日本での就活


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang sistem mencari pekerjaan untuk seorang pelajar yang baru lulus(新卒). Saya sendiri belum pernah mencari kerja di Jepang,tapi saya pernah mengikuti pelajaran tata cara mencari pekerjaan di Jepang waktu di college.

Tahun ajaran/kerja di Jepang dimulai pada bulan April. Kalau sekolah, semester ganjil akan dimulai bulan April dan kalau semster genap akan dimulai sekitar bulan Oktober. Pada suatu college/ universitas, ada dua kali kelulusan dalam setahun yaitu bulan Maret dan bulan September, tapi jumlah lulusan paling banyak biasanya pada bulan Maret.

Mari kita bicarakan alur mencari pekerjaan dengan permisalan akan lulus pada bulan Maret 2012. Mencari pekerjaan(shuukatsu) di Jepang biasanya sudah dimulai dari satu tahun setengah sebelum kelulusan. Kalau college yang lamanya 2 tahun, maka shuukatsu dimulai pada tahun pertama semester kedua, kalau bachelor, maka dimulai pada semester genap di tahun ketiga, dan kalau master pada semster genap di tahun kedua. Pada 3- 6 bulan pertama biasanya dilakukan untuk persiapan, mulai dari menulis CV, meneliti tentang perusahaan yang akan kita masuki dll.

Ketika persiapan sudah mulai mantap,maka mulai mencari informasi tentang kyuujin jyouhou(lowongan pekerjaan), serta setsumeikai (penjelasan ttg lowongan perkerjaan), setsumeikai sendiri ada 2 jenis, setsumeikai yang dilaksanakan secara bersama2 oleh berbagai jenis perusahaan, atau setsumeikai yang dilaksanakan oleh satu perusahaan saja. Dalam setsumeikai biasanya kita akan mendapatkan penjelasan tentang perusahaan tersebut. Kalau memang tertarik kita bisa lansung melamar, tapi untuk pelajar asing, pastikan dulu apakah perusahaan tersebut menerima  pelajar asing atau tidak, karena ada juga perusahaan yang tidak menerima pelajar asing.

Setelah melamar, biasanya kita akan dipanggil untuk melakukan tes, biasanya sih ada ada tes tertulis, yang kemudian akan dilanjutkan oleh tes-tes wawancara. Kalau dari informasi yang pernah saya dapatkan tes wawancara di perusahaan Jepang cukup banyak jumlahnya, dan biasanya di tes wawancara tahap terakhir, kita akan diwawancarai langsung oleh direktur di perusahaan tersebut.

Sepengetahuan saya, pemerintah Jepang sendiri tak ada aturan khusus yang membatasi jumlah pekerja asing di perusahaan, hal tersebut sepertinya diserahkan ke perusahaan itu sendiri. Sebaliknya, pemerintah Jepang melakukan pemeriksaan cukup detail kepada perusahaan yang mempekerjakan orang asing.

Ketika pelajar asing mendapatkan naitei(lulus melamar pekerjaan), semua berkas itu harus diserahkan ke imigrasi, yang kemudian pihak imigrasi akan melakukan pemeriksaan yang teliti tentang perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut akan benar2 mampu memberikan penghidupan kepada pekerja asing tersebut. Kalau semua pemeriksaan oke, lalu imigrasi akan memberikan visa pekerja ketika pelajar asing itu lulus sekolah.

Jepang sendiri yang sedang dihadapi masalah 少子化(jumlah anak yang semakin sedikit), 高齢化(jumlah orang tua yang semakin banyak), setiap tahun menambah jumlah pelajar asing yang masuk ke Jepang, jadi tentunya pemerintah sendiri akan memikirkan betul bagaimana memanfaatkan tenaga pelajar asing ini di perusahaan jepang nantinya.

