ゆとり教育 vs 詰め込み教育


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setelah jepang kalah perang dunia ke-2 dari Amerika, segala sisi kehidupan di Jepang berkiblat kepada Amerika,termasuk pendidikan. Pendidikan di Amerika yang lebih memberikan kesempatan siswa untuk berpikir dengan ide yang ada di dalam pikirannya dianggap lebih baik dibandingkan pendidikan yang bersifat mendoktrin. Namun seiring berjalannya waktu pendidikan yutori dan tsumekomi silih berganti.

ゆとり教育(pendidikan yutori), adalah pendidikan yang bersifat membuat siswa berpikir bukan membuat siswa menghafal dan menghafal. Sebaliknya 詰め込み教育(pendidikan tsumekomi) adalah sistem pendidikan yang lebih mengutamakan siswa untuk bisa menghafal dan memahami berbagai jenis pengetahuan.

Akhir-akhir ini kedua model pendidikan ini menjadi pembahasan menarik lagi di Jepang. Pendidikan Yutori yang beberapa waktu terakhir ini dijalankan di Jepang,dianggap membuat kemampuan belajar para siswa menurun, dan membuat siswa menjadi malas, karena dibandingkan dengan pendidikan Tsumekomi, dalam pendidikan Yutori cakupan pelajaran lebih sedikit. Oleh karenanya saat ini, semua buku-buku pelajaran di Jepang mulai ditambah jumlah  bahan-bahan pembelajarannya, dan nampaknya pendidikan di Jepang akan kembali mengadopsi pendidikan tipe Tsumekomi.

Pendidikan Tsumekomi sendiri punya beberapa kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihannya adalah,
1. Kemampuan mengingat dan menghafal siswa terlatih sejak kecil dan hal ini sangat penting. Karena dengan makin banyaknya pengetahuan yang dimiliki akan membuat seseorang punya kemampuan lebih untuk mengambil keputusan.
2. Memudahkan guru untuk menilai kemampuan murid
sedangakan kekurangannya adalah,
1. Kesulitan membuat siswa untuk tetap semangat menghadapi banyaknya bahan yang harus dipelajari.
2. Pelajaran yang telah dipelajari setelah ujian akan dilupakan begitu saja.
3. Persiapan untuk ujian ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi semakin keras,hal ini membuat tingkat stress para siswa meningkat.

Saya sendiri tak begitu bisa membandingkan sendiri, karena saya menempuh pendidikan dari SD – SMA di Indonesia, namun saat ini yang mahasiswa yang sedang berkuliah sama dengan saya adalah mereka yang sering dikatakan sebagai produk dari kegagalan pendidikan Yutori, yang paling terasa bagi saya adalah bahwasanya mereka agak sedikit kurang tahan dengan banyaknya bahan2 kuliah dan pelajaran yang cukup banyak.

Bagaimana pendidikan Indonesia saat ini, sistem seperti apa yang diadopsi pendidikan Indonesia. Kurikulum yang dalam 10 tahun terakhir ini beberapa kali berubah mudah2an bisa membawa kemajuan bagi pendidikan Indonesia. Dan tak lupa yang harus ditingkatkan adalah meningkatkan angka partisipasi dalam pendidikan itu sendiri, tak hanya sekedar puas angka melek huruf di Indonesia yang terus meningkat, tapi juga meningkatakan angka partisipasi hingga ke pendidikan tinggi, yang saat ini masih kurang dari 20 % penduduk Indonesia yang bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi, padahal pendidikanlah yang akan membangun generasi ke depan, pendidikanlah yang menjadi salah satu faktor penentu masa depan suatu bangsa.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

8 responses to “ゆとり教育 vs 詰め込み教育

  1. tapi bila dilihat secara lebih makro, dampak kedua metode pendidikan tsbt thadap negara gmana akh?mana yg lbh bpengaruh thadap atau lebih mdukung kmajuan jepang?
    nb:generasi yg sekarang jadi penentu kbijakan di jepang, mereka produk pendidikan yg mana??dan bila dbandingkan dgn masa2 sbelumnya apa lebih baik atau bagaimana??jzk

  2. kayaknya perlu satu tulisan lagi buat jawab pertanyaan antum fit. cuma kalau boleh dijawab secara singkat,

    kemajuan jepang begitu pesat terjadi sekitar tahun 70-an, orang2 pada zaman itu bekerja keras luar biasa, dan bisa dikatakan meraka adalah produk pendidikan tsumekomi, sehingga saat ini mereka sering merasa khawatir melihat anak2 muda sekarang dan khawatir dengan masa depan jepang ke depannya.

  3. iya yah, katanya anak muda jepang sekarang bukan hanya kurang tahan banting di bidang pelajaran tapi juga kurang tahan banting (semangat juang) menghadapi kehidupan (misalnya kasus 引きこもり atau kemunduran sepakbola jepang ) –>kata murid-murid bahasa indonesiaku pas diskusi di kelas
    (melia)

  4. betul mba,cuma kalau aq diskusi sama anak2 mudanya,mereka bilang kalau mereka juga cuma bahan percobaan dari yutori kyouiku, jadi mereka juga gak tahu mesti gimana….

  5. sou ne.. soalnya mereka itu hasil yutori kyoiku. hm.. kita pun susah komentar ya karena dikasus ini kita orang “luar”

  6. gimana kalo dua-duanya diadain? orang tua diminta memilih.
    yang “doyan belajar”, ya dihajar abis-abisan.
    yang “doyan maen”, dialusin. hehehe….

  7. ide yg bagus sih Bran, cuma kalau gt kasihan guru dan sekolahnya Bran,
    bagaimana cara mengukur kemampuan murid2nya…
    mau gak mau tesnya juga harus dibedakan, dan muncul masalah baru juga tentang diskriminasi.

  8. kl an pikir yg penting sbenernya buat numbuhin semangat kerja kerasnya akh..kl dengan yutori tetap bisa ditumbuhkan semangat kerja keras itu, an pikir akan jauh lebih baik…nah caranya bisa macem2 kan…boleh jadi juga dulu ketika masa2 70an jepang sedang mbangun (kl gak salah juga ini zaman2 ketika sony juga sedang muncul ya?? CMIIW), ketika itu juga ada nuansa kterdesakan yg mnuntut mereka utk maju dan bekerja keras, sejaman dengan korea kl an pikir, karena korea pun pulih dari perang juga di zaman2 yg sama dengan jepang dan indonesia…nah sekarang jepang gak punya “musuh”,secara teknologi, dll mereka sudah unggul…kl an pikir justru sekarang china yg punya nuansa seperti jepang di tahun 70an dulu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s