Daily Archives: January 23, 2009

学力vs体力

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belum lama ini, Monbusho mengumumkan hasil tes Olahraga anak SD, dan SMP se-Jepang, kemudian di rankingkan. hasil yang cukup membuat kaget adalah bahwa propinsi-propinsi yang teratas dalam ujian evaluasi pelajar pun kini teratas dalam ujian olahraga, yaitu Fukui-ken, dan Akita-ken, serta Chiba-ken. Salah satu yang cukup membuat shock kepala provinsi-nya adalah Osaka-fu yang pada kali ini pun menduduki peringkat  yang kurang baik.

Akhir-akhir ini berita televisi banyak membahas hubungan antara kedua tes tersebut serta keadaan anak-anak sekarang. Secara umum, karena makin praktisnya pola jidup mengakibatkan, tak hanya anak-anak tapi juga orang dewasa mengalami 運動不足, atau kekurangan gerak. Ditambah lagi, anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang kecanduan oleh game-game baik game Komputer ataupun game televisi, atau bahkan game portable kayak PSP dan Nitendo DS.

Namun dibeberapa daerah yang telah disebutkan mempunyai peringkat teratas tadi, mempunyai penangan sendiri untuk masalah ini, ada yang menyisipkan permainan di lapangan setiap dua jam pelajaran sekali, ataupun menyelipkan permainan sebelum kelas dimulai. Ternyata hal ini tak hanya membuat kemampuan olahraga anak-anak meningkat tetapi bisa menambahkan kemampuan konsentrasi anak-anak ketika belajar.

Walapun demikian, secara umum jika dibandingkan dengan data 10 atau 20 tahun yang lalu, akan terlihat kemampuan olahraga anak-anak mengalami penurunan. Mungkin saja hal ini tak hanya terjadi di Jepang, tapi hampir di setiap negara, inilah salah satu efek negatif dari makin praktisnya kehidupan manusia. Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah fakta yang membuat kaget, dari hasil penelitian, terlihat perubahan pada bentuk rahang manusia(penelitian ini baru dilakukan pada orang Jepang), jadi diakibatkan makanan yang dimakan semakin lembut jika dibandingkan dengan orang-orang terdahulu, terlihat pertumbuhan fungsi rahang menjadi tidak maksimal.

Saya jadi terpikir dengan keadaan Indonesia saat ini, ketika saya masih kecil, anak-anak masih terbiasa dengan permainan Layangan, petak umpet, Benteng, Bete, kelereng, bola, dan masih banyak lagi permainan yang menguji kemampuan fisik(dah lama gak main, banyak yang lupa namanya). Kalau dulu, ketika SD, datang waktu istirahat, main bentenglah kita, pas masuk, semuanya bau keringat(maklum sekolah kampung, gak ada kipas, apalagi AC) .masihkah anak-anak Indonesia main yang begituan ya.. Atau mungkin sudah lama ditinggalkan karena kuno, dan anak-anak lebih tertarik main PS di rental-rental PS, yang saya saksikan kayaknya makin banyak dari tahun ke tahun.

Mudah-mudahan bisa menjadi evaluasi buat kita semua, terutama yang sudah punya anak, bahwasanya “bermain” itu jadi bagian “belajar” yang penting buat anak-anak. Saya kadang cukup miris melihat anak-anak kecil yang kerjaannya tiap hari cuma sekolah, ngerjain PR, belajar ke bimbel. Mudah-mudahan kita bisa bersikap dewasa dan adil, dengan memberikan waktu-waktu bermain buat anak-anak, janganlah kita memandang sesuatu dengan sudut pandang yang sempit. Belajar itu penting, tapi belajar bukanlah hanya pergi ke sekolah, pergi ke bimbel, mengerjakan PR saja.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements