東京の広場


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belum lama ini NHK menceritakan kisah tentang jalur kereta dan stasiun yang ada di Tokyo, dan didalmanya sedikit bercerita tentang hiroba yang ada di Tokyo. Sebagai ibukota, hiroba punya fungsi yang sangat penting bagi masyarakat, terutama saat masa-masa Jepang baru saja lepas dari Perang Dunia ke-2, dimana masyarakat terutama pekerja dan mahasiswa masih sangat aktif dalam menyampaikan aspirasi dan suaranya melalui demonstrasi massa.

Salah satu hiroba yang sering digunakan masyarakat pada zaman itu adalah 皇居前広場, yang posisinya persisi berada di antara istana Kaisar dan stasiun Tokyo. Tempatnya yang luas dan aksesnya yang mudah karena berada di jantung kota Tokyo, membuat hiroba ini jadi tempat berkumpul yang efektif. Hiroba ini dibuka untuk umum sejak selesai perang dunia ke-2, dan setahun setelah itu setiap tanggal 1 Mei tempat ini dijadikan tempat berkumpulnya massa yang merayakan May day, hinga penggunannya ditutp penggunaannya pada tahun 1950 karena sampat ada bentrokan dengan tentara Amerika pad asebuah event yang dilaksanakan disana. Pada tahun 1 Mei 1952, orang-orang yang merayakan May day berkumpul di 明治公園,hampir 80 ribu orang berkumpul dan bermaksud mangadakan demo konvoi, dan dibagi menjadi 5 group, salah satu group ternyata bergerak ke 皇居前広場, dan terjadilah bentrokan yag cukup dahsyat dengan pihak kepolisian, mengakibatkan 2 orang tewas, dan ribuan orang luka-luka.

Setelah kejadian itu, 皇居前広場, benar-benar tak bisa lagi digunakan menjadi hiroba tempat berkumpulnya massa. Pergerakan mahasiswa yang masih sangat aktif pada saat itu, tak berhenti, mereka kemudian memusatkan berbagai kegiatan demo mereka ke daerah Shinjuku, tepatnya di nishi guchi.

Bercerita sediki tentang Shinjuku, shinjuku stasiun dibangun pada zaman Meiji, jalur keretanya baru ada satu, Yamanote line yang sekarang, saat itu baru terhubung sampai shinagawa saja. Kemudian seiring perkembangan zaman, dibangun juga Chuo Line, yangs aat itu menghubungkan shnjuku dengan hachioji, dan pada saat sebelum dibukanya Olimpiade Tokyo pada tahun 1964, dibangun juga jalur kereta oleh swasta, yaitu Odakyu line, dan Keio line.

Perlahan shinjuku menjadi stasiun yang terpadat di Jepang, mengalahkan Ikebukuro, dan kini, sedunia(dari jumlah penumpang sehari). Dari hal itu bisa kita ketahui, Shinjuku menjadi tempat yang semkin mudah diakses, dan dijadikan pusat kegiatan pasa mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi nya kepada pemerintah. Aktivitas ini semakin terlihat mencolok ketika dimulainya perang Vietnam, pangkalan-pangkalan militer Amerika di Jepang saat itu memiliki peranan yang sangat penting dalam menyuplai berbagai kebutuhan perang di Vietnam. kemarahan mahasiswa memuncak, dan mereka memboikot sebuah kereta yang akan mengangkut kebutuhan perang dari Yokohama, yang akan dibawa ke pangkalan militer di tachikawa, yang sedang melintas di Shinjuku, mereka masuk ke dalam stasiun, menyetop dan membakar. Saat itu terjadi kerusuhan yang luar biasa.

Sejak kejadian itu, polisi semakin memperketat pengamanan di wilayah shinjuku, mahasiswa pun mengubah aksi massanya jadi sedikit berbeda, mereka berkumpul setiap sabtu malam, menyanyikan lagu-lagu damai, lagu-lagu anti perang. Ternyata hal ini pun mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, shinjuku nishi guchi menjadi lautan manusia setiap hari sabtu malam.

Semua itu berakhir ketika polisi menangkapi orang-orang yang menjadi dalang aksi damai tersebut, dan melarang orang berkumpul di shinjuku nishi guchi dengan alasan itu adalah jalur tempat orang berjalan keluar masuk stasiun. memasuki tahun 1970an, ekonomi jepang yang semakin tumbuh, serta politik yang semakin stabil, akhirnya pergerakan mahasiswa pun mulai redup, saat ini hampir bisa dibilang tidak ada bentuk pergerakan mahasiswa, dalam dunia sosial politik, yang disampaikan dalam bentuk demonstrasi.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

2 responses to “東京の広場

  1. Hiroba artinya apa c bang?jadi kestabilan ekonomi berbanding lurus ama gerakan demonstrasi yak

  2. kalau mengartika sederhana dari kanjinya : tempat yang luas, kalaudicari arti bhs Inggrisnya : plaza, mungkin artinya alun-alun kali ya…

    apakah kestabilan ekonomi berbanding lurus dengan demontsrasi, saya sendiri gak pernah melakukan penelitian ttg itu, jadi jawabannya gak tahu. namun kalau kita lihat secara umum, negara berkembang relatif punya image gerakan massa masih jadi salah satu kekuatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s