Monthly Archives: January 2009

親子(2)

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kali ini cerita tentang seorang keluarga yang terpecah akibat perceraian. Sebuah keluarga di Okinawa, setelah dikaruniai seorang anak perempuan, entah kenapa justru banyak timbul pertikaian di antara sang ayah dan ibu, beberapa tahun setelah itu, akhirnya terjadi perceraian, dan hak asuh sang anak diberikan kepada sang ayah.

Perjuangan dimulai, sang ayah akhirnya memutuskan untuk tinggal bertiga, bersama ibunya, untuk membantunya merawat sang anak. Anak perempuan itu tumbuh menjadi anak yang begitu periang, sang ayah pun begitu perhatian untuk mangajak sang anak bermain. Hingga suatu saat karena keduanya sangat suka Owarai(lawak), tercetus ide bagaimana kalau mencoba membuat grup lawak yang terdiri dari ayah-anak itu.

Di penampilan mereka yang pertama di perlombaan lawak, tiba-tiba sang anak menagis tepat sebelum masuk panggung, akhirnya sang ayah terpaksa tampil sendiri. Sepertinya, karena kecapekan, sang anak tertidur, setelah menangis. Sempat terpikir, kayaknya gak mungkin membuat grup ini, tapi ternyata akhirnya muncul juga keberanian sang anak, hari demi hari, akibat tampil di berbagai tempat, keduanya mulai di kenal luas.

Di balik usaha mereka untuk bisa memenangkan perlombaan lawak tersebut, ternyata sang ayah tetap banting tulang untuk memenuhi kehidupan mereka bertiga. Supaya tidak mengganggu waktunya bersama sang anak, sang ayah memilih untuk bekerja di malam hari, dimana semua orang tertidur, ia bangun jam 1 dini hari kemudian bergerak menuju pabrik tahu, tempat ia bekerja, kemudian ia kembali ke rumah sekitar jam 1 siang, sebelum sang anak pulang dari sekolah, ia sempatkan untuk tertidur. Kemudian ketika sang anak pulang dari sekolah, maka saatnya mereka menghabiskan waktu mereka berdua, bermain ke pantai, taman, sambil memikirkan lawakan macam apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Satu hal yang membuat saya tersentuh adalah ketika sang reporter, membahas tentang kehidupan sang ayah yang sangat berat, akrena harus mencari uang, mengisi waktu dengan sang anak, mempersiapkan lawakan, kemudian keluarlah pertanyaan “Dalam kehidupan yang begitu keras, apa rahasia yang membuat anda tetap sehat”, dengan singkat sang ayah menjawab, “anak saya”, bersama dengannya, bermain dengannya, tertawa dengannya, itulah yang membuat sang ayah tetap sehat, dan terus bersemangat demi anak yang begitu dicintainya.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Tugas Besar… Sudah Dimulai… Dimulai dari diri sendiri..

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

“Masih kotornya lingkungan di sekitar kita, bisa menjadi tanda kalau masih ada yang kurang bersih di dalam diri kita”
Kurang lebih demikian petikan sms yang saya terima dari salah seorang rekan saya di Fakultas Teknik UI, kurang lebih 3 tahun yang lalu, saat saya masih kuliah disana. Sebuah kata-kata sederhana namun sangat mengena. Mahasiswa, yang tak segan berkoar-kora tentang reformasi, tentang perubahan, tak boleh juga lupa dengan keadaan lingkungan sekitar, bahkan dengan keadaan dirinya. Mungkin itu pesan utama yang ingin disampaikan kawan tersebut.

Saya teringat kembali kata-kata ini sejak saya mulai tinggal di asarma PPSDMS, kemudian tinggal di asrama mahasiswa asing di Jepang ini. Selama ini, ketika tinggal bersama keluarga, lebih sering mengandalkan keluarga dengan alasan kesibukan dan lain-lain. Namun, sejak kita tinggal sendiri, semuanya akan menjadi tanggung jawab kita. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaganya.

Belum lama ini, dalam pelajaran 就職リテラシー, kami diajak menonton video tentang mencari pekerjaan, salah satu yang saya ingat, kalau ingin melihat wajah sebuah perusahaan, dan bagaimana kinerja para pegawainya, lihat saja toiletnya. Saya jadi teringat, pernah dengar, kalau ingin tahu kepribadian orang-orang yang tinggal di suatu rumah, maka lihat saja toiletnya.

Bagi seorang muslim, hal ini mungkin menjadi hal yang harus menjadi perhatian khusus. Bagaimana posisi kebersihan yang begitu penting dalam Islam. Sebagaimana salah satu hadits Rasulullah SAW, ”Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)

Kita tentu punya impian, membuat perubahan, di negara kita, bahkan di dunia. Tetapi kita juga tak boleh lupa, bahwa semua harus dimulai dari diri kita. Karena apakah kita mampu menangani tugas-tugas besar perubahan ketika tugas kecil, menjaga kebersihan pribadi saja kita masih belum mampu. Tidakkah kita malu dengan orang-orang non-muslim yang terkadang mereka lebih menghargai masalah kebersihan dibandingkan kita.

Pesan ini saya sampaikan untuk diri saya pribadi, dan ajakan kepada rekan-rekan semua. karena saya yakin, kita semua cinta akan kebersihan, kita semua suka melihat kebersihan, maka bukankah akan lebih baik kalau kita ciptakan kebersihan itu dengan tangan kita sendiri, dan dari ruang kita sendiri.

Mudah-mudahan bermanfaat.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

学力vs体力

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belum lama ini, Monbusho mengumumkan hasil tes Olahraga anak SD, dan SMP se-Jepang, kemudian di rankingkan. hasil yang cukup membuat kaget adalah bahwa propinsi-propinsi yang teratas dalam ujian evaluasi pelajar pun kini teratas dalam ujian olahraga, yaitu Fukui-ken, dan Akita-ken, serta Chiba-ken. Salah satu yang cukup membuat shock kepala provinsi-nya adalah Osaka-fu yang pada kali ini pun menduduki peringkat  yang kurang baik.

Akhir-akhir ini berita televisi banyak membahas hubungan antara kedua tes tersebut serta keadaan anak-anak sekarang. Secara umum, karena makin praktisnya pola jidup mengakibatkan, tak hanya anak-anak tapi juga orang dewasa mengalami 運動不足, atau kekurangan gerak. Ditambah lagi, anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang kecanduan oleh game-game baik game Komputer ataupun game televisi, atau bahkan game portable kayak PSP dan Nitendo DS.

Namun dibeberapa daerah yang telah disebutkan mempunyai peringkat teratas tadi, mempunyai penangan sendiri untuk masalah ini, ada yang menyisipkan permainan di lapangan setiap dua jam pelajaran sekali, ataupun menyelipkan permainan sebelum kelas dimulai. Ternyata hal ini tak hanya membuat kemampuan olahraga anak-anak meningkat tetapi bisa menambahkan kemampuan konsentrasi anak-anak ketika belajar.

Walapun demikian, secara umum jika dibandingkan dengan data 10 atau 20 tahun yang lalu, akan terlihat kemampuan olahraga anak-anak mengalami penurunan. Mungkin saja hal ini tak hanya terjadi di Jepang, tapi hampir di setiap negara, inilah salah satu efek negatif dari makin praktisnya kehidupan manusia. Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah fakta yang membuat kaget, dari hasil penelitian, terlihat perubahan pada bentuk rahang manusia(penelitian ini baru dilakukan pada orang Jepang), jadi diakibatkan makanan yang dimakan semakin lembut jika dibandingkan dengan orang-orang terdahulu, terlihat pertumbuhan fungsi rahang menjadi tidak maksimal.

Saya jadi terpikir dengan keadaan Indonesia saat ini, ketika saya masih kecil, anak-anak masih terbiasa dengan permainan Layangan, petak umpet, Benteng, Bete, kelereng, bola, dan masih banyak lagi permainan yang menguji kemampuan fisik(dah lama gak main, banyak yang lupa namanya). Kalau dulu, ketika SD, datang waktu istirahat, main bentenglah kita, pas masuk, semuanya bau keringat(maklum sekolah kampung, gak ada kipas, apalagi AC) .masihkah anak-anak Indonesia main yang begituan ya.. Atau mungkin sudah lama ditinggalkan karena kuno, dan anak-anak lebih tertarik main PS di rental-rental PS, yang saya saksikan kayaknya makin banyak dari tahun ke tahun.

Mudah-mudahan bisa menjadi evaluasi buat kita semua, terutama yang sudah punya anak, bahwasanya “bermain” itu jadi bagian “belajar” yang penting buat anak-anak. Saya kadang cukup miris melihat anak-anak kecil yang kerjaannya tiap hari cuma sekolah, ngerjain PR, belajar ke bimbel. Mudah-mudahan kita bisa bersikap dewasa dan adil, dengan memberikan waktu-waktu bermain buat anak-anak, janganlah kita memandang sesuatu dengan sudut pandang yang sempit. Belajar itu penting, tapi belajar bukanlah hanya pergi ke sekolah, pergi ke bimbel, mengerjakan PR saja.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

全校閉鎖

assalammualaikum warahamtullahi wabarakatuh

Ternyata udara Fuyu, yang dingin dan kering menjadi tempat tinggal yang sehat buat virus Influenza, dan tahun ini sepertinya menjadi salah satu wabah yang membuat gempar, salah satu daerah yang terparah adalah Machida-shi, Tokyo yang telah menelan 3 orang korban jiwa. Serta lebih dari 100 orang yang dirawat. Ternyata di sekolah pun kena imbasnya, sejak bulan lalu sekolah sudah mengkampanyekan pencegahan influenza, terus ditambah dengan penempatan alcohol buat cuci tangan di setiap toilet.

Ternyata sejak minggu lalu, gakusei yang terkena influenza meningkat, seharusnya hari ini diadakan Sport Festival, tapi dikarenakan banyak yang terserang influenza, sejak hari selasa sampai hari senin nanti sekolah diliburkan, serta sport festival dibatalkan. gakusei yang lain terpaksa dirumahkan.

Mudah2an rekan-rekan yang terkena influenza bisa cepat sembuh, dan bisa cepat2 sekolah lagi. Bosen banget kalau gak sekolah…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight 

親子の物語

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

beberapa hari yang lalu saya kembali menyaksikan suatu cerita yang membuat saya sangat tersentuh, kisah tentang seorang wanita yang berusaha dengan sekuat tenaga menjalani peranannya sebagai seorang ibu bagi anaknya dan menjadi seorang anak bagi ibunya,
yang berbeda adalah wanita ini diberi cobaan dengan lahirnya seorang anak perempuan yang cacat, sehingga dari kecil ia harus mendampingi anak ini setiap hari dan melayani semua kebutuhannya, di tengah hari-hari yang berat itu, Tuhan kembali memberinya sebuah cobaan, san ibu ternyata terkena sebuah penyakit yang kritis. Sang ayah menulis surat kepada anaknya itu, dan berharap anaknya bisa pulang untuk membantunya mengurus sang ibu.

Sungguh keadaan yang sangat berat, berada diantara dua pilihan yang sangat sulit. Dengan berat ia memutuskan untuk tetap tinggal mengurus sang anak. Namun ia memutar kepalanya, bagaimana caranya ia membantu sang ibu tercintanya dari jauh. Akhirnya ia memutuskan untuk menulis dan mengirimkan kartu pos setiap hari kepada sang ibu. Ia menuliskan semua kenangannya dan cintanya melalui kartu pos itu. Setiap hari sambil merawat anaknya, ia menulis dengan telaten kartu pos itu dan mengirimnya kepada ibunya.

Keajaiban datang, dengan cinta sang anak melalui kartu pos itu, kondisi sang ibu membaik dari hari ke hari. Setiap pagi ia menunggu datangnya tukang pos membawa kartu pos dari anaknya. Ia baca dan kemudian isinya ia tulis kembali ke sebuah file, lalu ia simpan dengan baik kartu pos tersebut, begitu terus setiap hari. 4 tahun kemudian kondisi sang ibu pulih kembali, ketika diwawancara sang ibu mangatakan bahwa semua ini tak lepas dari kartu pos yang dikirimkan anak tercintanya itu setiap hari, ia memperoleh kekuatan untuk melawan penyakitnya.

Walaupun sang ibu telah sembuh, sang anak tetap melanjutkan kebiasaannya untuk menulis dan mengirimkan kartu pos kepada sang ibu, dan tahun ini adalah tahun ke-13 sejak ia memulai kebiasaannya itu, jumlah kartu posnya itu pun hampir mencapai 5000 lembar, dan semua itu tersimpan rapi di tempat sang ibu.

Sudahkah kita menyampaikan rasa kasih sayang kita kepada ibu kita?

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

降りませんでした。。

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

今日はめっちゃ寒いです。
授業は午前中だけでよかったと思います。
金曜のお祈りをしてからすぐ家に帰りました。
こんな寒い日なのに残念ながら雪は降りませんでした。
ずっと雨です。
今夜はどうなるのかな。。
明日は駒場でpmijのイベントがあるから今夜は久々に駒場に泊まることにしました。
明日のイベントが成功しますように。。
空いてる人はぜひ参加してください。

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh