賞味期限


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat mereka yang baru pertama kali datang ke Jepang, mungkin akan cukup shock dengan harga barang-barang di Jepang, seperti saya dan kawan-kawan saya dulu waktu pertama kali datang. Bagaimana tidak, setiap membeli barang kami selalu membandingkannya dengan kurs ke Rupiah, alhasil membelilah kita dengan tangan yang berat melepaskan yen demi yen ke tangan kasir. Semua akan langsung heboh kalau ada info toko murah, walaupun hanya berbeda beberapa puluh yen, gak sedikit teman-teman saya yang rela berjalan jauh atau naik sepeda ke toko itu.

Keadaan ekonomi di Jepang yang mulai kelihatan kurang baik, terutama imbas dari yen yang terus menguat nilainya terhadap dollar, memaksa cukup banyak perusahaan untuk memutuskan PHK bagi pekerjanya di tahun depan, salah satunya Sony, yang akan mem-PHK 8000 orang pegawai tetapnya. Belum lagi masalah dengan tenaga kerja kontrak, yang akhir-akhir ini makin banyak muncul di televisi.

Beranjak dari keadaan ekonomi yang makin terpuruk itu, belum lama ini ada stasiun televisi yang hunting toko-toko murah di kota-kota besar Jepang, ternyata ditemukan tidak sedikit toko-toko yang bisa membuat masyarakat sedikit terbebas dari krisis, dengan menjual harga-harga barang hampir setengah harga lebih muarh dari harga aslinya. Hal ini sangat mengagetkan saya. Ternyata ada rahasia di balik harga yang murah itu yaitu, 賞味期限 atau “waktu kadaluwarsa”. Barang-barang yang dijual murah itu ternyata barang-barang yang sebentar lagi akan habis masa kadaluwarsanya , atau baru saja habis masa kadaluwarsanya.
Mungkin ada yang berpikir apa gak bahaya tuh, rahasianya adalah peraturan tentang menentukan masa kadaluwarsa di Jepang.

Semua perusahaan yang akan mengeluarkan produk yang mempunyai masa kadaluwarsa wajib melakukan riset tentang produknya itu, berapa lama produk itu akan tahan, dan dari sana bisa ditentukan kapan kadaluwarsanya, nah kalau di Jepang, misalnya satu produk tahan selama 10 bulan, maka 10 bulan * 0.8 = 8 bulan, maka kadaluwarsanya bukanlah 10 bulan setelah barang itu di produksi melainkan 8 bulan setelahnya. Jadi sebenarnya masih ada waktu 2 bulan untuk bisa menyantap barang tersebut hingga waktu masa konsumsinya habis.

Hal ini sebelumnya pernah saya dengar dari senpai, ternyata benar, Jepang cukup strict terhadap barang-barang konsumsi ini. Di Jepang sendiri kadaluwarsa itu dibagi dua, ada 賞味期限 dan ada 消費期限, bedanya adalah 賞味期限 adalah batas ketetapan rasanya makanan tersebut, jika batas waktunya sudah lewat masih tetap aman untuk dimakan tapi kemungkinan rasanya bisa berubah. sedangkan 消費期限 adalah batas amannya makanan tersebut di santap, jika batasnya sudah lewat maka sudah tidak bisa dimakan, karena akan membusuk(banyak bakteri) dan lain-lainnya yang akan muncul. Dan penggunaan 賞味期限dan 消費期限 ini memang dibedakan menurut sifat barang konsumsinya.

Dengan keadaan ekonomi seperti sekarang ini ternyata toko “setengah harga” itu mendapat tempat tersendiri di kalangan masyarakat Jepang, tak sedikit yang menyerbu barang di toko tersebut, tapi ketika di wawancara, sebagian besar pembeli mengatakan, bahwa barang yang sudah lewat kadaluwarsanya tak akan mereka berikan sebagai santapan untuk anaknya. Tak sekedar murah, tapi mereka masih cukup memikirkan kesehatan, terutama buah hati mereka.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

2 responses to “賞味期限

  1. Masalah kadal emang harus ditiru,kalo di indo kan masa kadal beneran masa kadal yang sesungguhnya.

    Pembeli yang diwawancara, ga mau ngasi makanan yang udah kadal ke anaknya, jadi, buat anaknya makanan yang masih bener2 bgus n buat orangtuanya yang udah lewat? Wow. Subhanallah

  2. buat tambahan .. kalo es krim itu nggak ada kadaluarsa nya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s