Sepengetahuan saya tak ada perlakuan khusus untuk pelajar asing ketika menghadapi tes-tes melamar pekerjaan, tapi tak ada juga diskriminasi untuk pelajar asing, karena perusahaan yang tidak membutuhkan pelajar asing, sejak awal menyatakan tidak menerima pelajar asing, dan perusahaan yang menerima pelajar asing akan mengetes kemampuan pelajar asing tersebut sebagaimana mengetes kemampuan pelajar orang jepang itu sendiri.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pelajaran mencari kerja di sekolah, dan seminar-seminar yang pernah saya ikuti, jadi mungkian saja ada kasus yang berbeda dari apa yang saya sampaikan.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

9 responses to “日本での就活

  1. jadi, kapan lulus? supaya bisa segera cari kerja.. 🙂

  2. kalau lulus bachelor sih insyaallah maret 2012,tapi saya belum terpikir untuk mencari kerja Guh…. insyaallah mau lanjut master dulu…

  3. dengan sistem persaingan bebas seperti itu, adakah sentimen yang muncul dari penduduk jepang terhadap pekerja asing?
    mempekerjakan orang asing biasanya memberi perusahaan fleksibilitas gaji yang biasanya ngga diterima oleh orang lokal. pekerja berkewarganegaraan PRC, misalnya, rela dibayar lebih rendah walau bekerja lebih lama dan lebih berat sehingga perusahaan lebih memilih mereka dibanding orang lokal jika regulasi khusus tidak diberlakukan.

    *sering dicurhatin auntie2 tentang PRC yang dianggap merampas pekerjaan untuk orang lokal*

  4. ada beberapa kondisi di Jepang yang menyebabkan hal tersebut tak menjadi masalah, yang pertama pertumbuhan penduduk yang rendah, sehingga tentunya dibutuhkan tenaga asing dari luar untuk menutupi kebutuhan tenaga kerja. yang kedua adalah, ada beberapa lapangan kerja yang memang tidak diminati oleh orang jepang, sehingga mau tak mau mengambil tenaga dari luar, misalnya yang benar2 terlihat adalah tenga perawat yang sangat dibutuhkan karena banyak nya jumlah usia lanjut di jepang, karena tidak banyak diminati sehingga beberapa tahun terakhir justru banyak mengambil tenga dari Indonesia dan Philipina, dan masih banyak lagi, terutama lapangan2 kerja di daerah yang banyak ditinggalkan anak2 muda jepang yang lebih banyak datang dan bekerja di kota2 besar.

    Selain pekerja tetap ada juga pekerja kontrak asing(Indonesia) di Jepang, dibandingkan tenaga kerja tetap kondisi tenga kerja kontrak ini lebih lemah, dengan jam kerja yang lumayan panjang, namun mendapat bayaran yang lebih rendah dibanding dengan tenga kerja tetap. kondisi ini mendorong berdirinya LSM untuk membantu mereka mendapatkan hak2nya.

    saya pikir lebih banyak orang jepang yang merasa terbantu dengan adanya tenaga kerja asing di jepang, dibandingkan yang merasa lapangan kerjannya direbut.

  5. Menarik. makasih bahasannya 🙂

  6. sama2… mudah2an bisa menjawab.
    saya juga makasih atas pertanyaan2nya, jadi saya dapat tema pembahasan deh.

  7. Halo Bandara! 大学の生活どう?←ベタなセリフだけど・・・

    Humm,,, Mungkin emang sekarang banyak perusahaan yang malah terang-terangan “mencari mahasiswa asing” di lamaran pekerjaan mereka, tapi bukan berarti gak ada yang tidak menerapkan “pembatasan”.

    Saya pernah tahu sendiri ada perusahaan yang mencantumkan “tidak menerima mahasiswa asing” dan “hanya untuk laki-laki” hu hu hu~

    Baru tahu satu juga sih, Dan nggak semuanya begitu :]

  8. 大学生活は楽しいよ。大変だけどね。
    bener ossa, waktu gw di senmongakkou pun itu memang chanto ditulis menerima mahasiswa asing atau tidak.
    tapi kalau ditulis cuma nerima cowok sih gw baru pertama kali denger,,, gw pernah denger kalau gak boleh nulis cuma menerima cowok or cewek saja di 求人情報 di jepang.

  9. maap yaa..menarik sekali bahasannyaa..kebetulan saya akan happyou mengenai shuukatsu di kuliah nihh..bisaaa dong share sumber sumber atau infonyaaa makasih sebelumnyaaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s