人間関係


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Enam miliar lebih manusia di bumi, seandainya mau kita kelempokkan sekalipun, tak ada seorang pun yang sama dengan seorang lainnya. Mulai dari fisiknya, cara bicaranya, cara tertawanya, cara bercandanya, sifatnya, cara berjalannya, dan masih banyak lagi. Sebagai seorang manusia, tentu saja kita masing-masing punya style kita sendiri. Dan tak sedikit dari kita yang mungkin menganggap bahwa style itulah yang paling tepat, style tersebutlah yang paling benar. Selain style, kita juga punya yang disebut dengan nilai-nilai, yang menjadi kepercayaan kita, yang menjadi kebangaan kita, yang menjadi pedoman kita.

Selain sebagai seorang manusia, kita juga adalah sebuah bagian dari masyarakat manusia itu sendiri, masyarakat sosial yang tentunya memiliki ketergantungan satu sama lain. Bagaimanapun hebatnya seorang manusia, rasanya tak ada seorang pun manusia di atas bumi ini yang tak membutuhkan manusia yang lainnya. Orang yang kaya sekaya apapun pasti tetap membutuhkan manusia yang lainnya. Untuk bisa makan beras kita butuh petani, untuk makan ikan kita butuh nelayan, untuk menjaga keamanan, kita membutuhkan polisi, dan lainnya.

Pergaulan kita dengan berbagai jenis manusia akan membawa kita kepada dua hal, pertama, pemahaman bahwasanya setiap manusia itu memang berbeda, dan perbedaan itu bukanlah suatu hal yang harusnya menjadi masalah, dan yang kedua adalah makin terbentuknya karakter dan nilai yang ada dalam diri kita. Pergaulan kita dengan manusia lain, yang pastinya berbeda dengan diri kita akan membawa kita untuk membuka diri, mengajak hati kita untuk memahami, dan mengajak otak kita untuk berpikir mengenai orang yang berbeda tersebut. Tapi disisi lain, kita juga punya pertahanan untuk menjaga karakter-karakter kita, untuk menjaga nilai-nilai kita, dan ketika kita bertemu dengan orang yang berbeda dengan kita menjadi kesempatan untuk memastikan semua yang kita miliki.

Kalau kita adalah orang yang pendiam, janganlah kita pandang orang yang suka berbicara itu sebagai musuh kita, ataupun sebaliknya. Kalau kita suka tersakiti oleh candaan kawan kita janganlah kita mendendam kepadanya. Kalau kita tidak suka dengan tingkah laku seseorang karena dia berbeda dengan kita, kita harus pahami bahwa orang itu bukanlah diri kita, dan kita tak bisa memaksa orang tersebut menjadi sama persis dengan diri kita, dan dengan kemauan kita.

Supaya semua urusan sesama manusia bisa lebih tertata, kita membentuk yang namanya kelompok-kelompok, kita membentuk berbagai negara, kita membentuk berbagai organisasi, kita membentuk berbagai perkumpulan-perkumpulan. Semua itu bukanlah untuk menghabisi satu sama lain, bukan untuk memusuhi satu sama lain. Jika kita merasa bahwa ada kesalahan pada manusia lain, maka sampaikanlah dengan cara yang benar, jangan sampai melukai hatinya. Kalau ada manusia lain yang menyakiti kita, bukalah dan lebarkanlah hati kita untuk memaafkannya.

Kita harusnya menjadi lautan yang akan tetap asin walaupun berhubungan dengan berjuta sungai yang airnya itu tawar. Pergaulan kita dengan berbagai jenis sungai tak akan pernah mengubah asinnya diri kita. Tetapi pergaulan kita dengan sungai-sungai itu menjadi hubungan yang terus terpelihara, dan yakinlah kalau sungai-sungai itu senantiasa memberikan masukan debit-debit air kepada diri kita.

Berhubungan dengan yang namanya manusia memang sulit, tapi janganlah lupa bahwasanya kita manusia, yang punya kebutuhan sosial.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s