やればできるもんです


Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Pekan lalu ada dua berita yang membuat saya benar-benar termotivasi lagi untuk berusaha lebih keras dalam menggapai cita-cita dan impian. Dua berita dari dua orang yang relatif tidak terlalu jauh umurnya dari saya. Berita pertama adalah dari dunia Sumo, setelah Asashouryuu, pesumo asal Mongolia, yang telah menyandang gelar Yokozuna, menyatakan berhenti pada awal tahun 2010 yang lalu, alhasil sudah dua tahun ini Yokozuna hanya seorang saja, yaitu Hakuhou, pesumo yang berasal dari Mongolia juga. Selama dua tahun terakhir ini, kemengangan didominasi oleh Hakuhou, dan beberapa kali oleh Haruma Fuji, membuat pertandingan-pertandingan sumo tidak terlalu seru, karena sedikit sekali pesumo kuat yang bisa menandingi Yokozuna Hakuhou.

Setelah berhentinya Oozeki(satu gelar dibawah Yokozuna) Kaiou, maka secara otomatis dua gelar teratas di dunia Sumo, diisi oleh pesumo-pesumo yang berasal dari luar negeri. Namun pesumo Jepang sepertinya tak mau kalah, sehingga dalam 6 bulan terakhir, 2 orang pesumo Jepang berhasil naik ke gelar Oozeki, yaitu Kotoshougiku dan Kisenosato.

Yang cukup mengejutkan adalah, di pertandingan sumo bulan Januari yang berlangsung dari tanggal 8 hingga tanggal 22 Januari lalu, pesumo asal Estonia, Baruto, menunjukkan kemampuannya, dia berhasil memenangkan pertandingan dengan rekor 14 kali menang dan 1 kali kalah. Baruto yang telah menjadi Oozeki sejak bulan Mei tahun 2010, berhasil mengumpulkan kemenangan terbanyak selama 15 hari, walaupun di hari terakhir harus ditaklukan oleh Yokozuna Hakuhou.

Dalam wawancara setelah mendapatkan trophy kemenangan, dia berkata やればできるもんです, kalau dilakukan pasti bisa.
Sebuah kata-kata sederhana yang memotivasi saya untuk bisa berusaha lebih keras lagi untuk menggapai impian dan cita-cita.

Berita kedua berasal dari dunia Tenis Meja Jepang. Seorang atlet wanita yang telah memulai tenis meja sejak usia 3 tahun. Dan sejak usia 3 tahun itu, setiap ditanya apa impiannya, selalu menjawab Olympic(olimpiade). Atlet itu bernama Fukuhara Ai, yang sering disebut dengan panggilan Ai chan. Sejak 3 tahun, dia memulai tenis meja, di usia muda 14 tahun berhasil menjadi salah satu wakil Jepang untuk kejuaraan dunia tenis meja.

Sejak kecil Ai chan ini menjadi salah satu perhatian media massa, dan selalu diberitakan sebagai 天才少女(Anak perempuan jenius), Ai chan kecil pernah bertanya kepada ibunya, “Ibu apa itu tensai?”, si ibu dengan bijak menjawab, ” Tenang saja, kamu itu tidak tensai, tapi semua ini kamu capai karena latihan keras”.

Tapi ternyata semua tidak bisa dicapai dengan mudah oleh Ai chan, Kejuaraan Nasional Tenis Meja Jepang, yang telah dia ikuti sejak usia 10 tahun, dia baru berhasil menjadi juaranya di tahun ini, dimana dia untuk ke-13 kali nya ikut di kejuaraan ini. Sebelumnya dia selalu bolak balik diantara 8 besar, dan 16 besar.

Berapa kali pun dia sempat putus asa, namun sekian kali pula dia terus bangkit, mengalahkan dirinya sendiri hingga akhirnya tahun ini dia berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional Tenis Meja Jepang.

Baruto baru berumur 27 tahun, dan Ai chan baru berumur 23 tahun. Di usia yang tidak terlalu jauh dari saya, mereka berdua sudah menorehkan satu catatan yang tak bisa dihapus, setidaknya dalam sejaran olahraga Jepang. Tapi mereka mendapatkan itu bukan dengan kemudahan dan tanpa usaha, mereka jatuh, kemudian bangkit lagi, berusaha lebih keras lagi, mereka menaklukan diri mereka sendiri, hingga akhirnya bisa menjadi juara di tempatnya.

Advertisements

4 responses to “やればできるもんです

  1. Bro Syafril… kalo begitu semengat untuk segera menikahnya :D… *lho kok…

  2. lo…lo……sedap…….segeralah fril…^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s