朝ドラ


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

朝ドラ adalah singakatan dari 朝ドラマ, kira2 dalam bahasa Indonesia artinya drama pagi. Sejak awal tahun ini saya jadi salah satu penggemara dari drama pagi  yang disiarkan oleh NHK ini. Kenapa, karena drama ini waktu tanyangnya cuma 15 menit sehari, dan tak ada iklan. Kalau pagi kelewatan, masih bisa ditonton siang atau malam harinya. Dan kalau minggu itu lagi sibuk bisa tonton di hari sabtunya, karena sabtu pagi disiarkan bagian dari senin-sabtu pada minngu tersebut.

Sampai saat ini saya sudah tiga 朝ドラyang saya tonton, yang pertama adalah yang dimainkan sejak awal tahun ini, yaitu だんだん, drama ini mengambil latar tempat di Kyoto, dan Matsue, sedangkan judulnya sendiri Dandan, berarti terima kasih dalam logat orang-orang Matsue,Shimane. Drama ini menceritakan tentang dua orang sudara kembar  yang terpaksa terpisah sejak kecil karena ayah dan ibu bercerai, seorang dibesarkan menjadi Maiko san di Kyoto, dan seorang lagi tumbuh menjadi gadis biasa yang menyukai musik dan dibesarkan di Matsue. Kedua bertemu di hari ulang tahun yang ke-16nya. Selanjutnya drama ini menceritakan perjuangan keduanya dalam proses pencarian dan mengejar mimpi-mimpi mereka.

Drama kedua berjudul つばさ,Tsubasa yang artinya sayap, drama ini mengambil latar Kawagoe, Saitama yang terkenal dengan Koedo. Machi nami yang indah dan Imo yang enak. Drama ini menceritakan tentang Tsubasa, yang ketika umurnya masih 10 tahun ditinggal pergi oleh sang ibu, sehingga sejak umur 10 tahun dia yang menggantikan posisi sang ibu untuk menjadi Okasan di rumahnya tersebut, Tsubasa punya seorang adik, ayah, dan nenek, rumah mereka merupakan toko makanan tradisional yang terkenal di kawasan Kawagoe, Amatama, yang terbuat dari Imo. Ketika tsubasa berumur 20 tahun, sang ibu kembali lagi ke rumah, mulailah terjadi berbagai macam konflik. Tsubasa yang selama ini telah melupakan mimpi-mimpinya, karena sudah berikrar untuk menggantikan ibunya di rumah, sekarang dihadapkan oleh berbagai pilihan.

Drama ketiga, yang baru saja dimulai beberapa waktu lalu berjudul, ウェルかめ, yang mengambil latar di Tokushima, Shikoku, bercerita seorang gadis bernama Nami, yang bercerita untuk menjadi seorang Editor majalah. Judulnya sendiri melupakan gabungan antara Welcome dan Kame, kame artinya penyu, meruapkan salah satu hewan khas yang banyak dijumpai di daerah Tokushima, tapi Nami sendiri merupakan salah seorang yang sangat benci sama hewan yang satu ini. Tapi perlahan Nami mulai menemukan hal-hal menarik dari diri seekor penyu. Dimana seekor penyu bisa mengarungi samudra luas tanpa tersasar, walaupun di samudra luas ini tak ada rambu-rambu dan penunjuk jalan sama sekali.

Drama pagi ini, dari segi ceritanya mengingatkan saya pada sinetron Keluarga Cemara, yang dulu serings aya tonton waktu kecil. Ceritanya memang hal-hal yang bersifat keseharian, tapi justru yang sehari-hari itu kita seringkali melupakannya karena terlalu sibuk dengan keseharian dan rutinitas kita. Mudah-mudahan ke depan, suatu hari saya bisa menyaksikan sinetron-sinetron kayak gini di Indonesia, yang menambil latar tempat di berbagai daerah di Indonesia, sehingga kita juga bisa mengenal karakter dan keadaan di wilayah lain. Gak cuma sinetron yang dimainkan di rumah-rumah bak Istana…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s