Kereta


assalammualaikum warahamtullahi wabarakatuh

Bagi sebagian besar orang ketika mendengar kata Jepang maka akan terbayang sakura, atau gunung Fuji, atau samurai. Tapi bagi mereka yang sudah sering datang ke Jepang atau sudah cukup lama tinggal di Jepang, terutama di kota-kota besar, mungkin akan mendapatkan sebuah stereotype baru, yaitu bahwa Jepang adalah kereta.  Kereta sendiri bisa dibilang menjadi tulang punggung transportasi Jepang, kereta di Jepang sendiri dibagi paling tidak menjadi 3 bagian, yaitu yang dimiliki pemerintah pusat yaitu JR, ada juga yang dimiliki swasta, kalau di Tokyo misalnya ada Odakyu, Keio, Tokyo, dll, ada juga subway yang dimiiliki oleh pemerintah daerah setempat.

Ketika membicarakan kereta, memang banyak sekali keuntungan dari transportasi ini tapi yang paling menonjol adalah kereta merupakan transportasi massal. Kebetulan sejak pertama kali datang ke Jepang hingga saat ini, sekolah saya ada di salah satu daerah yang menjadi jantungnya kota Tokyo, yaitu Shinjuku, menurut data tahun 2007, setiap harinya ada sekitar 3.64 juta orang mondar-mandir di stasiun ini, sehingga menjadikan stasiun terpadat di dunia dari segi jumlah penumpang yang menggunakan jasa kereta di stasiun ini.

Hari pertama saya menginjakkan kaki di Jepang, siang harinya kami langsung diajak oleh para senior untuk ke stasiun ini, saya hanya ternganga melihat orang yang berseliweran kesana kemari dengan kecepatan jalan khas orang Tokyo. Di sekitar shinjuku memang banyak gedung-gedung yang menjadi pusat pemerintahan, atau perusahaan.

Kembali lagi kepada kereta, keempat pulau terbesar di Jepang, Honsu, Hokaido, Shikoku, dan Kyushu telah terhubungkan oleh kereta, dalam hal ini JR (Japan Railway). Saya sendiri alhamdulillah sudah sempat merasakan perjalanan dari pulau Honsu ke Kyushu, pada bulan Maret lalu dengan memanfaatkan salah satu program promosi JR kepada mereka yang suka petualangan. Yaitu seishun jyuhachi kippu, ketika kita membeli sebuah tiket, kita akan mendapatkan jatah selama lima hari untuk satu orang naik kereta lokal, ataupun rapid di JR line dimanapun. Promosi ini biasanya dimanfaatkan oleh para anak muda untuk bertualang ke daerah-daerah di seluruh Jepang, dengan harga yang relatif murah.

Sistem tarif kereta di Jepang didasarkan pada jarak, dengan perhitungan antar stasiun. Untuk satu line sendiri, ada beberapa jenis kereta misalnya lokal, rapid, ekspres, nah kalau yang lokal itu berhenti setiap stasiun, sedangkan yang rapid itu misalnya setiap 3 stasiun, dan yang ekspres itu berhenti setiap 5 stasiun(walaupun sebenarnya penentuannya tidak seperti itu, biasanya ditentukan dari tempat2 dimana penumpang banyak turun atau menjadi tempat untuk transfer ke line lain). Nah, ketika kita naik kereta dari stasiun A ke stasiun B, dengan menggunakan kereta jenis lokal, rapid, ataupun ekspres maka akan sama saja bayarannya.
Kecuali kalau kita naik kereta eksekutif, maka akan ada bayaran tambahan.

Tapi yang menarik bagi saya, adalah perencanaan dari pembangunan jalur-jalur kereta itu terlihat begitu matang, di pusat-pusat kota, di jalan-jalan negara, hampir tidak ada lagi persimpangan antara jalan raya dan jalur kereta. Kemudian penggunaan stasiun bersama sebagai tempat transfer antar line, sekedar di ketahui, di Shinjuku stasiun sendiri ada JR, Odakyu, Keio, Tokyo Metro, dan Toei Subway, yang masing-masing punya beberapa line lagi.
Sebagai refrensi saya copykan peta jalur kereta di Tokyo, dimana yang diberi warna itu adalah subway, sedangkan yang lain ada JR, dan ada juga yang swasta.

Bagi line-line yang mempunyai kereta-kereta jenis Rapid Ekspres yang hanya berhenti di stasiun-stasiun besar saja, kadang menjadi jalur yang disukai oleh orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya, dan hal ini sangat membuat geram para penumpang karena bisa membuat kereta terlambat mulai dari sekian menit hingga hitungan jam. Tapi ketika kereta terlambat, kita tak perlu takut, karena kita akan mendapatkan surat pernyataan keterlambatan dari line yang bersangkutan. Surat itu berisi permohonan maaf dan keterangan keterlambatan, jika kita terlambat, maka jangan lupa membawa surat itu, dan menyerahkan ke guru, atau ke tempat kerja kita, supaya kita terhitung tidak hadir dari awal.

Begitu menariknya kereta di Jepang dengan berbagai jenisnya membuat lahirnya sekelompok orang yang sangat tergila-gila dengan kereta, mereka mengetahui segala seluk beluk tentang kereta, bahkan mereka pergi memburu foto-foto berbagai jenis kereta. Merekalah para Otaku.
Kalau saya hanya sekdar kagum saja terhadap kereta di Jepang, insyaallah bukan Otaku..he..he..

Mudah2an bermanfaat…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*pengen banget naik shinkansen..

Advertisements

4 responses to “Kereta

  1. teman saya ada yang otaku…
    tergila-gila ma kereta api…
    btw, kapan saya diajak ke jepang nih….
    hehehe…

  2. wah.. ada temen otaku juga mas..
    ke jepang ya mas..kapan ya..gak bisa janji nih mas..

  3. さすがに新宿駅は複雑すぎて嫌い。jadi inget dulu tahun pertama sering nyasar di sana (地下でも地上でも).
    sepertinya saya makin lama makin jadi otaku sejak datang ke tokyo ni (tapi insyaAllah belum jadi 電車男 hehe.)

  4. tinggal naek ae.. gmn sih? ke osaka yuk naek shinkansen. masih ingat sakusen kita dulu 😀 bener nih yuk ke sana. tp aku lebih milih make 18 kippu lebih enak di perjalanan dan cocok buat kantong mahasiswa ku hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s