Melajulah ke depan, tapi sesekali lihatlah ke belakang


Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apakah anda termasuk orang yang biasa menggunakan kendaraan pribadi, kalaupun tidak setidaknya kita semua tahu tentang mobil dan strukturnya. Mobil dikendarai oleh seorang supir, Indonesia, Jepang termasuk negara yang mengatur lalu lintas kendaraan di sebelah kiri, sehingga supirnya duduk di sebelah kanan, namun ada juga yang mengatur lalu lintas kendaraan di sebelah kanan, sehingga sang supir duduk di sebelah kiri. Namun, bukan hal tersebut yang saya ingin bahas pada kesempatan kali ini.

Saya tertarik dengan struktur mobil, dimana dari tempat supir semua bisa dikendalikan, sistem luar biasa ketika pengendara bisa mengontrol semua keadaan di sekeliling mobilnya tanpa harus bergerak dari tempat duduknya. Mobil memang di desain untuk melaju ke arah depan, walaupun dilengkapi juga dengan kemampuan untuk mundur, oleh karena itu dibuatlah kaca yang besar di hadapan sang pengendara, diharapkan semua sudut di depan pengendara bisa masuk dalam jarak pandangnya. Tapi itu saja tak cukup, disedikan juga sebuah cermin kecil untuk melihat keadaan di belakang mobil, serta cermin lainnya di sebelah kiri dan kanan, untuk memastikan keadaan di samping.

Kalau saya boleh menyamakan, ternyata menjalani kehidupan itu mirip dengan mengendarai mobil. Mobil akan mampu berjalan dengan lancar ketika apa yang terlihat dari kaca depan punya jarak pandang yang jauh, namun apa yang terjadi jika kita berjalan di daerah berkabut misalnya, dengan jarak pandang yang pendek, kita tak bisa melajukan mobil kita dengan kecepatan maksimal. Hal ini, terkait dengan VISI, ketika seorang manusia mempunyai VISI yang jelas, tentang hidupnya, maka akan dengan mudah ia melaju ke depan, berbeda dengan orang yang VISInya baur, ia akan dihantui oleh kekhawatiran sehingga lajunya menjadi lambat.

Lalu, kenapa bagian depan mobil itu terbuat dari kaca yang lebar, agar dengan mudah bisa menjangkau segala sudut keadaan di depan, sehingga dengan mudah dan leluasa menggerakkan mobilnya untuk melaju ke depan, lain halnya jika bagian depan tak dibuat dari kaca dan dibuat dari logam, serta hanya dilengkapi kaca sebesar wajah pengendara saja, tentu hal itu akan menyulitkannya untuk melihat keadaan di depan dan mengakibatkan laju kendaraan menjadi terhambat, demikian juga manusia, mereka yang memiliki cara berpikir yang luas, akan berbeda dengan mereka yang cara berpikirnya sempit, mereka yang cara beripikirnya luas akan mampu melihat sudut-sudut yang tak terjangkau oleh mereka cara berpikirnya sempit. Walaupun melewati jalan yang sama, walaupun mengahadapi hal ayang sama maka akan memberikan hasil yang berbeda satu sama lain.

Ternyata mobil juga dilengkapi kaca spion, untuk melihat tak hanya ke depan, tapi sesekali memeriksa keadaan di belakang serta kiri dan kanan. Manusia pun tak boleh lupa dan hanya sekdar melaju ke depan saja, tapi juga harus sesekali menengok ke belakang, belajar dari kesalahan-kesalahan terdahulu untuk bisa berbuat lebih baik lagi. Manusia punya kebutuhan untuk belajar dari sejarah, tapi bukan untuk terkurung dalam masa lalu, tapi untuk dijadikan bahan melaju ke depan. Manusia pun tak boleh melupakan keadaan di samping kiri dan kanannya. Manusia tak boleh menjadi sombong dengan sehingga melupakan keadaan sekitarnya, karena apa yang terjadi di samping kita akan memberikan pengaruh terhadap jalan kita.

Mudah2an kita termasuk pengendara-pengendara kehidupan yang mampu melajukan kendaraan kita dengan lancar, dan bisa segera sampai di tempat tujuan kita masing-masing.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

4 responses to “Melajulah ke depan, tapi sesekali lihatlah ke belakang

  1. “Kalau saya boleh menyamakan, ternyata menjalani kehidupan itu mirip dengan mengendarai mobil. Mobil akan mampu berjalan dengan lancar ketika apa yang terlihat dari kaca depan punya jarak pandang yang jauh, namun apa yang terjadi jika kita berjalan di daerah berkabut misalnya, dengan jarak pandang yang pendek, kita tak bisa melajukan mobil kita dengan kecepatan maksimal. Hal ini, terkait dengan VISI, ketika seorang manusia mempunyai VISI yang jelas, tentang hidupnya, maka akan dengan mudah ia melaju ke depan, berbeda dengan orang yang VISInya baur, ia akan dihantui oleh kekhawatiran sehingga lajunya menjadi lambat.”

    hmm, kadang, kita terlalu fokus lihat ke depan sehingga nggak melihat ada kendaraan lain yang mau mendahului, atau ada kenalan di samping.. namun bila terlalu sering melihat ke belakang, kita bisa jadi kaget ketika ada sesuatu yang muncul tiba-tiba di depan kita, bahaya..
    saya sering juga dalam berkendaraan mengalami kegugupan, lihat-lihat spion, eh ada kendaraan lain tiba-tiba muncul di depan, untuk bisa gerak reflek..
    tulisan yang menarik 🙂

  2. analoginya bagus… sayang aku sendiri ga bisa nyetir.. jadi agak lama memahaminya… syukron

  3. Assalamu'alaikum afwan ana copi artikelnya yach ada di http://rohispakis.co.nr/

  4. terima kasih dah bantu menyebarkan tulisan saya..
    mudah2an bisa bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s