Monthly Archives: March 2009

Mohon Doanya..

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Usianya 6 tahun lebih tua dariku, karenanya kami tak pernah bisa berada sama-sama di sekolah, padahal dari SD sampai SMP sekolah kami sama. Ketika aku masuk SD, abangku justru masuk SMP. Dan ketika aku lulus SD, abangku lulus SMA. Walaupun kadang-kadang bertengkar, kami bisa dibilang saudara yang cukup rukun. Bagiku, abang tak hanya sekedar seorang kakak, tapi dia juga pelatih tae kwon doku, dia juga yang seringkali menemani dan mengantarkanku di saat-saat penting bagiku. Dan yang pasti melaluinyalah Allah menyelamatkan pendidikan aku dan adikku.

Masih teringat, masa-masa SMA, dimana aku yang akan mempersiapkan SPMB, dibantunya untuk bisa mengikuti Bimbel. Bahkan ketika aku diberitakan lulus masuk UI, dialah yang membayarkan semua biaya pendidikanku itu. Alhamdulillah, Allah memudahkan jalanku untuk mendapatkan keringanan sehingga aku tak perlu membayar full. Bahkan ketika aku mulai berusaha mencari sampingan sebagai guru privat, dialah yang menghadiahkanku motor suapaya aku bisa lebih mudah dalam studi dan baitoku itu.

Ternyata setengah tahun saja usiaku di UI, ketika aku yang diam-diam mengikuti ujian monbusho, dan ternyata lulus, menyampaikan keinginanku untuk berangkat ke Jepang dan berhenti dari UI, ia hanya terdiam. Aku tahu, saat itu aku telah menyakiti perasaannya. Tapi bukan aku tidak ingin berterima kasih atas segala bantuannya selama ini. Aku hanya ingin mencoba menjadi laki-laki yang tak lagi memberatkan bebannya, dan beban keluarga, biarkan aku yang tumbuh besar ini hidup mandiri, dan aku juga ingin membantu meringankan beban keluarga. Itu saja yang kupikirkan waktu itu. Alhamdulillah, waktu berjalan dan kau serta keluarga bisa menerima keinginanku. Kalian lepas aku di bandara dengan senyum, tanpa satu butir pun air mata. Karena insyallah kita akan bertemu kembali.

Alhamdulillah, setelah satu setengah tahun di negeri antah berantah ini, aku diberi kesempatan untuk pulang di musim panas tahun lalu. Bahagia rasanya bisa melihat engkau yang makin gemuk saja. Namun sayang sekali, kita tak sempat lari pagi seperti saat aku masih SD dulu, yang tiap minggu pagi kau bangunkan dan paksa lari pagi, dan kau tinggal karena langkahmu yang memang jauh lebih besar dariku. Namun sejak saat itulah kau besarkan aku jadi laki-laki yang tak mudah menyerah. napasku yang tersengal-sengal, bahkan sempat aku terjatuh, kau tantang jiwa kelaki-lakianku.

Sekarang Allah sedang menguji kesabaranmu dengan penyakitNya. Mohon maaf jika keberadaanku yang jauh ini tak bisa maksimal membantumu. Insyaallah setelah perpanjangan VISA-ku selesai aku akan segera terbang menemuimu.

Ya Allah, tak ada penyakit selain dariMu, maka berikanlah kemudahan pada abangku, angkatlah penyakitnya, dan kembalikanlah kesehatannya, pulihkan ia seperti sebelumnya.
Kawan-kawan dan rekan-rekan sekalian, mohon doanya ya…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements