親子の物語


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

beberapa hari yang lalu saya kembali menyaksikan suatu cerita yang membuat saya sangat tersentuh, kisah tentang seorang wanita yang berusaha dengan sekuat tenaga menjalani peranannya sebagai seorang ibu bagi anaknya dan menjadi seorang anak bagi ibunya,
yang berbeda adalah wanita ini diberi cobaan dengan lahirnya seorang anak perempuan yang cacat, sehingga dari kecil ia harus mendampingi anak ini setiap hari dan melayani semua kebutuhannya, di tengah hari-hari yang berat itu, Tuhan kembali memberinya sebuah cobaan, san ibu ternyata terkena sebuah penyakit yang kritis. Sang ayah menulis surat kepada anaknya itu, dan berharap anaknya bisa pulang untuk membantunya mengurus sang ibu.

Sungguh keadaan yang sangat berat, berada diantara dua pilihan yang sangat sulit. Dengan berat ia memutuskan untuk tetap tinggal mengurus sang anak. Namun ia memutar kepalanya, bagaimana caranya ia membantu sang ibu tercintanya dari jauh. Akhirnya ia memutuskan untuk menulis dan mengirimkan kartu pos setiap hari kepada sang ibu. Ia menuliskan semua kenangannya dan cintanya melalui kartu pos itu. Setiap hari sambil merawat anaknya, ia menulis dengan telaten kartu pos itu dan mengirimnya kepada ibunya.

Keajaiban datang, dengan cinta sang anak melalui kartu pos itu, kondisi sang ibu membaik dari hari ke hari. Setiap pagi ia menunggu datangnya tukang pos membawa kartu pos dari anaknya. Ia baca dan kemudian isinya ia tulis kembali ke sebuah file, lalu ia simpan dengan baik kartu pos tersebut, begitu terus setiap hari. 4 tahun kemudian kondisi sang ibu pulih kembali, ketika diwawancara sang ibu mangatakan bahwa semua ini tak lepas dari kartu pos yang dikirimkan anak tercintanya itu setiap hari, ia memperoleh kekuatan untuk melawan penyakitnya.

Walaupun sang ibu telah sembuh, sang anak tetap melanjutkan kebiasaannya untuk menulis dan mengirimkan kartu pos kepada sang ibu, dan tahun ini adalah tahun ke-13 sejak ia memulai kebiasaannya itu, jumlah kartu posnya itu pun hampir mencapai 5000 lembar, dan semua itu tersimpan rapi di tempat sang ibu.

Sudahkah kita menyampaikan rasa kasih sayang kita kepada ibu kita?

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

5 responses to “親子の物語

  1. Pas bgt.. Baru selesai nonton Tokyo Tower,,sedih'a sama..

  2. dah nonton Tokyo Tower?
    mantap kan..
    syafril nonton tahun lalu..
    wah..memeras habis air mata.. lagu soundtracknya juga keren lho..Tsubomi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s