閉校、過疎化,少子化


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat teman2 yang mengerti kanji, mungkin sudah bisa memahami maksud tiga kanji yang telah saya tuliskan di title, buat teman2 yang belum mengerti, coba akan saya jelaskan sedikit,
閉校(heikou), kanji itu yang artinya penutupan sekolah
過疎化(kasoka), kanji itu artinya penurunan drastis jumlah penduduk di daerah pedesaan diakibatkan mengalirnya penduduk ke daerah2 perkotaan.
少子化, kanji itu artinya berkurangnya jumlah anak2.

Beberapa waktu yang lalu, saya menyaksikan sebuah acara di televisi tentang salah satu sekolah yang harus ditutup karena jumlah muridnya sangat sedikit dan tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan sekolah itu lagi. Sekolah itu berada di kawasan Kouchi-ken, di pulau Shikoku. Tahun ini menjadi tahun terakhir, dan sebelas orang murid yang saat ini belajar di sekolah itu menjadi murid terakhir dalam sejarah berdirinya sekolah itu.

Artinya, undoukai yang diselenggarakan tahun ini menjadi undoukai terakhir bagi sekolah itu. Undoukai merupakan kegiatan yang diselenggarkan oleh setiap sekolah setiap tahunnya yang  berkaitan dengan perlombaan olahraga. Akhirnya para guru, serta kesebelas murid, dibantu oleh empat orang volunteer dari mahasiswa mempersiapkan dengan baik undoukai terakhir buat sekolah tersebut.

Mulai dari mempersiapkan tempat acara, melatih anak-anak untuk menampilakan semacam tari-tari penyemangat, serta melatih anak-anak kelas bawah untuk mengendarai sepeda beroda satu dan lain-lain. Lalu mengundang para penduduk sekitar untuk hadir pada acara undoukai tersebut. Sangat tampak kalau penduduk yang masih tersisa di kawasan itu adalah penduduk usia lanjut.

Cuaca yang cerah menyambut hari H undoukai tersebut, para pengunjung mulai berdatangan, memberi semangat kepada para siswa yang berlomba. Tak sedikit juga, yang merupakan nenek atau kakek dari para siswa yang belomba tersebut. Semua bertanding, mulai dari lomba lari, lomba mengendarai sepeda beroda satu, kemudian tari-tari penyemangat, serta penampilan taiko, semua pengunjung terasa sangat terhibur menyaksikan semua penampilan itu.

Keempat orang mahasiswa yang melakukan volunteer itu pun terlihat sangat puas atas undoukai yang berjalan dengan lancar itu. Selesai acara anak-anak itu berkumpul dan memanggil keempat mahasiswa tersebut, dan mengucapkan terima kasih dan menyanyikan sebuah lagu untuk mereka, keempat mahasiswa tersebut tak sanggup membendung air matanya lagi. mereka menangis, kemudian kesebelas siswa itu pun yak mampu menahan keharuan mereka, dan mereka saling menangis dan berpelukan.

Ini salah satu potongan cerita, masih banyak lagi sekolah-sekolah yang bernasib seperti itu, diakibatkan oleh makin menurunnya jumlah penduduk di desa-desa di Jepang, kalau kita melihat pertumbuhan penduduk Jepang yang minus, serta angka kehamilan rata2 bagi wanita Jepang hanya 1,3 yang artinya setiap wanita di jepang rata-rata mengandung satu orang anak.

Sempat juga masalah ini diangkat di sebuah drama televisi, cerita tentang sebuah sekolah dasar di sebuah pulau di kawasan okinawa sana, yang untuk mempertahankan sekolah dasar tersebut akhirnya orang-orang pembesar pulau tersebut mencari anak-anak yang tinggal di panti asuhan di kota-kota besar.

Sempat terpikir (walau kayaknya gak mungkin), bagaimana kalau Jepang mengimpor pelajar2 dari negara-negara yang kepadatan penduduknya tinggi, karena pasti di negara tersebut masih banyak anak-anak kecil yang tidak mendapat kesempatan belajar. Bagaimana ya nasib negeri sakura ini selanjutnya…

Advertisements

11 responses to “閉校、過疎化,少子化

  1. iya ya mas, makin banyak beasiswa yang diberikan kepada negara dengan kepdatan penduduk tinggi.. 🙂

  2. etoo
    saya fiker, the main problem bukan karena import, karena life style (social factor) yang sudah berbeda.. sehingga jumlah wanita melahirkan juga berpengaruh ke factor itu..
    eventho japan will import many students from 3rd nations, saya fiker, that's not the solution..
    cmiiw.

  3. saya lihat kanji dikalender tanggal 3 sekarang 文化の日 hari kebudayaan 😀

    thank`s for sharring

  4. betul…yang saya tulis itu hanya sekedar pikiran pendek saya saja. karena saya pun sempat berdiskusi dengan kawan2 jepang, bukan itu solusi terbaik. memang solusi harus dari dalam.

    saya hanya sekedar berpikir..
    di negara dunia ke-3, banyak anak2 yang gak bisa sekolah, tapi di sini justru sekolah ditutup karena gak ada siswanya.,,,nanka hen da na…

  5. selain faktor life style, kayaknya masalah keuangan juga jadi salah satu faktor kenapa banyak yang memilih untuk ga punya anak, atau punya anak tapi dalam bilangan sedikit..

    tapi kalau dipikir2, kalau di jepang banyak anak kayak di Indonesia,, agak repot juga karena lahannya sempit..

  6. ada juga teori seperti itu, bahkan ada yang sempat menghitung2 bahwa sampai SMA dibutuhkan uang sekian ribu man-yen buat seorang anak. tapi lebih banyak lagi yang berpikir kalau anak-anak itu menyusahkan.

    kalau masalah tempat tinggal kayaknya bukan masalah.

  7. huhuhu jadi inget laskar pelangi pril… eh belum nonton ya?

  8. kirimin dong filmnya lad….
    belum nonton nih…

  9. Masya Allah,disaat Indonesia penduduknya padat minta ampun,di jepang justru kekurangan pelajar..

  10. somehow kasusnya sama kayak singapur 🙂

  11. hohoho….

    kurang lebih, begitulah yang terjadi di Yuge dan sekitarnya. Bulan April lalu, sudah 1 SMP tutup karena siswanya tidak lebih dari 40 anak. Ini total lho… dari kelas 1 sampe kelas 3.

    It`s just like a domino effect. harus ada gebrakan besar di Jepang, kalau ingin Jepang survive 100 tahun ke depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s