Daily Archives: September 8, 2011

第二の故郷

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan..

Imam Syafi’i

Syair yang pertama kali kubaca di novel Negeri Lima Menara, setiap membacanya selalu membuatku makin semangat, untuk belajar dan untuk mengejar cita-cita di negeri seberang.

Setelah menuntaskan ujian masuk program master akhirnya aku bisa menikmati sisa liburan musim panasku, sambil menunggu waktu kepulangan ke negeriku tercinta, Indonesia, aku menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan beberapa rekan-rekan orang Jepang yang sudah sekitar 1,2 tahun terakhir ini tidak kutemui.

Setiap kali bertemu mereka, kami selalu bernostalgia dengan cerita-cerita dulu ketika mereka pertama kali bertemu denganku. Mulai dari pasangan suami-istri yang menjaga asrama yang pertama kali kutinggali ketika datang ke Jepang. Masih terbayang jelas ketika mereka membantu ku membuat tabungan, mengantar ke kantor walikota, mengajarkan cara pergi ke sekolah, memberi hadiah ketika aku berulang tahun. Masa-masa sulit disaat aku masih belum bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang sama sekali.

Ada juga mereka yang berkenalan denganku lewat ketertarikan mereka dengan Indonesia, ketertarikan mereka dengan bahasa Indonesia. Setiap bertemu mereka, selalu membuatku makin bersyukur terlahir sebagai seorang Indonesian, dan selalu memantapkan niatku suatu hari nanti untuk berbakti, dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk Indonesia. Di tengah berita sekarang dimana orang senang sekali menjelek-jelekan negerinya sendiri, aku diajarkan bahwasanya masih banyak kebaikan yang ada di dalam negeriku, dan membuatku makin optimis, bahwasanya selama masih ada generasi yang berniat untuk melakukan perbaikan, insyallah Indonesia akan berubah menjadi lebih baik, dan itulah yang menjadi tanggung jawab generasi ku saat ini.

Tahun ini adalah tahun kelima aku tinggal di negeri seberang, dan insyaallah dua tahun ke depan pun aku masih akan berada di sini. Aku tak tahu sampai kapan Allah menempatkan ku di sini, di saat cukup banyak senior-seniorku yang akan kembali di Indonesia. Perlahan, aku mulai merasakan hal yang aneh, entah mengapa saat ini, Jepang bukanlah terlihat lagi seperti “foreign country” untuk ku, tapi sudah menjadi seperti “home country” ku yang kedua.

Aku menginjakkan kaki ku ke Jepang, di usiaku yang ke-19. dan saat ini aku sudah berusia 24. Aku datang dengan kemampuan bahasa Jepang nol, aku mulai mempelajari dari kelas bahasa Jepang level terendah di sekolah ku. Perasaan bingun karena hingga setengah tahun sejak kedatanganku, tak seorang pun teman orang Jepang yang kumiliki,tapi akhirnya aku punya sahabat pena, kemudian Allah memperkenalkanku kepada komunitas orang Jepang yang menyukai Indonesia, perlahan banyak pertanyaan-pertanyaanku tentang negeri sakura ini yang mulai terjawab, banyak sekali aku mendapatkan pelajaran.

Memang di Jepang, tidak semuanya hal baik, orang-orang Jepang pun sebagian besar non muslim, tapi bukan berarti tak ada kebaikan yang bisa kita pelajari dari mereka, malah sebaliknya kita bisa makin mengenal Islam dengan bergaul dengan mereka. Kita juga bisa makin memperbaiki diri kita dengan menerapkan hal-hal baik yang kita dapatkan dari mereka.

Dalam pertemuanku dengan orang-orang Jepang kenalanku lalu, entah mengapa keluar lah kata-kata dari mulutku, bahwasanya Jepang adalah 私の第二の故郷.

Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan dengan keberadaanku di sini. Aamiin.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements