Monthly Archives: December 2011

ムスリムはなぜ豚肉を食べないのか Answering Japanese: Why Muslims don’t eat pork?

Saya coba tulis terjemahan bahasa Indonesianya.

Mohon maaf, kalau kurang baik bahasa terjemahannya.

Pertanyaan:
Kami yang tinggal di Jepang seringkali mendapatkan pertanyaan,
mengapa tidak boleh makan babi. Mohon beritahu kami bagaimana menjawab yang benar?

Jawaban:

Jawaban yang benar adalah bahwa Allah yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya, termasuk juga manusia,
Dia yang paling mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk kita semua.
Karena Dia melarang hal tersebut, maka kita pun terlarang untuk memakan babi.

Orang Jepang yang terlahir dan besar di lingkungan Jepang, pasti tidak percaya dengan hal itu.
Oleh karena itu, silakan pakai analogi berikut.
Haram itu hanya sebagian kecil dari apa yang ada di dunia ini.
Coba teman2 buat lingkaran yang besar dengan tangan,
lingkaran itu ibarat dunia, dalam islam semua yang ada di dalam lingkaran itu halal,
tetapi hanya ada satu lingkaran kecil di dalam lingkaran besar itu yang haram.

Untuk orang yang biasa melakukan wisata, kita bisa juga menggunakan pendekatan sebagai berikut,
Bayangkan jika kita bepergian ke daerah yang sedang ada peperangan,
lalu ada orang/ papan pengumuman yang bertuliskan jangan mendekat kesini karena berbahaya.
Apakah kita akan marah2, dan berpikir, apa2an ini, saya kan orang bebas, mau pergi kemana suka2 saya,
kenapa ada orang/papan yang menghalangi jalan saya ini, tentu saja kita tak akan berpikir seperti ini.

Sebaliknya, kita akan berterima kasih, karena kalau tidak ada orang/papan yang memperingati,
bisa saja saya masuk ke daerah tersebut dan menginjak ranjau, dan kemudian meninggal.
Untung ada peringatan ini, makanya saya bisa selamat.

Semua yang haram adalah semua yang membahayakan diri kita.

Allah telah memperingatkan kita semua, untuk menuruti atau tidak itu pilihan kita.
Namun orang yang pintar, pasti akan mendengarkan peringatan itu.
Dan mereka yang ceroboh, pasti tidak mengindahkan peringatan dari Allah, dan melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri.

Ada juga pendekatan lain,
Di Jepang juga sering disebutkan bahwa,
babi itu mengandung vitamin dan mengandung banyak mineral.
Tapi tunggu sebentar.

Kita berpikir dari segi manusiawi,
apakah manusia memakan sesama manusia?
tentu tidak, kenapa, karena manusia itu omnivora,tentu orang yang kanibal adalah pengecualian.
kita berpikir secara manusiawi saja,
lalu apakah kita juga makan harimau, dang singa?
tentu tidak, karena rasanya sangat tidak enak.
Nah, standarnya manusia itu memakan hewan yang herbivora,
seperti ayam, kambing, sapi.
Nah, kalau babi itu sendiri kan omnivora, sama seperti manusia,
dia memakan apa saja, termasuk yang kotor.
Nah, di Jepang ini kebetulan saja mereka menyantap babi,
tapi kalau kita balik ke standar manusiawi, bahwa sebenarnya makan daging babi itu bukan sesuatu yang biasa.
mungkin di jepang biasa, tapi tidak bisa distandarisasi untuk seluruh manusia.

saat ini, orang jepang sangat memperhatikan eco, dan kesehatan,
mereka mulai memperhatikan apa yang mereka konsumsi.
manusia itu terdiri dari badan, dan hati,
apa yang kita makan pasti akan memberikan pengaruh kepada badan dan hati kita.
secara statistik, misalnya, orang yang terlalu banyak makan daging, akan menjadi agresif.
Itu artinya, apa yang kita makan akan mempengaruhi perilaku kita.

Kalau begitu perilaku kita adalah apa yang kita makan,
mari kita lihat seperti apa babi itu,
babi sangat senang dengan lingkungan yang kotor,
babi itu tanpa saling bersaing membuat hubungan kawin dengan babi lainnya.
lalu apakah kita mau seperti itu.

cara menjawab seperti ini juga ada, namun cara menjawab yang pertama lebih baik.

Advertisements