Daily Archives: December 17, 2009

学校を休みました

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sejak hari Ahad lalu, suhu di Jepang turun begitu drastis, dan ternyata saat itu badan sedang agak kecapekan dan dalam keadaan kondisi lemah, alhasil agak drop deh. Senin masih seger, tapi tenggorokan dah mulai sakit, hari selasa hidung mulai meler, dan kepala agak pusing, rabu sudah benar2 gak kuat, akhirnya email sensei, gak bisa masuk sekolah, rencananya kalau ada panas, mau ke dokter karena dikhawatirkan influenza, tapi ternyata tidak, hanya kepala pusing dan berat, serta hanamizu yang tidak berhenti. Akhirnya pergi ke apotek untuk beli obat. Ya, hari itu jadi hari bersejarah, pertama kalinya sejak datang ke Jepang,s aya libur sekolah gara-gara sakit, dan pertama kalinya juga saya ke apotek buat beli obat. Maklum selama ini selalu pake made in indonesia cap decolgen he..he..

hari rabu itu saya putuskan juga untuk minta libur baito. Alhamdulillah setelah istirahat seharian, dan minum obat, badan saya kembali membaik, walaupun masih sedikit pusing, hari ini saya putuskan ke sekolah, untuk menyelesaikan tugas akhir, tugas akhir di sekolah saya hanya bisa dikerjakan di sekolah. Sensei bilang sih, kelompok saya salah satu kelompok yang cukup baik perkembangan penyelesaian tugasnya, jadi karena masih kurang enak badan, jangan terlalu di paksakan kata beliau.

Insyaallah, akan mulai libur musim dingin pada tanggal 23 desember, dan akan pergi bersama teman2 Indonesia lain ke nagano untuk main ski ketiga kalinya.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

久々に友達に会った

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam satu bulan ini saya beberapa kali bertemu dengan kawan-kawan yang sudah lama sekali tidak berjumpa. Awal desember ini, salah seorang teman dekat saya ketika berada di sekolah bahasa Jepang, datang dari Korea. Kami janji bertemu di asrama yang sama-sama kami tinggali saat di sekolah bahasa Jepang dua tahun lalu. Mengundang beberapa teman korea lainnya, yang saya pun hampir tidak pernah bertemu dengan mereka sejak lulus dari sekolah bahasa. Ada banyak sekali cerita. Ada cerita tentang kawan yang masih terus bersemnagta mencari pekerjaan, ada juga cerita tentang kawan yang berhasil lulus ke universitas, tapi tidak bisa melanjutkan beasiswanya, ada juga cerita tentang seorang kawan yang berusaha terus bertahan di Jepang untuk menghindari wajib militer(Korea mempunyai wajib militer buat warga laki-lakinya). Tak hanya membicarakan cerita kami akhir-akhir ini, tapi kami pun saling bertukar rencana-rencana kami ke depannya. Entah kenapa, ada perasaan dan semangat yang masuk ke dalam diri kami, ketika kami saling bertukar mimpi-mimpi, saling bertukar rencana-rencana hidup ke depan. Kawan saya yang dari Korea, baru saja berhenti bekerja November lalu, untuk mempersipakan ujian untuk menjadi Guru Bahasa Jepang disana, mimpinya sejak dulu. Ada lagi kawan lain yang setelah lulus s1 ingin menjadi jurnalis dan berkeliling dunia, atau ada kawan lain yang mau mulai mempelajari bahasa-bahasa lain di dunia ini. Mendengar hal itu, saya pun ikut semangat untuk kembali fokus kepada mimpi-mimpi saya selama ini.

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan seorang kawan Jepang saya, yang sudah hampir satu tahun lebih kami tak saling jumpa, kawan ini sempat belajar bahasa Indonesia di univ saat tahun pertama. Kawan itu senang sekali berkeliling ke luar Jepang. Dia sudah ke Indonesia, Malaysia, Kamboja, Peru, dan beberapa negara lain. dan kalau jadi dia akan kuliah ke Swedia pada tahun depan. Kami makan bersama di restoran Indonesia, kemudian dia kuantarkan belanja di toko barang2 Indonesia, katanya dia mau masak nasi goreng.

Manusia sebagai makhluk sosial memang senantiasa saling membantu, berbagi, menyemangati, tanpa itu mengenal batas-batas negara, perbedaan agama pun sama sekali tak seharusnya menjadi halangan untuk kita semua bisa saling bahu membahu, berteman, bukankah seharusnya sebagai seorang muslim, kita pun bisa memperkenalkan Islam, melalui diri kita sendiri, tak harus dengan kata-kata, tapi juga dengan keberadaan kita, dengan pribadi kita, dengan cara kita menghargai orang lain.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh