学力vs体力


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belum lama ini, Monbusho mengumumkan hasil tes Olahraga anak SD, dan SMP se-Jepang, kemudian di rankingkan. hasil yang cukup membuat kaget adalah bahwa propinsi-propinsi yang teratas dalam ujian evaluasi pelajar pun kini teratas dalam ujian olahraga, yaitu Fukui-ken, dan Akita-ken, serta Chiba-ken. Salah satu yang cukup membuat shock kepala provinsi-nya adalah Osaka-fu yang pada kali ini pun menduduki peringkat  yang kurang baik.

Akhir-akhir ini berita televisi banyak membahas hubungan antara kedua tes tersebut serta keadaan anak-anak sekarang. Secara umum, karena makin praktisnya pola jidup mengakibatkan, tak hanya anak-anak tapi juga orang dewasa mengalami 運動不足, atau kekurangan gerak. Ditambah lagi, anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang kecanduan oleh game-game baik game Komputer ataupun game televisi, atau bahkan game portable kayak PSP dan Nitendo DS.

Namun dibeberapa daerah yang telah disebutkan mempunyai peringkat teratas tadi, mempunyai penangan sendiri untuk masalah ini, ada yang menyisipkan permainan di lapangan setiap dua jam pelajaran sekali, ataupun menyelipkan permainan sebelum kelas dimulai. Ternyata hal ini tak hanya membuat kemampuan olahraga anak-anak meningkat tetapi bisa menambahkan kemampuan konsentrasi anak-anak ketika belajar.

Walapun demikian, secara umum jika dibandingkan dengan data 10 atau 20 tahun yang lalu, akan terlihat kemampuan olahraga anak-anak mengalami penurunan. Mungkin saja hal ini tak hanya terjadi di Jepang, tapi hampir di setiap negara, inilah salah satu efek negatif dari makin praktisnya kehidupan manusia. Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah fakta yang membuat kaget, dari hasil penelitian, terlihat perubahan pada bentuk rahang manusia(penelitian ini baru dilakukan pada orang Jepang), jadi diakibatkan makanan yang dimakan semakin lembut jika dibandingkan dengan orang-orang terdahulu, terlihat pertumbuhan fungsi rahang menjadi tidak maksimal.

Saya jadi terpikir dengan keadaan Indonesia saat ini, ketika saya masih kecil, anak-anak masih terbiasa dengan permainan Layangan, petak umpet, Benteng, Bete, kelereng, bola, dan masih banyak lagi permainan yang menguji kemampuan fisik(dah lama gak main, banyak yang lupa namanya). Kalau dulu, ketika SD, datang waktu istirahat, main bentenglah kita, pas masuk, semuanya bau keringat(maklum sekolah kampung, gak ada kipas, apalagi AC) .masihkah anak-anak Indonesia main yang begituan ya.. Atau mungkin sudah lama ditinggalkan karena kuno, dan anak-anak lebih tertarik main PS di rental-rental PS, yang saya saksikan kayaknya makin banyak dari tahun ke tahun.

Mudah-mudahan bisa menjadi evaluasi buat kita semua, terutama yang sudah punya anak, bahwasanya “bermain” itu jadi bagian “belajar” yang penting buat anak-anak. Saya kadang cukup miris melihat anak-anak kecil yang kerjaannya tiap hari cuma sekolah, ngerjain PR, belajar ke bimbel. Mudah-mudahan kita bisa bersikap dewasa dan adil, dengan memberikan waktu-waktu bermain buat anak-anak, janganlah kita memandang sesuatu dengan sudut pandang yang sempit. Belajar itu penting, tapi belajar bukanlah hanya pergi ke sekolah, pergi ke bimbel, mengerjakan PR saja.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

4 responses to “学力vs体力

  1. yang lebih memprihatinkan, kekerasan dalam permainan komputer semakin diterima sebagai hal yang wajar. darah, bentrok fisik, dan berbagai macam kata-kata kotor menjadi tema integratif dalam permainan semacam resident evil, doom, dll. anak-anak belajar dari permainan ini bahwa permasalahan hanya dapat diselesaikan dengan kekerasan, cenderung bereaksi agresif terhadap masalah di sekitarnya, dan memiliki daya konsentrasi yang makin pendek.

  2. yup, bener. Ramadhan kemarin sempet dikasih tau sama dokter gigiku,,ketika ayah nanya kenapa sekrang banyak yang make kawat gigi. Dan memang jawabannya karena faktor makanan, makanan sekarang itu kebanyakan makanan olahan yang gak perlu susah-susah buat ngegigitnya, jadinya rahang ga terlalu berolahraga n menyebabkan gigi-gigi tumbuh berantakan. Makanya gigi-gigi zaman sekarang dibandingkan dulu, bagusan gigi zaman dulu.
    Soalnya di masa kayak gini, kepraktisan dalam segala hal itu sangat dicari..

  3. TFS.
    bener banget. sekarang banyak anak yg asik dengan dunianya sendiri.

  4. sou da ne..
    masa anak2 adalah masa dimana ia belajar dari sekelilingnya, ketika yang ia dapatkan adalah hal-hal seperti itu, maka wajar dia akan menerapkannya di kehidupannya sehari-hari…

    padahal anak itu amanah dari Allah, gak boleh disia-sia kan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s