Monthly Archives: September 2011

KRL Jabodetabek

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

KRL menjadi salah satu transportasi pilihan saya ketika harus pergi ke Jakarta atau ke Bogor, alhamdulillah di Depok, dilewati oleh jalur kereta, yang ke arah selatan menuju Bogor, dan ke arah utara menuju Jakarta. Stasiun terdekat dari rumah saya adalah stasiun Pondok Cina, namun karena akses yang sulit kami lebih sering menggunakan angkot menuju stasiun Depok Baru.
Setiap kepulangan saya ke Depok, saya selalu menyempatkan diri untuk naik KRL. Tahun ini, saya sudah naik beberapa kali menuju Jakarta dan Bogor, sistem pun telah berubah, tahun lalu seingat saya ada Kereta Ekonomi, Ekonomi AC, dan Express, tahun ini hanya ada kereta Ekonomi, dan Commuter Line.
Kereta-kereta Commuter Line sendiri, merupakan kereta impor dari Jepang, ada yang dari JR, ada yang dari Tokyu, ada juga yang dari Tokyo Metro. Kereta Commuter Line, dilengkapi dengan AC, dan berhenti di setiap stasiun. Salah satu yang menarik adalah, sama seperti di Jepang, setiap akan berhenti, maka petugas akan mengumumkan, “Sebentar lagi kereta akan tiba di stasiun …, mohon periksa kembali barang bawaan anda, jangan sampai ada yang ketinggalan”. Selain itu di kereta Commuter Line sendiri tidak ada yang berjualan, dan karena ada AC, tak ada yang merokok. Aku sendiri cukup puas dengan kondisi ketertiban yang mulai membaik. 
Mudah-mudahan PT. KAI bisa terus meningkatkan kualitas pelayanannya dan juga terus membantu masyarakat supaya lebih tertib lagi. Karena kereta merupakan solusi dari transportasi massal, kalau kita bisa menambah jalur dan kualitas pelayanan insyaallah masalah macet di jalanan juga bisa teratasi.
wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Advertisements

第二の故郷

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan..

Imam Syafi’i

Syair yang pertama kali kubaca di novel Negeri Lima Menara, setiap membacanya selalu membuatku makin semangat, untuk belajar dan untuk mengejar cita-cita di negeri seberang.

Setelah menuntaskan ujian masuk program master akhirnya aku bisa menikmati sisa liburan musim panasku, sambil menunggu waktu kepulangan ke negeriku tercinta, Indonesia, aku menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan beberapa rekan-rekan orang Jepang yang sudah sekitar 1,2 tahun terakhir ini tidak kutemui.

Setiap kali bertemu mereka, kami selalu bernostalgia dengan cerita-cerita dulu ketika mereka pertama kali bertemu denganku. Mulai dari pasangan suami-istri yang menjaga asrama yang pertama kali kutinggali ketika datang ke Jepang. Masih terbayang jelas ketika mereka membantu ku membuat tabungan, mengantar ke kantor walikota, mengajarkan cara pergi ke sekolah, memberi hadiah ketika aku berulang tahun. Masa-masa sulit disaat aku masih belum bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang sama sekali.

Ada juga mereka yang berkenalan denganku lewat ketertarikan mereka dengan Indonesia, ketertarikan mereka dengan bahasa Indonesia. Setiap bertemu mereka, selalu membuatku makin bersyukur terlahir sebagai seorang Indonesian, dan selalu memantapkan niatku suatu hari nanti untuk berbakti, dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk Indonesia. Di tengah berita sekarang dimana orang senang sekali menjelek-jelekan negerinya sendiri, aku diajarkan bahwasanya masih banyak kebaikan yang ada di dalam negeriku, dan membuatku makin optimis, bahwasanya selama masih ada generasi yang berniat untuk melakukan perbaikan, insyallah Indonesia akan berubah menjadi lebih baik, dan itulah yang menjadi tanggung jawab generasi ku saat ini.

Tahun ini adalah tahun kelima aku tinggal di negeri seberang, dan insyaallah dua tahun ke depan pun aku masih akan berada di sini. Aku tak tahu sampai kapan Allah menempatkan ku di sini, di saat cukup banyak senior-seniorku yang akan kembali di Indonesia. Perlahan, aku mulai merasakan hal yang aneh, entah mengapa saat ini, Jepang bukanlah terlihat lagi seperti “foreign country” untuk ku, tapi sudah menjadi seperti “home country” ku yang kedua.

Aku menginjakkan kaki ku ke Jepang, di usiaku yang ke-19. dan saat ini aku sudah berusia 24. Aku datang dengan kemampuan bahasa Jepang nol, aku mulai mempelajari dari kelas bahasa Jepang level terendah di sekolah ku. Perasaan bingun karena hingga setengah tahun sejak kedatanganku, tak seorang pun teman orang Jepang yang kumiliki,tapi akhirnya aku punya sahabat pena, kemudian Allah memperkenalkanku kepada komunitas orang Jepang yang menyukai Indonesia, perlahan banyak pertanyaan-pertanyaanku tentang negeri sakura ini yang mulai terjawab, banyak sekali aku mendapatkan pelajaran.

Memang di Jepang, tidak semuanya hal baik, orang-orang Jepang pun sebagian besar non muslim, tapi bukan berarti tak ada kebaikan yang bisa kita pelajari dari mereka, malah sebaliknya kita bisa makin mengenal Islam dengan bergaul dengan mereka. Kita juga bisa makin memperbaiki diri kita dengan menerapkan hal-hal baik yang kita dapatkan dari mereka.

Dalam pertemuanku dengan orang-orang Jepang kenalanku lalu, entah mengapa keluar lah kata-kata dari mulutku, bahwasanya Jepang adalah 私の第二の故郷.

Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan dengan keberadaanku di sini. Aamiin.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah.. cuma itu kata-kata yang bisa keluar dari mulutku saat ini. Pukul 14.00 waktu jepang tadi, baru saja aku melihat bahwasanya no ujianku ada di daftar mereka yang lulus ujian masuk program master di salah satu universitas di Tokyo.

Insyaallah maret tahun 2012 nanti, aku akan menyelesaikan program bachelor-ku, salah satu hal yang lumrah di Jepang, bahwasanya mencari pekerjaan atau ujian ke program selanjutnya untuk melanjutkan sekolah, dilakukan di tahun terakhir program yang kita ikuti saat ini. Untuk saat ini aku memilih untuk melanjutkan sekolah, karena masih besar sekali ketertarikan ku pada bidang yang kupelajari saat ini.

Pada bulan Juli lalu, aku mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian masuk program master di dua universitas, yaitu di Gunma University, tempat aku belajar sekarang, dan University of Tokyo. Ujiannya sendiri dilaksanakan pada pekan ke-3 bulan Agustus lalu. Ramadhan tahun ini, menjadi bulan perjuangan bagiku untuk menghadapi ujian-ujian itu.

Alhamdulillah,  nikmat luar biasa dari Allah, bahwasanya aku diberikan kesehatan untuk menjalankan aktivitas ramadhan dan ujian-ujianku. Alhamdulillah.. Ya Allah, mudah2an ini bisa memberi berkah, dan membawa diriku menjadi lebih baik lagi. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur kepada-Mu.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

syafril bandara