Daily Archives: June 21, 2010

日本での就活

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang sistem mencari pekerjaan untuk seorang pelajar yang baru lulus(新卒). Saya sendiri belum pernah mencari kerja di Jepang,tapi saya pernah mengikuti pelajaran tata cara mencari pekerjaan di Jepang waktu di college.

Tahun ajaran/kerja di Jepang dimulai pada bulan April. Kalau sekolah, semester ganjil akan dimulai bulan April dan kalau semster genap akan dimulai sekitar bulan Oktober. Pada suatu college/ universitas, ada dua kali kelulusan dalam setahun yaitu bulan Maret dan bulan September, tapi jumlah lulusan paling banyak biasanya pada bulan Maret.

Mari kita bicarakan alur mencari pekerjaan dengan permisalan akan lulus pada bulan Maret 2012. Mencari pekerjaan(shuukatsu) di Jepang biasanya sudah dimulai dari satu tahun setengah sebelum kelulusan. Kalau college yang lamanya 2 tahun, maka shuukatsu dimulai pada tahun pertama semester kedua, kalau bachelor, maka dimulai pada semester genap di tahun ketiga, dan kalau master pada semster genap di tahun kedua. Pada 3- 6 bulan pertama biasanya dilakukan untuk persiapan, mulai dari menulis CV, meneliti tentang perusahaan yang akan kita masuki dll.

Ketika persiapan sudah mulai mantap,maka mulai mencari informasi tentang kyuujin jyouhou(lowongan pekerjaan), serta setsumeikai (penjelasan ttg lowongan perkerjaan), setsumeikai sendiri ada 2 jenis, setsumeikai yang dilaksanakan secara bersama2 oleh berbagai jenis perusahaan, atau setsumeikai yang dilaksanakan oleh satu perusahaan saja. Dalam setsumeikai biasanya kita akan mendapatkan penjelasan tentang perusahaan tersebut. Kalau memang tertarik kita bisa lansung melamar, tapi untuk pelajar asing, pastikan dulu apakah perusahaan tersebut menerima  pelajar asing atau tidak, karena ada juga perusahaan yang tidak menerima pelajar asing.

Setelah melamar, biasanya kita akan dipanggil untuk melakukan tes, biasanya sih ada ada tes tertulis, yang kemudian akan dilanjutkan oleh tes-tes wawancara. Kalau dari informasi yang pernah saya dapatkan tes wawancara di perusahaan Jepang cukup banyak jumlahnya, dan biasanya di tes wawancara tahap terakhir, kita akan diwawancarai langsung oleh direktur di perusahaan tersebut.

Sepengetahuan saya, pemerintah Jepang sendiri tak ada aturan khusus yang membatasi jumlah pekerja asing di perusahaan, hal tersebut sepertinya diserahkan ke perusahaan itu sendiri. Sebaliknya, pemerintah Jepang melakukan pemeriksaan cukup detail kepada perusahaan yang mempekerjakan orang asing.

Ketika pelajar asing mendapatkan naitei(lulus melamar pekerjaan), semua berkas itu harus diserahkan ke imigrasi, yang kemudian pihak imigrasi akan melakukan pemeriksaan yang teliti tentang perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut akan benar2 mampu memberikan penghidupan kepada pekerja asing tersebut. Kalau semua pemeriksaan oke, lalu imigrasi akan memberikan visa pekerja ketika pelajar asing itu lulus sekolah.

Jepang sendiri yang sedang dihadapi masalah 少子化(jumlah anak yang semakin sedikit), 高齢化(jumlah orang tua yang semakin banyak), setiap tahun menambah jumlah pelajar asing yang masuk ke Jepang, jadi tentunya pemerintah sendiri akan memikirkan betul bagaimana memanfaatkan tenaga pelajar asing ini di perusahaan jepang nantinya.

Sepengetahuan saya tak ada perlakuan khusus untuk pelajar asing ketika menghadapi tes-tes melamar pekerjaan, tapi tak ada juga diskriminasi untuk pelajar asing, karena perusahaan yang tidak membutuhkan pelajar asing, sejak awal menyatakan tidak menerima pelajar asing, dan perusahaan yang menerima pelajar asing akan mengetes kemampuan pelajar asing tersebut sebagaimana mengetes kemampuan pelajar orang jepang itu sendiri.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pelajaran mencari kerja di sekolah, dan seminar-seminar yang pernah saya ikuti, jadi mungkian saja ada kasus yang berbeda dari apa yang saya sampaikan.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements