何もないから作るしかなかった


Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Telah menjadi salah satu kebiasaan saya, ketika sedang menunggu kereta, saya manfaatkan waktu untuk membaca poster-poster yang tertempel di stasiun, isinya bermacam-macam, kalau di daerah yang sekarang saya tinggali karena memang memliki keindahan alam yang bagus, biasanya isinya adalah promosi wisata alam. Setelah berkeliling membaca beberapa poster, saya menemukan satu poster yang menurut saya isinya cukup menggugah.

Berikut petikan kalimat dalam poster tersebut,

何もないから、作るしかなかった。

資源はなかった。

そのぶん一生懸命考えた。技術を磨いた。

これこそ昔から日本が得意とするやり方。

高度成長期に始まって近未来の20XX年まで。

人間の力だけが頼りの

その時代その時代凄いモノづくりから、勇気や希望をお持ち帰りください。

Yang kira-kira arti bahasa Indonesianya sebagai berikut,

Karena tak ada sesuatu apapun, tak ada pilihan lain selain membuat.

Sumber daya pun tak ada.

Tapi karena itu, kami berpikir keras. Kami mengasah keahlian.

Inilah kelebihan cara bekerja jepang dari masa lalu.

Berawal dari periode pertumbuhan ekonomi hingga tahun 20xx ini.

Hanya sumber daya manusia saya yang menjadi andalan,

Dari kehebatan menghasilkan suatu barang di tiap-tiap zaman, silakan anda bawa pulang keberanian dan harapan.

 

Isi kepala saya menerawang ke tahun 1945 dimana Jepang kalah dari perang Pasifik. Semua hancur, bahkan dua kotanya dijatuhkan bom atom. Tak ada apapun. Yang tersisia hanyalah mereka-mereka yang selamat dari kejamnya peperangan itu. Dengan keterbatasan jumlah sumber daya alam yang dimilikinya Jepang memilih jalan lain untuk membangun negaranya. Jepang memusatkan perhatiannya kepada pembinaan sumber daya manusia. Yang pertama kali mereka lakukan setelah perang adalah mendata jumlah guru yang masih tersisa. Dari kehancuran, dan dari ketidakmemiliki apa-apa Jepang berpikir untuk membuat sesuatu, sesuatu yang berguna untuk peradaban manusia.

Sering ada yang membandingkan keadaan antara Jepang yang kalah perang di tahun 1945 dengan Indonesia yang baru merdeka di tahun 1945, dan menyatakan bahwa dengan start yang sama tapi Indonesia ketinggalan jauh dari Jepang. Ada point yang tidak objektif pada perbandingan ini, salah satunya adalah bahwa saat itu tingkat melek huruf di Jepang kira-kira hampir 100% dibandingkan dengan Indonesia yang masih sekitar 5%. Suatu perbedaan yang sangat signifikan untuk proses pembangunan.

Melalui pengalaman ini harusnya kita bisa mengambil pelajaran penting tentang betapa berharganya sumber daya manusia, dengan kualitas SDM yang baik, negara seperti Jepang yang  jika dibandingkan dengan Indonesia, tidak memiliki cukup banyak SDA mampu membangun negaranya, dan mampu menunjukkan semangat モノづくり, membuat sesuatu barang, yang tentunya bermanfaat untuk peradaban manusia. Semangat モノづくり merupakan suatu nilai yang turun temurun melekat dalam masyarakat Jepang. Mereka selalu mencoba untuk mendengarkan segala macam bentuk masukan, keluhan, dan saran apapun terhadap produk yang mereka hasilkan, untuk nantinya digunakan sebagai ide untuk membuat produk lain yang bermanfaat.

Kayanya Indonesia dengan Sumber Daya Alam marilah jangan sampai membuat kita terlena untuk tidak mengasah keahlian dan kemampuan kita. Masing-masing kita diciptakan oleh Allah SWT ini untuk membawa kontribusi masing-masing yang tak bisa digantikan oleh yang lainnya. Oleh karena itu, kita tak punya alasan untuk kehabisan lahan untuk menyumbangkan pikiran dan tenaga kita. Karena di dunia ini pasti ada satu hal yang hanya kitalah yang bisa melakukannya. Belajarlah, dan bekerjalah, asahlah segala kemampuan kita untuk menemukan jalan kontribusi kita itu.
Wassalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

One response to “何もないから作るしかなかった

  1. hehe, samaaa, gw juga suka liat2 tempelan di kreta?stasiun *tos
    bagus isinya ya, ganbarou!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s