Catatan Perjalanan Fuji 2011



assalammualaikum wr wb

Alhamdulillah tahun ini Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk kembali berkunjung ke gunung fuji.  Pergi mendaki gunung fuji adalah salah satu hal yang kunanti setiap tahunnya. Pendakian tahun ini adalah pendakian ke-4 sejak aku datang ke Jepang. Berturut-turut mulai dari tahun 2007, 2008, 2009, 2011, hanya tahun lalu saja aku absen karena selalu bentrok dengan urusan sekolah.

Rencananya tahun ini aku akan mendaki bersama empat orang kawanku, tiga orang indonesia, dan satu orang jepang. Namun karena satu dan lain hal kawan jepangku tak bisa ikut, dan akhirnya pendakian kali ini dilakukan berempat.

Kami naik bus dari shinjuku pada hari Jumat, 15 Juli 2011 pada pukul 16.50, dan tiba di pos pendakian fuji yang ke-5 pada pukul 19.00, kami disambut dengan pemandangan matahari terbenam, setelah kawan-kawanku puas mengambil foto-foto matahari terbenam, kami mulai melakukan persiapan, ganti baju, sholat berjamaah, dan kemudian pemanasan. Sekitar pukul 20.20 kami memulai perjalanan.

Alhamdulillah pada pendakian tahun ini semua anggota tim saling mengerti satu sama lain, kebetualan salah satu dari anggota tim adalah anak pencita alam, maka kami mendapatkan sedikit tips untuk membuat perjalanan menjadi mudah dan lancar. Kami menerapkan tips untuk berjalan santai namun dengan ritme yang tetap, serta menjaga nafas untuk tetap stabil.

Setapak demi setapak kami melangkah menuju puncak gunung fuji, dari waktu perkiraan kami sampai lebih cepat, ditemani dengan bulan purnama yang begitu indah, perjalanan kami sangat lancar, sekitar pukl 2.40 pagi kami sudah sampai di gunung fuji. Aku yang sehari sebelumnya baru saja donor darah, terkena pusing yang cukup gawat. Setelah merebahkan diri sekitar 30 menit, kemudian menyantap udon hangat, akhirnya pusing di kepalaku membaik.

Kami mencari tempat yang cocok untuk melakukan pengambilan gambar matahari terbit, setelah shalat shubuh berjamaah kami menyiapkan diri untuk mengambil gambar matahari terbit. Subhanallah cuaca hari itu sangat luar biasa baik. Bahkan ada seorang yang selama 10 tahun ini mendaki gunung fuji, mengatakan bahwa hari itu adalah hari dengan cuaca terbaik dari hari-hari pendakian yang dia lakukan selama ini. Bagaimana tidak, pada hari itu tak ada awan sedikitpun, sehingga pemandangan di bawah itu terlihat jelas, danau-danau yang ada di sekitar gunung fuji terlihat dengan jelas. Tak kalah lagi, bulan purnama yang sangat terang, menghasilkan bayangan gunung fuji akibat cahaya bulan, dari puncak gunung fuji kami bisa mengambil gambar matahari yang akan terbit dengan graduasi cahaya yang luar biasa ditambah dengan hiasan bayangan gunung fuji diakibatkan cahaya bulan.

Ketika matahari terbit setiap orang sibuk dengan kameranya, kemudian setiap orang meneriakkan “banzai”. Setelah sibuk melakukan foto-foto, akhirnya kami bersiap-siap untuk turun. Setelah melewati jalan zig-zag tak berujung, kami sampai kembali di pos pendakian ke-5 1 jam lebih cepat daripada perkiraan.

Setiap pendakian yang kulakukan, aku selalu mendapatkan pelajaran-pelajaran penting. Pada pendakian-pendakian sebelumnya aku terkadang terlalu fokus untuk cepat-cepat sampai pada seiap pos peristirahatan, oleh karenanya sering kali aku memaksakan diri sampai nafas tersengal-sengal. Namun pada pendakian kali ini aku lebih banyak memperhatikan dan fokus untuk selalu melangkah secara stabil walaupun hanya setapak demi setapak. Dan efeknya sangatlah luar biasa, sampai ke puncak tak seorang dari kami yang kehabisan nafas, kepalaku terasa pusing hanya karena makin tipisnya udara dan karena kekurangan darah akibat sehari sebelumnya melakukan donor darah.

Bahkan badan-badanku pun walaupun pegal, tapi tak seperti sebelum-sebelumnya, terasa sangat segar sekali, dan siap untuk melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Akhirnya aku pun mengambil kesimpulan, bahwasanya dalam hidup pun, ketika kita ingin mencapai suatu tujuan besar, kita tak boleh lupa dengan pencapaian-pencapaian kecil yang akan membawa kepada pencapaian besar tersebut. Jangan sampai kepala kita terlalu penuh dengan tujuan besar, dan lupa bahwa suatu yang besar itu berasal dari suatu yang kecil dan sederhana.

Yang terpenting adalah terus bergerak, maju walaupun sedikit tetapi terus-menerus dan tak pernah berhenti. Melakukan suatu hal kecil tapi terus menerus akan membawa kita pada pencapaian yang luar biasa, mungkin kita sering mendengar kata-kata ini, tetapi rasanya sulit sekali untuk melakukannya, oleh karena itu saya mencoba memahami kata-kata ini lewat pelajaran-pelajaran fisik dan ruhani yang bisa saya lakukan, dan salah satunya adalah pendakian gunung.

Kalau kita mau berpikir mudah saja, ngapain juga mendaki gunung sudah susah, capek, eh sudah sampai puncak, malah turun lagi. Tetapi yakinlah setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang dia usahakan.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (QS. 94:5)
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:6)
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.(QS. 94 : 7)

Advertisements

2 responses to “Catatan Perjalanan Fuji 2011

  1. naik gunung memeang seperti itu ril. dianjurkan my pace ~ tapi teratur .:)

  2. iya mas, dari selama ini kebawa sama temen2 yang bawaannya pengen buru2 terus. eh, akhirnya pada kecapekan sendiri. abis ke 上高地 ya mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s