Monthly Archives: November 2008

Melajulah ke depan, tapi sesekali lihatlah ke belakang

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apakah anda termasuk orang yang biasa menggunakan kendaraan pribadi, kalaupun tidak setidaknya kita semua tahu tentang mobil dan strukturnya. Mobil dikendarai oleh seorang supir, Indonesia, Jepang termasuk negara yang mengatur lalu lintas kendaraan di sebelah kiri, sehingga supirnya duduk di sebelah kanan, namun ada juga yang mengatur lalu lintas kendaraan di sebelah kanan, sehingga sang supir duduk di sebelah kiri. Namun, bukan hal tersebut yang saya ingin bahas pada kesempatan kali ini.

Saya tertarik dengan struktur mobil, dimana dari tempat supir semua bisa dikendalikan, sistem luar biasa ketika pengendara bisa mengontrol semua keadaan di sekeliling mobilnya tanpa harus bergerak dari tempat duduknya. Mobil memang di desain untuk melaju ke arah depan, walaupun dilengkapi juga dengan kemampuan untuk mundur, oleh karena itu dibuatlah kaca yang besar di hadapan sang pengendara, diharapkan semua sudut di depan pengendara bisa masuk dalam jarak pandangnya. Tapi itu saja tak cukup, disedikan juga sebuah cermin kecil untuk melihat keadaan di belakang mobil, serta cermin lainnya di sebelah kiri dan kanan, untuk memastikan keadaan di samping.

Kalau saya boleh menyamakan, ternyata menjalani kehidupan itu mirip dengan mengendarai mobil. Mobil akan mampu berjalan dengan lancar ketika apa yang terlihat dari kaca depan punya jarak pandang yang jauh, namun apa yang terjadi jika kita berjalan di daerah berkabut misalnya, dengan jarak pandang yang pendek, kita tak bisa melajukan mobil kita dengan kecepatan maksimal. Hal ini, terkait dengan VISI, ketika seorang manusia mempunyai VISI yang jelas, tentang hidupnya, maka akan dengan mudah ia melaju ke depan, berbeda dengan orang yang VISInya baur, ia akan dihantui oleh kekhawatiran sehingga lajunya menjadi lambat.

Lalu, kenapa bagian depan mobil itu terbuat dari kaca yang lebar, agar dengan mudah bisa menjangkau segala sudut keadaan di depan, sehingga dengan mudah dan leluasa menggerakkan mobilnya untuk melaju ke depan, lain halnya jika bagian depan tak dibuat dari kaca dan dibuat dari logam, serta hanya dilengkapi kaca sebesar wajah pengendara saja, tentu hal itu akan menyulitkannya untuk melihat keadaan di depan dan mengakibatkan laju kendaraan menjadi terhambat, demikian juga manusia, mereka yang memiliki cara berpikir yang luas, akan berbeda dengan mereka yang cara berpikirnya sempit, mereka yang cara beripikirnya luas akan mampu melihat sudut-sudut yang tak terjangkau oleh mereka cara berpikirnya sempit. Walaupun melewati jalan yang sama, walaupun mengahadapi hal ayang sama maka akan memberikan hasil yang berbeda satu sama lain.

Ternyata mobil juga dilengkapi kaca spion, untuk melihat tak hanya ke depan, tapi sesekali memeriksa keadaan di belakang serta kiri dan kanan. Manusia pun tak boleh lupa dan hanya sekdar melaju ke depan saja, tapi juga harus sesekali menengok ke belakang, belajar dari kesalahan-kesalahan terdahulu untuk bisa berbuat lebih baik lagi. Manusia punya kebutuhan untuk belajar dari sejarah, tapi bukan untuk terkurung dalam masa lalu, tapi untuk dijadikan bahan melaju ke depan. Manusia pun tak boleh melupakan keadaan di samping kiri dan kanannya. Manusia tak boleh menjadi sombong dengan sehingga melupakan keadaan sekitarnya, karena apa yang terjadi di samping kita akan memberikan pengaruh terhadap jalan kita.

