Monthly Archives: November 2009

Organisasi Sekolah di Jepang

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sekolah menjadi tempat tak hanya untuk belajar dari segi ilmu pengetahuan, tapi juga menjadi tempat untuk belajar bersosialiasi sebelum akhirnya kita semua terjun ke masyarakat. Sekolah-sekolah di Jepang pun punya organisasi-organisasi yang dijadikan oleh para siswanya sebagai sarana untuk belajar tak hanya pelajaran yang bersifat akademis, namun ada sedikit perbedaan dengan sekolah-sekolah di Indonesia. Apa yang jadi perbedaanya, mari kita lihat satu persatu.

Di sekolah-sekolah Jepang, ada yang disebut dengan 学級委員会, gakkyuiinkai, yang merupakan organisasi kumpulan dari para ketua kelas, biasanya dibagi per-angkatan, setiap angkatan membicarakan tentang kegiatan yang bisa dilaksanakan di angkatannya masing-masing. Kumpulan ketua kelas ini juga punya fungsi untuk mengadakan rapat umum seluruh murid, untuk membicarakan aturan-aturan yang mau dibuat sesama pelajar(beda dengan aturan sekolah), dan lain-lain.

Selain itu ada juga yang disebut dengan 生徒会, seitokai, untuk menjadi seitokai ini, setiap

Advertisements

朝ドラ

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

朝ドラ adalah singakatan dari 朝ドラマ, kira2 dalam bahasa Indonesia artinya drama pagi. Sejak awal tahun ini saya jadi salah satu penggemara dari drama pagi  yang disiarkan oleh NHK ini. Kenapa, karena drama ini waktu tanyangnya cuma 15 menit sehari, dan tak ada iklan. Kalau pagi kelewatan, masih bisa ditonton siang atau malam harinya. Dan kalau minggu itu lagi sibuk bisa tonton di hari sabtunya, karena sabtu pagi disiarkan bagian dari senin-sabtu pada minngu tersebut.

Sampai saat ini saya sudah tiga 朝ドラyang saya tonton, yang pertama adalah yang dimainkan sejak awal tahun ini, yaitu だんだん, drama ini mengambil latar tempat di Kyoto, dan Matsue, sedangkan judulnya sendiri Dandan, berarti terima kasih dalam logat orang-orang Matsue,Shimane. Drama ini menceritakan tentang dua orang sudara kembar  yang terpaksa terpisah sejak kecil karena ayah dan ibu bercerai, seorang dibesarkan menjadi Maiko san di Kyoto, dan seorang lagi tumbuh menjadi gadis biasa yang menyukai musik dan dibesarkan di Matsue. Kedua bertemu di hari ulang tahun yang ke-16nya. Selanjutnya drama ini menceritakan perjuangan keduanya dalam proses pencarian dan mengejar mimpi-mimpi mereka.

Drama kedua berjudul つばさ,Tsubasa yang artinya sayap, drama ini mengambil latar Kawagoe, Saitama yang terkenal dengan Koedo. Machi nami yang indah dan Imo yang enak. Drama ini menceritakan tentang Tsubasa, yang ketika umurnya masih 10 tahun ditinggal pergi oleh sang ibu, sehingga sejak umur 10 tahun dia yang menggantikan posisi sang ibu untuk menjadi Okasan di rumahnya tersebut, Tsubasa punya seorang adik, ayah, dan nenek, rumah mereka merupakan toko makanan tradisional yang terkenal di kawasan Kawagoe, Amatama, yang terbuat dari Imo. Ketika tsubasa berumur 20 tahun, sang ibu kembali lagi ke rumah, mulailah terjadi berbagai macam konflik. Tsubasa yang selama ini telah melupakan mimpi-mimpinya, karena sudah berikrar untuk menggantikan ibunya di rumah, sekarang dihadapkan oleh berbagai pilihan.

Drama ketiga, yang baru saja dimulai beberapa waktu lalu berjudul, ウェルかめ, yang mengambil latar di Tokushima, Shikoku, bercerita seorang gadis bernama Nami, yang bercerita untuk menjadi seorang Editor majalah. Judulnya sendiri melupakan gabungan antara Welcome dan Kame, kame artinya penyu, meruapkan salah satu hewan khas yang banyak dijumpai di daerah Tokushima, tapi Nami sendiri merupakan salah seorang yang sangat benci sama hewan yang satu ini. Tapi perlahan Nami mulai menemukan hal-hal menarik dari diri seekor penyu. Dimana seekor penyu bisa mengarungi samudra luas tanpa tersasar, walaupun di samudra luas ini tak ada rambu-rambu dan penunjuk jalan sama sekali.

