Monthly Archives: December 2008

Bersepeda versi Fuyu

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulillah, sejak 23 desember kemarin saya memasuki liburan musim dingin tahun ini. Sekolah akan kembali dimulai pada tanggal 9 Januari mendatang. Tanggal 23 Desember kali ini memang menjadi tanggal merah di Jepang, kenapa, karena kaisar jepang saat ini berulang tahun pada hari tersebut. Tahun ini adalah ulang tahun yang ke-75. Sebenarnya tanggal 23 Desember bukan hanya hari ulang tahun kaisar, tapi juga hari ulang tahun Tokyo Tower, menara yang mempunyai tinggi 333 meter,pernah menjadi menara pemancar siaran TV paling tinggi sedunia. Tahun ini, menara yang menjadi perlambang kota tokyo menyambut HUT-nya yang yang ke-50 tahun.

Di bulan ketiga pembangunan menara ini, sempat terjadi suatu keanehan. Sambungan betonnya tidak sesuai, dan tidak membentuk bentuk yang diinginkan. Akhirnya penyambungan terhenti dan semua pekerja mengukur setiap sambungan, dan akhirnya ditemukan pergeseran sambungan beberapa cm, mereka membenarkan sambungan tersebut baru akhirnya melanjutkan pembangunan. Atau di hari terakhir pemasangan antena, yang punya berat 110 ton itu, ketika antena di tarik ke atas, tiba-tiba angin bertiup begitu kencangnya, maka para pekerja terpaksa menunggu beberapa jam hingga angin melemah.
Namun pembangunannya berhasil sesuai dengan perencanaannya. Dari awal pembukaan, tokyo tower memberikan daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang mengunjunginya.
Namun ternyata pengunjung terus menurun, dan yang berhasil kembali menarik minat pengunjung adalah pemasangan bola lampu di setiap sudut betonnya.

Walaupun kemarin cukup dingin, namun cuaca cukup cerah. Menjelang shalat maghrib, entah kenapa saya terdorong untuk jalan-jalan dengan sepeda. Akhirnya setelah selesai shalat maghrib, sekitar pukul 5, berpakaian anti dingin, saya kayuh sepeda saya ke luar asrama, rute saya malam ini adalah asrama-sangenjaya-shibuya-roppongi-tokyo tower-pulang dengan jalur yang sama. Sebelum berangkat saya coba cek di peta google, jalan mana yang sebaiknya saya tempuh, kemudian saya hapalkan nama-nama jalan dan arahnya. Berbekal sebuah ocha dan dorayaki di dalam tas, saya mengayuh sepeda saya sekuat tenaga, badan saya memang cukup hangat dengan pakaian sweater, dan coat, serta sarung tangan, tapi wajah saya sangat dingin.

Tokyo malam hari, gemerlap cahaya gedung-gedung, menggantikan cahaya bintang-bintang di langit malam. setelah satu jam, akhirnya aku sampai ke shibuya, sesuai dengan namanya 渋谷, shibuya memang merupakan lembah, makanya ketika menuju shibuya saya akan terjun bebas, tapi keluar shibuya saya harus menarik nafas panjang, menarik-narik otot kaki saya untuk mengayuh sepeda menempuh jalan menanjak itu. dari shibuya, yang jadi julukan sebagai kotanya anak muda, saya bergerak ke roppongi,六本木, kalau roppongi ini, memang kawasan yang cukup dikenal sebagai daerah orang asing, tempat belanja, makan, nonton. Kalau musim dingin yang terkenal di roppongi adalah illumination yang gemerlap cahayanya kadang membuat kita merasa hangat di tengah suasana dingin seperti ini.  Dari roppongi saya berbelok ke kanan menuju 赤羽橋, tempat dimana tokyo tower berdiri dengan gagah. Akhirnya setelah 2 jam mengayuh sepeda melewati bukit dan lembah Tokyo, saya tiba di tokyo tower, karena memang perayaan HUT ke-50 tahunnya, malam itu ada beberapa event yang di gelar di luar tokyo tower, dan pengunjung pun membludak, hingga berderet jauh ke luar. Saya duduk di salah satu bench yang ada di sana. Saya menikmati sebuah dorayaki dan ocha, kemudian mengambil beberapa foto, dan bersiap menuju jalan pulang, di tengah jalan ternyata lapar juga, saya sempatkan untuk menikmati semangkuk udon-hangat, dan tempura.

Akhirnya saya tiba di asrama dengan selamat pada pukul 21.33 JST. alhamdulillah…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

賞味期限

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat mereka yang baru pertama kali datang ke Jepang, mungkin akan cukup shock dengan harga barang-barang di Jepang, seperti saya dan kawan-kawan saya dulu waktu pertama kali datang. Bagaimana tidak, setiap membeli barang kami selalu membandingkannya dengan kurs ke Rupiah, alhasil membelilah kita dengan tangan yang berat melepaskan yen demi yen ke tangan kasir. Semua akan langsung heboh kalau ada info toko murah, walaupun hanya berbeda beberapa puluh yen, gak sedikit teman-teman saya yang rela berjalan jauh atau naik sepeda ke toko itu.

Keadaan ekonomi di Jepang yang mulai kelihatan kurang baik, terutama imbas dari yen yang terus menguat nilainya terhadap dollar, memaksa cukup banyak perusahaan untuk memutuskan PHK bagi pekerjanya di tahun depan, salah satunya Sony, yang akan mem-PHK 8000 orang pegawai tetapnya. Belum lagi masalah dengan tenaga kerja kontrak, yang akhir-akhir ini makin banyak muncul di televisi.

Beranjak dari keadaan ekonomi yang makin terpuruk itu, belum lama ini ada stasiun televisi yang hunting toko-toko murah di kota-kota besar Jepang, ternyata ditemukan tidak sedikit toko-toko yang bisa membuat masyarakat sedikit terbebas dari krisis, dengan menjual harga-harga barang hampir setengah harga lebih muarh dari harga aslinya. Hal ini sangat mengagetkan saya. Ternyata ada rahasia di balik harga yang murah itu yaitu, 賞味期限 atau “waktu kadaluwarsa”. Barang-barang yang dijual murah itu ternyata barang-barang yang sebentar lagi akan habis masa kadaluwarsanya , atau baru saja habis masa kadaluwarsanya.
Mungkin ada yang berpikir apa gak bahaya tuh, rahasianya adalah peraturan tentang menentukan masa kadaluwarsa di Jepang.

Semua perusahaan yang akan mengeluarkan produk yang mempunyai masa kadaluwarsa wajib melakukan riset tentang produknya itu, berapa lama produk itu akan tahan, dan dari sana bisa ditentukan kapan kadaluwarsanya, nah kalau di Jepang, misalnya satu produk tahan selama 10 bulan, maka 10 bulan * 0.8 = 8 bulan, maka kadaluwarsanya bukanlah 10 bulan setelah barang itu di produksi melainkan 8 bulan setelahnya. Jadi sebenarnya masih ada waktu 2 bulan untuk bisa menyantap barang tersebut hingga waktu masa konsumsinya habis.

Hal ini sebelumnya pernah saya dengar dari senpai, ternyata benar, Jepang cukup strict terhadap barang-barang konsumsi ini. Di Jepang sendiri kadaluwarsa itu dibagi dua, ada 賞味期限 dan ada 消費期限, bedanya adalah 賞味期限 adalah batas ketetapan rasanya makanan tersebut, jika batas waktunya sudah lewat masih tetap aman untuk dimakan tapi kemungkinan rasanya bisa berubah. sedangkan 消費期限 adalah batas amannya makanan tersebut di santap, jika batasnya sudah lewat maka sudah tidak bisa dimakan, karena akan membusuk(banyak bakteri) dan lain-lainnya yang akan muncul. Dan penggunaan 賞味期限dan 消費期限 ini memang dibedakan menurut sifat barang konsumsinya.

Dengan keadaan ekonomi seperti sekarang ini ternyata toko “setengah harga” itu mendapat tempat tersendiri di kalangan masyarakat Jepang, tak sedikit yang menyerbu barang di toko tersebut, tapi ketika di wawancara, sebagian besar pembeli mengatakan, bahwa barang yang sudah lewat kadaluwarsanya tak akan mereka berikan sebagai santapan untuk anaknya. Tak sekedar murah, tapi mereka masih cukup memikirkan kesehatan, terutama buah hati mereka.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

今年は”変”

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini, di Kyoto diumumkan kanji yang terpilih menjadi simbol tahun ini, ternyata kanji yang dipilih adalah kanji “変”, yang berarti “perubahan”, ya bagi sebagian besar orang Jepang sepertinya banyak sekali perubahan yang terjadi dalam kehidupan mereka, baik dari segi politik, dari segi ekonomi dan lain-lain. Di urutan kedua dan ketiga, terpilih kanji “金” yang berarti “uang”, dan kanji “落” yang artinya “jatuh”. kalau melihat ketiga kanji ini, bisa dilihat tahun ini cukup banyak terjadi perubahan khusunya di bidang ekonomi. Sejak beberapa waktu lalu yang terjadi di Amerika dan memberikan efek cukup besar buat dunia. Di Jepang sendiri, yen yang terus menguat terhadap dollar memberikan efek negatif tersendiri buat para pelaku pasar di jepang, ditambah lagi maslaah tentang 派遣労働者 yang akhir2 ini cukup banyak di dengar di berita-berita dalam negeri.

Kembali ke pembicaraan tentang kanji, bagi saya yang baru kenal kanji dalam dua tahun terakhir ini, memang awalnya perlu energi yang cukup besar untuk bisa terbiasa dengan huruf yang digunakan di Cina, Taiwan, Korea dan Jepang ini. apalagi kanji Jepang punya cara baca yang gak sedikit, ada kunyomi dan ada onyomi, belum lagi kalau sudah masuk ke nama orang, ada cara baca lain lagi. Tapi, menjelang dua tahun keberadaan saya disini, saya cukup merasakan perbedaaan cukup besar antara penggunaan kanji dan alphabet, salah satunya adalah dari segi kepraktisannya. Oleh karena itu ingin rasanya menguasai kanji lebih dan lebih.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

謝振留 万陀羅