Mudah2an kita termasuk pengendara-pengendara kehidupan yang mampu melajukan kendaraan kita dengan lancar, dan bisa segera sampai di tempat tujuan kita masing-masing.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

kejadian masa kecil yang membuat jalan ke masa depan

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini ada cerita tentang seorang dokter Hewan, yang akrab dipanggil Baba san, beliau terlahir di Fukuoka di tahun 1948, ternyata alasan beliau untuk menjadi dokter hewan adalah kejadian yang beliau alami di waktu kecil, suatu hari ia dipesankan untuk menemani seekor domba mencari makan. Saat itu sedang musim panas, Baba san ternyata tergiur oleh ajakan teman-temannya untuk bermain air di sungai, akhirnya ia ikatkan domba itu di sebuah batang pohon, dan ia tinggalkan domba itu. Sedangkan dia bermain air bersama dengan teman-temannya di sungai, tak terasa hari telah sore, dan tiba-tiba ia teringat dengan domba yang ditinggalkannya itu. Ternyata domba tersebut telah terkapar di tanah, tak bernyawa. Si kecil Baba san, tak sanggup berkata apa-apa, yang keluar hanya tangisan. Tapi di dalam hati kecilnya, dia tak akan pernah lagi membiarkan hewan-hewan kehilangan nyawanya hanya karena kelalaian manusia.

Setelah lulus dari SMA, kemudian dia belajar tentang ilmu kedokteran hewan. Sejak saat itu, dia bertekad bulat untuk mencurahkan hidupnya menolong hewan-hewan yang malang, kemudian bersama istrinya dia membuka klinik hewan, kemudian suatu hari, datanglah anak-anak yang membawa seekor burung yang yang perlu pertolongan, kemudian dia berusaha keras untuk menyembuhkan burung itu, tapi ternyata sudah terlambat. Kejadian itu, makin membuat dirinya untuk menolong hewan-hewan, jangan sampai ada lagi ada yang karena terlambat diberikan pertolongan harus kehilangan nyawanya.

Di tahun 1991, perang yang meletus di jazirah arab membuat perhatiannya tertoleh kesana, akibat perang, begitu banyak lautan yang tercemar dan menelan banyak korban, dengan perang sendiri memakan korban manusia, ditambah lagi pencemaran memakan korban hewan juga. Tapi, ia tak punya izin untuk bisa pergi kesana, ia berpikir keras, dan ia dengar berita adanya kapal tanker yang mengalami kecelakaan di australia dan mengakibatkan lautan tercemar, akhirnya karena kemudahan untuk pergi ke australia ia, memutuskan untuk melakukan volunteer ke australia sana.

Sekembalinya dari australia, ia mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan volunteer menanggulangi akibat dari perang Teluk, bersama dengan dua orang asisten yang ia latih sendiri, ia berangkat kesana, membersihkan banyak unggas laut yang tubuhnya tertutup oleh minyak yang telah menghitamkan lautan arab. 1305 ekor unggas yang ia bersihkan dengan tangan, dan lebih dari 500 ekor yang akhirnya setelah mendapatkan rehabilitasi, berhasil dilepaskan kembali ke habitatnya.

Dan saat ini pun selain melanjutkan klinik yang dibukanya dulu, ia membuka tempat rehabilitasi bagi hewan-hewan liar yang mengalami penyakit, atau kecelakaan diakibatkan manusia. dan yang lebih membuat saya salut adalah, kliniknya yang buka 24 jam, dan setahun penuh tanpa libur. Dan ia masih menyempatkan diri berkeliling di daerah sungai tama, di sekitar rumahnya, untuk memeriksa apakah ada barang-barang yang bisa membahayakan hewan liar yang berhabitat dsana, kemudian jika ada hewan liar yang terkena penyakit dan lainnya ia membawanya ke kliniknya dan tempat rehabilitasinya.

Satu figur yang benar-benar mencurahkan segalanya untuk cita-citanya.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yappa, Shiawase desu ne…

Assalammualaikum warahmatulllahi wabarakatuh

dah lama kayaknya gak post di sini. alhamdulillah walaupun akhir2 ini dah semakin dingin udara di Tokyo, alhamdulillah keadaan badan masih bisa terkontrol. Sekolah alhamdulillah maish berjalan seperti biasa, dengan ditambah persiapan untuk ujian JLPT level 2. banyak sekali kegiatan yang dialalui hari2 ini, misalnya hari ini bersama dengan teman2 PMIJ dan PPI Kanto hiking ke daerah danau Okutama, alhamdulillah walaupun cukup banyak yang ikut, semua bisa pergi dan kembali dengan selamat, walaupun di tengah jalan kami harus kehujanan, hingga akhirnya ketika pulang dari danau pun hujan masih terus turun dnegan deras.

Lalu, hari sabtu lalu berkesempatan bertemu dengan kawan yang teklah cukup lama tak bertemu, salah seorang teman Jepang say yang sedang belajar bahasa Indonesia. Kemudian pada tanggal 2 Desember nanti dia akan maju ke lomba pidato berbahasa Indonesia di sekolahnya, maka kami banyak berdiskusi tentang teks pidato yang telah dibuatnya, kemudian dia merekam suara saya yang membacakan teks pidato tersebut.

Lalu hari minggu sore lalu, sempat berkunjung ke tempat Kaigofukushishi yang baru saja datang bulan Agustus lalu, bercerita tentang masalah2 mereka dari mulai kedatangan hingga saat ini, yappari ketika kita berbagi dengan orang lain rasanya sangat bahagia. Ketika kita hidup jauh dari keluarga bertemu dengan kawan tempat berbagi rasanya mereka sudah menjadi bagian dari keluarga terdekat kita.

Ya Allah mudah2an hamba bisa mersakan nikmat ukhuwah ini selamanya.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perjuangan…

Assalammulaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kalau orang-orang yang tinggal di negeri empat musim ditanya, Musim apa yang paling anda suka, sebagian besar mungkin akan menjawab musim semi. Banyak hal yang membuat saya berpikir seperti itu, pertama musim semi adalah perubahan antara musim dingin menuju musim panas, dari hari-hari yang dinginnya begitu mencekam berubah menjadi hari-hari yang begitu hangat. Ditambah lagi, musim semi menjadi perlambang awalnya bermula kehidupan, ketika pohon-pohon yang menggugurkan habis daunnya pada musim dingin, mulai kembali menumbuhkan daun-daunnya. Dan, banyak sekali bunga-bunga yang bermekaran di musim ini, termasuk bunga Sakura, yang menjadi simbol negeri Jepang ini. Saya sendiri pun termasuk orang yang selalu menanti datangnya musim semi.

Namun, belum lama ini saya berjalan dari stasiun menuju rumah, melewati barisan pohon-pohon sakura yang sudah mulai mengugurkan daun-daunnya. Maklum dari hari ke hari suhu makin turun, dan hari ini suhu tertinggi tak menembus 20 derajat. Musim dingin sudah semakin dekat. Ada sedikit pikiran lain yang terbersit di kepala saya. Ternyata kalau kita berpikir lebih dalam ternyata musim dingin juga lambang dari kehidupan, tepatnya musim dingin adalah lambang dari perjuangan hidup.

Saya bukanlah orang yang sangat paham dengan Biologi, jadi saya tak begitu mengerti bagaimana proses yang dialami oleh berbagai makhluk hidup menjelang musim dingin ini. Namun yang saya lihat adalah, menghadapi musim yang sangat kibishii ini. Tapi dari pandangan mata saya yang awam, semua makhluk hidup berjuang keras untuk mengahadapi tekanan udara dingin ini. Semua makhluk hidup berupaya keras mempertahankan hidupnya. Sebagai contoh, daun merupakan bagian yang sangat berarti bagi tumbuhan, tapi menjelang musim dingin ini, hampir sebagian besar tumbuhan merontokkan daun mereka(walaupun tak semua tumbuhan menggugurkan daunnya).

Ketika saya melihat pemandangan itu, tumbuhan pun mengorbankan sesuatu untuk mempertahankan kehidupannya, sesuatu yang amat penting baginya. Yappari, untuk berjuang menghadapi kehidupan, terkadang kita harus mengorbankan sesuatu yang sangat berarti bagi kita. Dan yang namanya kehidupan pasti ada cobaan, pasti ada perjuangan. Dan orang-orang yang berhak menikmati damai dan keindahan musim semi adalah mereka yang telah berjuang dan bertahan melewati musim dingin. Keindahan yang kita lihat di musim semi merupakan hasil perjuangan mereka di musim dingin. Yakinlah perjuangan akan selalu menghasilkan sesuatu yang indah.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kenyataan…

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah dua hari ini di salah satu stasiun televisi di jepang menayangkan acara khusus musim gugur ini, kemarin dibahas tentang pasangan suami-istri yang saling menyampaikan perasaannya lewat surat. Ada cerita tentang pasangan yang terpaksa harus berpisah karena zaman perang, ada cerita juga tentang seorang istri yang selalu menunggu suami pulang di saat zaman perkembangan ekonomi Jepang, karena pada zaman itu setiap pekerja dimanapun menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor. Atau cerita tentang seorang pasangan yang memulai usahanya bersama di sebuah desa di pedalaman, atau juga cerita tentang seorang istri yang tak pernah sekalipun marah kepada sang suami. Saya terhanyut ketika penyiar membacakan surat-surat tersebut. Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah seorang suami yang ketika dalam keadaan kritisnya masih mengungkapkan perasaannya melalui kertas yang ada di dekatnya, walaupun tulisannya sudah sangat sulit dibaca.

Yang lebih menarik adalah cerita hari ini, cerita tentang pasangan, yang spesial. Karena keduanya adalah tuna netra. Keduanya dikaruniai dua orang putri, dimana putri yang pertama menuruni ke-spesial-an orang tua, terlahir dengan keadaan tuna netra. Sedangkan putri yang keduanya, terlahir sebagai anak yang biasa. Saat ini umur keduanya masih dibawah 5 tahun. Namun, mereka jauh lebih dewasa dari usia mereka. Mereka, dengan keterbatasannya tak pernah segan membantu sang ibu, diperlihatkan ketika kedua anak yang lucu-lucu ini membantu sang ibu yang sedang sibuk di rumah berbelanja. Si kecil yang bisa melihat, dengan sayang menuntun tangan sang kakak. Sang kakak yang lebih besar, dengan lancar berkata-kata.

Diperlihatkan juga, ketika sang ayah mengikuti lomba maraton 100 km, mereka sekeluarga mendukung dengan luar biasa. Ketika di perjalanan mereka bertemu sang ayah yang sedang berlari dengan sekuat tenaga ditemani oleh seorang pendamping, si kecil berteriak histeris mendukung ayahnya. Otousan..Ganbatte…Ganbatte… Hingga ketika sugata ayahnya mulai tak terlihat, si kecil menangis. Pertama kali untuknya melihat sang ayah yang sedang bersusah payah menuntaskan perlombaan itu.

Alhasil, sang ayah, menempati urutan ke-41 dari 1200 orang lebih peserta laki-laki. Sebagai informasi perlombaan ini adalah perlombaan umum, bukan khusus penderita tuna netra. Suatu prestasi yang luar biasa bagi sang ayah. Dan si kecil yang dari tadi menunggu2 kedatangan sang ayah di pintu finish langsung menubruk sang ayah, dan memeluknya.

Pada suatu hari sang ibu membuat surat kepada si kecil. Ia mengungkapkan perasaannya selama ini. Ia ingin mengatakan maaf, dan juga terima kasih. Ingin sekali ia melihat wajah si kecil yang amat disayanginya itu.

Lagi-lagi merasa ditegur, ketika seorang anak yang masih begitu belia, tumbuh menjadi dewasa karena segala keterbatasannya. Masihkan kita pantas mengeluh dengan segala kelebihan kita. Karena sebetulnya kita bukanlah kekurangan tapi kita masih belum pandai mensyukuri apa yang kita miliki.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

閉校、過疎化,少子化

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat teman2 yang mengerti kanji, mungkin sudah bisa memahami maksud tiga kanji yang telah saya tuliskan di title, buat teman2 yang belum mengerti, coba akan saya jelaskan sedikit,
閉校(heikou), kanji itu yang artinya penutupan sekolah
過疎化(kasoka), kanji itu artinya penurunan drastis jumlah penduduk di daerah pedesaan diakibatkan mengalirnya penduduk ke daerah2 perkotaan.
少子化, kanji itu artinya berkurangnya jumlah anak2.

Beberapa waktu yang lalu, saya menyaksikan sebuah acara di televisi tentang salah satu sekolah yang harus ditutup karena jumlah muridnya sangat sedikit dan tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan sekolah itu lagi. Sekolah itu berada di kawasan Kouchi-ken, di pulau Shikoku. Tahun ini menjadi tahun terakhir, dan sebelas orang murid yang saat ini belajar di sekolah itu menjadi murid terakhir dalam sejarah berdirinya sekolah itu.

Artinya, undoukai yang diselenggarakan tahun ini menjadi undoukai terakhir bagi sekolah itu. Undoukai merupakan kegiatan yang diselenggarkan oleh setiap sekolah setiap tahunnya yang  berkaitan dengan perlombaan olahraga. Akhirnya para guru, serta kesebelas murid, dibantu oleh empat orang volunteer dari mahasiswa mempersiapkan dengan baik undoukai terakhir buat sekolah tersebut.

Mulai dari mempersiapkan tempat acara, melatih anak-anak untuk menampilakan semacam tari-tari penyemangat, serta melatih anak-anak kelas bawah untuk mengendarai sepeda beroda satu dan lain-lain. Lalu mengundang para penduduk sekitar untuk hadir pada acara undoukai tersebut. Sangat tampak kalau penduduk yang masih tersisa di kawasan itu adalah penduduk usia lanjut.

Cuaca yang cerah menyambut hari H undoukai tersebut, para pengunjung mulai berdatangan, memberi semangat kepada para siswa yang berlomba. Tak sedikit juga, yang merupakan nenek atau kakek dari para siswa yang belomba tersebut. Semua bertanding, mulai dari lomba lari, lomba mengendarai sepeda beroda satu, kemudian tari-tari penyemangat, serta penampilan taiko, semua pengunjung terasa sangat terhibur menyaksikan semua penampilan itu.

Keempat orang mahasiswa yang melakukan volunteer itu pun terlihat sangat puas atas undoukai yang berjalan dengan lancar itu. Selesai acara anak-anak itu berkumpul dan memanggil keempat mahasiswa tersebut, dan mengucapkan terima kasih dan menyanyikan sebuah lagu untuk mereka, keempat mahasiswa tersebut tak sanggup membendung air matanya lagi. mereka menangis, kemudian kesebelas siswa itu pun yak mampu menahan keharuan mereka, dan mereka saling menangis dan berpelukan.

Ini salah satu potongan cerita, masih banyak lagi sekolah-sekolah yang bernasib seperti itu, diakibatkan oleh makin menurunnya jumlah penduduk di desa-desa di Jepang, kalau kita melihat pertumbuhan penduduk Jepang yang minus, serta angka kehamilan rata2 bagi wanita Jepang hanya 1,3 yang artinya setiap wanita di jepang rata-rata mengandung satu orang anak.

Sempat juga masalah ini diangkat di sebuah drama televisi, cerita tentang sebuah sekolah dasar di sebuah pulau di kawasan okinawa sana, yang untuk mempertahankan sekolah dasar tersebut akhirnya orang-orang pembesar pulau tersebut mencari anak-anak yang tinggal di panti asuhan di kota-kota besar.

Sempat terpikir (walau kayaknya gak mungkin), bagaimana kalau Jepang mengimpor pelajar2 dari negara-negara yang kepadatan penduduknya tinggi, karena pasti di negara tersebut masih banyak anak-anak kecil yang tidak mendapat kesempatan belajar. Bagaimana ya nasib negeri sakura ini selanjutnya…