Drama pagi ini, dari segi ceritanya mengingatkan saya pada sinetron Keluarga Cemara, yang dulu serings aya tonton waktu kecil. Ceritanya memang hal-hal yang bersifat keseharian, tapi justru yang sehari-hari itu kita seringkali melupakannya karena terlalu sibuk dengan keseharian dan rutinitas kita. Mudah-mudahan ke depan, suatu hari saya bisa menyaksikan sinetron-sinetron kayak gini di Indonesia, yang menambil latar tempat di berbagai daerah di Indonesia, sehingga kita juga bisa mengenal karakter dan keadaan di wilayah lain. Gak cuma sinetron yang dimainkan di rumah-rumah bak Istana…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

初体験

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tanggal 31 Oktober- 1 November 2009 yang lalu di Tokyo Dome, ada acara bazar alat-alat sport,pada tanggal 31 Oktober siang saya luangkan waktu untuk datang kesana, karena dari iklan yang saya lihat cukup banyak barang-barang yang murah-murah. Setelah di hari sebelumhya saya pesan tiket masuk, hari itu saya ikut mengantri, ini jadi pengalaman saya yang pertama masuk ke dalam tokyo dome. Tokyo dome sendiri biasa digunakan untuk tempat pertandingan 野球. Dan disekitar tokyo dome sendiri ada taman bermain, mirip taman ria senayan dulu.

Setelah muter-muter, liat-liat baju ski, terus baju untuk naik gunung, serta tas-tas adidas, akhirnya saya pilih-pilih barang-barang yang saya butuhkan, dan mengantri ke tempat pembayaran. Ternyata gak nyangka muter-muter dah jam 4, akhirnya saya naik ke atas mencari toilet dan ambil wudhu. Biasanya kalau ngambil wudhu, saya lepas jam dan saya masukkan ke dalam kantong celana saya, tapi hari itu entah kenapa saya taruh di depan wastafel. Dan selesai wudhu saya jalan ke luar dan langsung cari tempat sepi buat shalat ashar.

Selesai shalat ashar, saya langsung aja ke luar, ternyata hujan mulai turun padahal saya gak bawa payung sama sekali, akhirnya saya lari-lari sampai ke stasiun, balik ke shinjuku, langit dah mulai gelap. saya cek di hp ternyata dah jam 5 lewat, insyaallah masih tepat waktu buat shalat maghrib di rumah.

Pas naik odakyu line di shinjuku, saya angkat lengan saya untuk periksa jam, kok gak ada ya… Saya periksa di kantong baju, celana, jakte dan ternyata gak ada juga. waduh…saya kelupaan dimana ya.. mulai panik. wah, kalau gini terpaksa beli jam baru dong…hiks..hiks..

Saya coba ingta-ingat ketinggalan dimana, akhirnya saya ingat lepas jam pas ngambil wudhu pas shalat ashar di tokyo dome tadi. Wah, tapi kalau balik lagi pun apakah masih ada. Saya dah putus asa, dan ya ikhlaskan saja deh..

Setelah sampai ke rumah, saya shalat maghrib, kemudian iseng-iseng periksa web Tokyo Dome, dan cari-cari infromasi tentang tempat menanyakan barang yang ketinggalan. Akhirnya saya beranikan diri untuk telepon dan memberitahukan masalah jam saya yang ketinggalan disana. Ternyata ada jam yang ditemukan dan ciri-cirinya mirip jam saya. Dan saya disuruh datang kembali untuk lihat apakah jam saya atau bukan.

Keesokan harinya saya kembali kesana dan bertemu dengan penanggung jawabnya, akhirnya jam yang ditemukan diperlihatrkan kepada saya dan alhamdulillah ternyata itu jam yang saya tinggalkan kemarin…

Alhamdulillah…sekaligus kandou shita…
Karena sebelumnya gak pernah punya pengalaman kayak gini…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh