日本海の旅(Hari Pertama)


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah pada libuaran musim dingin tahun ini, saya mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan menyusuri daerah Tohoku sepanjang laut Jepang, sampai ke Hakodate, Hokkaido. Perjalanan kali ini saya lakukan bersama seorang teman saya dari Gunma University juga.

Kami berangkat pada tanggal 27 Desember malam dari Kiryu naik kereta menuju Takasaki. Di takasaki, kami menunggu kereta malam Moonlight Echigo, yang akan membawa kami sampai ke Niigata. Setelah menunggu sekitar satu setengah jam, akhirnya kereta malam Moonlight Echigo datang, kereta berangkat dari stasiun Takasaki pada pukup 01.13, setelah sedikit mengobrolkan rencana esok hari, kami pun tertidur di dalam kereta yang menembus ke gelapan malam menuju ke Niigata, ketika terbangun sekitar pukul 04.00 pagi, pemandangan di luar telah berubah, semua berwarna putih, selju telah menutupi rumah, ladang, dan seluruh jalanan.


Kami tiba di Niigata stasiun pada pukul 04.51, kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan kereta biasa menuju Murakami, pada musim dingin, matahari terbit dalam waktu yang agak lambat, karena itu keadaan sekitar masih sangat gelap. Sampai di Murakami, kami melanjutkan perjalanan ke daerah Sakata(Yamagata Prefecture). Dalam perjalanan menuju Sakata ini, rel kereta berada langsung di pinggir laut Jepang, kami menikmati pemandangan laut Jepang di sisi sebelah kiri, dan 銀世界, salju yang memutihkan lingkungan sekitarnya di sebelah kanan. Kami sampai di Sakata sekitar pukul 8 pagi. Sakata adalah salah satu kota di Yamagata Prefecture yang beberapa tahun lalu menjadi tempat pembuatan film おくりびと, the departures, yang mendapatkan penghargaan
Academy Award for Best Foreign Language Film.



Di sakata, karena ada waktu sekitar 50 menit sampai kereta selanjutnya berangkat, kami memutuskan untuk melihat2 di sekitar stasiun, karena ada warung soba di dekat sana, kami memutuskan untuk sarapan soba di warung tersebut, salju yang turun perlahan, suhu pagi yang sangat dingin, soba yang hangat sangat cocok untuk dijadikan sarapan.

Dari sakata, kami melanjutkan perjalanan panjang menuju Akita Prefecture, perjalanan ke Akita memang cukup memakan waktu, kurang lebih 2 jam kami naik di kereta yang sama. Perjalanan kami ke Akita dihiasi oleh salju yang memutih dimana pun. Kami cukup kaget, karena Akita benar-benar ramai, tak seperti yang kami bayangkan, karena sudah siang, kami memutuskan untuk shalat di Akita dan makan siang disana.


Di sekitar stasiun cukup banyak bangunan2 tinggi, serta orang-orang yang berseliweran untuk belanja, dll. Kami makan siang di Akita dengan Tempura, karena nasinya boleh nambah bebas, kami puas sekali makan siang disini. Kemudian perjalanan lanjut, kami pergi menuju ke Oodate, dari Oodate kami menuju ke Aomori. Aomori merupakan Prefecture paling utara di pulau Honshu. Kami berputar-putar sebentar di sekitar stasiun, kemudian membeli oleh-oleh, perjalanan kami lanjutkan ke daerah Kanita, kami menunggu kereta express yang akan membawa kami menyusuri tunnel yang menghubungkan pulan Honsu dan Hokkaido. Yang diberi nama 青函トンネル, seikan tunnel, yang panjangnya sekitar 53 km, bagian yang berada di bawah laut sepanjang 23 km, dan bagian terdalam dari tunnel ini berada 240 m dari permukaan laut.

Tunnel ini didesain untuk siap dilewati oleh kereta cepat Jepang,Shinkansen. Mulai desember tahun ini jalur shinkansen telah sampai ke Aomori, dan saat ini sedang dilanjutkan pembangunan jalur shinkansen ke Hokkaido, yang rencananya akan selesai pada tahun 2015.



Karena kami menggunakan 青春18切符, maka kami harus turun di daerah Kikonai, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta biasa sampai ke Hakodate, kami tiba di Hakodate pada kira2 pukul 21 malam. Karena sudah lapar, kami segera mencari tempat makan, sebagian besar restoran di sana sudah tutup. Ketika berjalan di dekat pasar ikan, ada sebuah warung yang masih buka, kami masuk kesana dan memesan 海鮮鍋.

Hakodate adalah kota pelabuhan, karena posisinya yang berada di pinggir laut, Hakodate sangat terkenal dengan makanan-makanan dari seafood. Seperti yang terlihat di gambar, kami memesan sebuah sop yang penuh dengan seafood, dan sayuran, sangat cocok dengan Hokkaido yang sangat dingin hari itu. Dengan lahapnya kami menyantap kaisen nabe ini.

Selesai makan, kami pergi mencari penginapan, alhamdulillah salah satu penginapan murah yang cocok untuk pelajar macam kami ini masih ada kamar kosong, kemudian kami bersih-bersih dan terlelap di penginapan.

Advertisements

2 responses to “日本海の旅(Hari Pertama)

  1. Wow jd pengen lanju sekolah di jepaaang

  2. terima kasih comment nya.
    mudah2an mba bisa lanjut sekolah ke Jepang ya…amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s