Monthly Archives: June 2010

目標喪失

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salah seorang dokter muda yang sedang praktek, tampak stress, dan kemudian ditanya oleh salah seorang senior nya, kenapa kamu memilih jurusan kedokteran di perguruan tinggi. Dokter muda itu menjawab, selama di SMA nilai-nilai saya selalu bagus, dan ketika kelas 3, sebelum ujian, saya disarankan untuk masuk ke jurusan kedokteran. Demikianlah salah percakapan yang terjadi di sebuah rumah sakit jepang.

Kemudian, di Universitas Tokyo, atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan Todai,terjadi sebuah masalah yang tak pernah diduga-duga. Anak-anak SMA dengan kepala yang luar biasa saja yang bisa mimpi untuk masuk kesana. Orang jepang tahu sekali betapa sulitnya masuk ke Todai, dan betapa menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi orang tua yang anaknya bisa masuk kesana. Oleh karenanya setiap anak yang punya tujuan masuk ke Todai, belajar yang sangat keras luar biasa, baik di rumah, di bimbel, belajar dan terus belajar.

Namun setelah masuk ke Todai, ternyata tak sedikit dari mereka yang mengalami kesulitan. Di bagian konsultasi Todai, ternyata tak sedikit mahasiswa yang datang sekedar menanyakan, mulai sekarang sebaiknya saya melakukan apa ya, belajar apa ya, sebaiknya saya meneliti tentang apa ya,dll. Tak sedikit dari mereka yang ternyata kehilangan tujuan ketika masuk ke Todai, ketika masih SMA,masuk ke Todai, menjadi tujuan mereka satu-satunya. Dan ketika mereka telah mencapainya mereka kehilangan tujuan.

Pendidikan tak hanya bertujuan untuk membuat seseorang untuk menjadi mereka yang pandai dan mahir menghadapi berbagai ujian. Tapi lebih luas dari itu, pendidikan harusnya bisa menjadi penggerak hati, menggerakkan hati itu untuk menemukan tujuan-tujuan hidup. Terkadang saya sedih melihat pendidikan yang bergeser menjadi sebuah bisnis, menjadi sebuah pertarungan elit-elit, sungguh menyedihkan. Padahal harusnya mereka adalah orang-orang yang sangat mengerti tentang pendidikan. Pendidikan adalah kunci dari masa depan suatu negeri. Kita bisa belajar dari sejarah tentang bagaimana sebuah negeri yang bangkit karena kuatnya pendidikan mereka, atau sebuah negeri yang mundur karena lemahnya pendidikan mereka.

Berhasilnya pendidikan akan melahirkan generasi-generasi baru yang memiliki mimipi-mimpi besar atas kejayaan negeri, mempunyai harapan-harapan besar tentang kemajuan negeri, dan mereka juga yang akan menjadi penggerak-penggerak mesin-mesin kemajuan negeri.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

日本での就活

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang sistem mencari pekerjaan untuk seorang pelajar yang baru lulus(新卒). Saya sendiri belum pernah mencari kerja di Jepang,tapi saya pernah mengikuti pelajaran tata cara mencari pekerjaan di Jepang waktu di college.

Tahun ajaran/kerja di Jepang dimulai pada bulan April. Kalau sekolah, semester ganjil akan dimulai bulan April dan kalau semster genap akan dimulai sekitar bulan Oktober. Pada suatu college/ universitas, ada dua kali kelulusan dalam setahun yaitu bulan Maret dan bulan September, tapi jumlah lulusan paling banyak biasanya pada bulan Maret.

Mari kita bicarakan alur mencari pekerjaan dengan permisalan akan lulus pada bulan Maret 2012. Mencari pekerjaan(shuukatsu) di Jepang biasanya sudah dimulai dari satu tahun setengah sebelum kelulusan. Kalau college yang lamanya 2 tahun, maka shuukatsu dimulai pada tahun pertama semester kedua, kalau bachelor, maka dimulai pada semester genap di tahun ketiga, dan kalau master pada semster genap di tahun kedua. Pada 3- 6 bulan pertama biasanya dilakukan untuk persiapan, mulai dari menulis CV, meneliti tentang perusahaan yang akan kita masuki dll.

Ketika persiapan sudah mulai mantap,maka mulai mencari informasi tentang kyuujin jyouhou(lowongan pekerjaan), serta setsumeikai (penjelasan ttg lowongan perkerjaan), setsumeikai sendiri ada 2 jenis, setsumeikai yang dilaksanakan secara bersama2 oleh berbagai jenis perusahaan, atau setsumeikai yang dilaksanakan oleh satu perusahaan saja. Dalam setsumeikai biasanya kita akan mendapatkan penjelasan tentang perusahaan tersebut. Kalau memang tertarik kita bisa lansung melamar, tapi untuk pelajar asing, pastikan dulu apakah perusahaan tersebut menerima  pelajar asing atau tidak, karena ada juga perusahaan yang tidak menerima pelajar asing.

Setelah melamar, biasanya kita akan dipanggil untuk melakukan tes, biasanya sih ada ada tes tertulis, yang kemudian akan dilanjutkan oleh tes-tes wawancara. Kalau dari informasi yang pernah saya dapatkan tes wawancara di perusahaan Jepang cukup banyak jumlahnya, dan biasanya di tes wawancara tahap terakhir, kita akan diwawancarai langsung oleh direktur di perusahaan tersebut.

Sepengetahuan saya, pemerintah Jepang sendiri tak ada aturan khusus yang membatasi jumlah pekerja asing di perusahaan, hal tersebut sepertinya diserahkan ke perusahaan itu sendiri. Sebaliknya, pemerintah Jepang melakukan pemeriksaan cukup detail kepada perusahaan yang mempekerjakan orang asing.

Ketika pelajar asing mendapatkan naitei(lulus melamar pekerjaan), semua berkas itu harus diserahkan ke imigrasi, yang kemudian pihak imigrasi akan melakukan pemeriksaan yang teliti tentang perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut akan benar2 mampu memberikan penghidupan kepada pekerja asing tersebut. Kalau semua pemeriksaan oke, lalu imigrasi akan memberikan visa pekerja ketika pelajar asing itu lulus sekolah.

Jepang sendiri yang sedang dihadapi masalah 少子化(jumlah anak yang semakin sedikit), 高齢化(jumlah orang tua yang semakin banyak), setiap tahun menambah jumlah pelajar asing yang masuk ke Jepang, jadi tentunya pemerintah sendiri akan memikirkan betul bagaimana memanfaatkan tenaga pelajar asing ini di perusahaan jepang nantinya.

Sepengetahuan saya tak ada perlakuan khusus untuk pelajar asing ketika menghadapi tes-tes melamar pekerjaan, tapi tak ada juga diskriminasi untuk pelajar asing, karena perusahaan yang tidak membutuhkan pelajar asing, sejak awal menyatakan tidak menerima pelajar asing, dan perusahaan yang menerima pelajar asing akan mengetes kemampuan pelajar asing tersebut sebagaimana mengetes kemampuan pelajar orang jepang itu sendiri.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pelajaran mencari kerja di sekolah, dan seminar-seminar yang pernah saya ikuti, jadi mungkian saja ada kasus yang berbeda dari apa yang saya sampaikan.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

外国人を採用する日本企業増加

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Di salah satu berita di yahoo jepang,menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, perusahaan jepang lebih banyak menerima pelajar asing lulusan jepang daripada orang jepang sendiri. DI antara perusahaan tersebut antara lain Panasonic, Uniqlo, Rakuten, Lawson,dll.

Cukup banyak alasan perusahaan-perusahaan tersebut lebih senang mempekerjakan pelajar asing lulusan Jepang ketimbang orang jepang itu sendiri, diantaranya adalah karena saat ini keadaan ekonomi jepang di dalam negeri memang kurang baik, banyak di antara perusahaan2 jepang tersebut yang akan lebih mengincara pasar luar negeri khusunya di kalangan asia, ada juga yang beralasan dengan mempekerjakan orang asing bisa membuat suasana menjadi lebih aktif dan lebih hidup dengan variasi budaya, dll.

Tahun lalu, angka perbandingan lowongan kerja dan pencari kerja masih di atas 1, artinya satu orang masih ada satu lowongan, namun kenyataannya tingkat lulusan baru yang diterima di perusahaan hanya 80 %, artinya dari 5 orang lulusan universitas ada 1 orang yang tidak mendapat pekerjaan.

Dengan adanya fakta bahwa semakin banyak perusahaan jepang yang mempekerjakan orang asing,sepertinya akan membuat pelajar jepang yang mencari kerja harus lebih serius lagi dengan keadaan ini. Terlebih lagi pelajar asing punya kelebihan dari segi bahasa, paling tidak seorang pelajar asing di jepang menguasai bahasa jepang, bahasa inggris, dan bahasa ibu(negara) sendiri.

Dan buat rekan-rekan pelajar asing yang ada di Jepang, jangan takut, dan jangan juga menganggap remeh keadaan, tetap semangat, jangan mau kalah dengan pelajar orang Jepang.

Apakah hal ini juga berhubungan dengan masalah pendidikan di jepang yang saya tuliskan di tulisan sebelumnya?

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

ゆとり教育 vs 詰め込み教育

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setelah jepang kalah perang dunia ke-2 dari Amerika, segala sisi kehidupan di Jepang berkiblat kepada Amerika,termasuk pendidikan. Pendidikan di Amerika yang lebih memberikan kesempatan siswa untuk berpikir dengan ide yang ada di dalam pikirannya dianggap lebih baik dibandingkan pendidikan yang bersifat mendoktrin. Namun seiring berjalannya waktu pendidikan yutori dan tsumekomi silih berganti.

ゆとり教育(pendidikan yutori), adalah pendidikan yang bersifat membuat siswa berpikir bukan membuat siswa menghafal dan menghafal. Sebaliknya 詰め込み教育(pendidikan tsumekomi) adalah sistem pendidikan yang lebih mengutamakan siswa untuk bisa menghafal dan memahami berbagai jenis pengetahuan.

Akhir-akhir ini kedua model pendidikan ini menjadi pembahasan menarik lagi di Jepang. Pendidikan Yutori yang beberapa waktu terakhir ini dijalankan di Jepang,dianggap membuat kemampuan belajar para siswa menurun, dan membuat siswa menjadi malas, karena dibandingkan dengan pendidikan Tsumekomi, dalam pendidikan Yutori cakupan pelajaran lebih sedikit. Oleh karenanya saat ini, semua buku-buku pelajaran di Jepang mulai ditambah jumlah  bahan-bahan pembelajarannya, dan nampaknya pendidikan di Jepang akan kembali mengadopsi pendidikan tipe Tsumekomi.

Pendidikan Tsumekomi sendiri punya beberapa kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihannya adalah,
1. Kemampuan mengingat dan menghafal siswa terlatih sejak kecil dan hal ini sangat penting. Karena dengan makin banyaknya pengetahuan yang dimiliki akan membuat seseorang punya kemampuan lebih untuk mengambil keputusan.
2. Memudahkan guru untuk menilai kemampuan murid
sedangakan kekurangannya adalah,
1. Kesulitan membuat siswa untuk tetap semangat menghadapi banyaknya bahan yang harus dipelajari.
2. Pelajaran yang telah dipelajari setelah ujian akan dilupakan begitu saja.
3. Persiapan untuk ujian ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi semakin keras,hal ini membuat tingkat stress para siswa meningkat.

Saya sendiri tak begitu bisa membandingkan sendiri, karena saya menempuh pendidikan dari SD – SMA di Indonesia, namun saat ini yang mahasiswa yang sedang berkuliah sama dengan saya adalah mereka yang sering dikatakan sebagai produk dari kegagalan pendidikan Yutori, yang paling terasa bagi saya adalah bahwasanya mereka agak sedikit kurang tahan dengan banyaknya bahan2 kuliah dan pelajaran yang cukup banyak.

Bagaimana pendidikan Indonesia saat ini, sistem seperti apa yang diadopsi pendidikan Indonesia. Kurikulum yang dalam 10 tahun terakhir ini beberapa kali berubah mudah2an bisa membawa kemajuan bagi pendidikan Indonesia. Dan tak lupa yang harus ditingkatkan adalah meningkatkan angka partisipasi dalam pendidikan itu sendiri, tak hanya sekedar puas angka melek huruf di Indonesia yang terus meningkat, tapi juga meningkatakan angka partisipasi hingga ke pendidikan tinggi, yang saat ini masih kurang dari 20 % penduduk Indonesia yang bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi, padahal pendidikanlah yang akan membangun generasi ke depan, pendidikanlah yang menjadi salah satu faktor penentu masa depan suatu bangsa.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh