehingga suatu hari nanti, grafik kehidupan kita menjadi asimtot dari garis kesempurnaan.

4 Januari 2007
(dari salah satu kamar di asrama PPSDMS Reg.1)

Advertisements

電車

私たちは”時間”っていう電車に乗っています。
この電車はずっと走っています。
わずか1秒でも止まったことがないです。
でもいつか止まるようになります。
その時はもう動かなくなります。
もう終わりです。
この電車の運転手は私たちです。
私たちそれぞれ自分の電車に乗って運転しています。
この電車はどこに行くのか私たち運転手として決めます。
この電車はとっても素晴らしいです。
どこに動かしても線路が自動的に作ります。
私たちはこの電車に乗ってどこにも行けますが、
一つ場所で回ってることもできます。
全て私たちが決めます。
だから周りを見ると、遠くまで行く人もいればどこにも行かない人もいます。
私たちはどんな運転手なのか?
自分の電車はどこまで行けるのか?
自分で決めるべきです。
ただ、いつまでこの電車が動けるのか私たちは全然わかりません。
だから今動いているうちに私たちの行きたい場所まで走りましょう。

Pencarian Beasiswa

Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Setelah kurang lebih enam bulan tidak posting, saya mau mulai nulis lagi. Tulisan kali ini tentang pengalaman saya tahun lalu mencari beasiswa untuk melanjutkan kuliah program master di Jepang. Alhamdulillah saya sudah dinyatakan lulus di The University of Tokyo pada awal September tahun lalu, jadi saya punya waktu kurang lebih enam bulan untuk fokus mencari beasiswa.

Untuk teman-teman yang akan pindah kampus ketika melanjutkan program master nanti, saran saya sesegera mungkin berhubungan dengan pihak yang mengurusi mahasiswa asing di universitas tersebut, untuk teman-teman yang tidak pindah, sering-seringlah mengunjungi penanggung jawab beasiswa untuk mahasiswa asing, supaya bisa segera mendapatkan informasi jika ada pendaftaran beasiswa. Tahun lalu saya cukup telat menghubungi bagian mahasiswa asing di The University of Tokyo, akibatnya ada beberapa beasiswa yang tidak sempat mendaftar.

Untuk pencarian beasiswa, yang paling penting adalah mendapatkan informasi sebanyak mungkin, dan mendaftar sebanyak mungkin. Karena kita tidak tahu dimana rezeki kita, oleh karenanya kita usaha dulu untuk mendaftar di mana saja yang kita mungkin untuk mendaftar. Persyaratan pendaftaran di tiap-tiap pemberi beasiswa berbeda-beda, pada umumnya mereka meminta CV , transkrip nilai, rencana penelitian. Ada beberapa foundation juga yang meminta kita untuk membuat essai tentang Jepang, sertifikat JLPT, serta meminta kita menyertakan penghargaan-penghargaan yang pernah kita raih jika ada.

Untuk rencana penelitian, saya menulis sama persis dengan rencana penelitian yang saya kirim ketika ujian masuk program master di The University of Tokyo. Saya meminta prof saya saat itu untuk mengecek jikalau ada bahasa Jepang yang kurang baik, ataupun ada bagian yang secara keilmuan kurang tepat. Untuk berkas-berkas lain yang bertuliskan bahasa Jepang, saya usahakan untuk meminta guru bahasa Jepang saya mengeceknya terlebih dahulu sebelum dikirim.  Semua aplikasi beasiswa saya tulis dalam bahasa Jepang, pertama-tama dengan pensil, kemudian setelah itu baru ditebalkan dengan pulpen.

Untuk rekan-rekan yang dulu pernah sekolah di college atau sekolah bahasa Jepang yang berbeda kota dengan tempat sekarang belajar, sesegera mungkin untuk meminta transkrip nilai(成績証明書) dengan jumlah yang banyak, karena sewaktu-waktu kita membutuhkannya untuk mengirim aplikasi pendaftaran beasiswa.

Beberapa tips yang saya dapatkan dari senior adalah, untuk menuliskan sesuatu yang berbeda dari orang kebanyakan, lalu saya berusaha menuliskan secara jujur apa yang ada di dalam kepala saya, serta impian-impian dan rencana hidup saya.

Saya mendaftar kurang lebih 5 beasiswa diantaranya, Tokyu, Honjo, Ito, Nitori, dan Iwatani. Dari 5 foundation tersebut, saya berhasil lolos seleksi berkas di dua tempat, yaitu Tokyu dan Nitori. Kedua foundation tersebut mengadakan wawancara sebanyak dua kali.

Kalau Tokyu, wawancara pertamanya dilakukan perorangan, pewawancaranya dua orang, pertanyaannya seputar tentang penelitian kita, di sini dibutuhkan kemampuan untuk menjelaskan penelitian kita supaya bisa dimengerti oleh kedua pewawancara. Kemudian ditanyakan juga seputar rencana kita, setelah lulus master mau kerja atau lanjut ke program doktoral, dan ditanyakan juga apa saja aktivitas kita diluar sekolah. Di sini saya bersyukur karena selama ini aktif di berbagai kegiatan, sehingga bisa menceritakan banyak hal.  Untuk wawancara yang kedua kalinya, dilakukan secara group, pewawancaranya ada 4 orang, ditanyakan mengenai penelitian, dan tentang negara kita sendiri. Pertanyaannya cukup sedikit karena secara group, terkadang pertanyaan untuk salah satu orang lebih banyak daripada yang lainnya.

Sedangkan untuk Nitori, wawancara pertama dilakukan secara group, dan wawancara kedua dilakukan secara perorangan. Untuk wawancara pertama ditanyakan perihal masalah keuangan kita sekarang, apakah biaya sendiri, atau mendapatkan beasiswa, kemudian ditanyakan juga tentang rencana kita setelah lulus master, dan apakah ingin bekerja di Jepang atau tidak. Sedangkan untuk wawancara yang kedua, ditanyakan perihal penelitian, serta rencana hidup setelah lulus, dan juga ditanyakan tentang perusahaan nitori itu sendiri.

Alhamdulillah saya diterima oleh kedua foundation tersebut, dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih Tokyu, selain karena jumlah beasiswanya, tapi saya juga sangat tertarik dengan kegiatan-kegiatannya.

Untuk teman-teman yang sedang mencari beasiswa mudah-mudahan sukses.

Wassalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh