Masjid…


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah sebulan lebih ini saya rutin shalat Jumat di masjid Jami’e Tokyo. Masjid yang pertama kali dibangun pada tahun 1938 ini memang punya letak yang cukup strategis, bisa ditempuh menggunakan kereta, Odakyu Line hanya sekitar 15 menit dari Shinjuku. Pada tahun 1986 masjid ini dibangun ulang,dan hasilnya adalah bangunan yang masih bisa kita lihat sampai hari ini. Menampilkan ciri khas budaya Turki, dengan kubah yang besar dan megah, serta bagian dalam yang dihiasi dengan kaligrafi yang menjadi daya tarik sendiri bagi para pecinta seni. Mungkin untuk daerah Tokyo dan sekitarnya ini merupakan masjid yang mampu menampung jamaah paling banyak.

Aku teringat ketika shalat Jumat pertama kali di Jepang. aku diantar oleh senpai-ku ke masjid ini, dan aku tak tahan untuk menitikkan air mata, ketika begitu rindunya aku dengan suara adzan. Supaya tidak menggangu masyarakat sekitar masjdi-masjid di Jepang dibuat supaya suara adzan hanya bisa didengar di dalam masjid.

Jamaah masjid ini tentu saja di dominasi oleh warga Turki yang tinggal di Tokyo, namun bagaimanapun juga jika hari biasa tidak banyak jamaah yang datang. Jamaah akan cukup banyak jika shalat jumat. Ada jamaah dari Afrika, Indonesia, Malaysia, India, jazirah Arab, tentu orang Jepang juga ada. 

Sebelum ini biasanya saya shalat Jumat dengan kawan-kawan dari Arab Saudi dan dari Indonesia yang sedang belajar bahasa Jepang di dekat sekolah saya. Kami menggunakan sebuah aula yang ada di sekolah itu dan kami menyelenggarakan shalat jumat, kadang dalam bahasa Inggris, kadang dalam bahasa Arab. Sejak saat itu agak sedikit menyesal, coba bisa bahasa Arab, kan bisa mengerti khutbahnya.

Tapi entah kenapa, shalat Jumat di masjid membawa perasaan kelegaan tersendiri. Perasaan yang tak pernah dirasakan ketika shalat di tempat lain. kalau dalam bahasa Jepang ochitsuku, entah kenapa perasaan tuh jadi lega, hati jadi tenteram. Atau itulah perasaan rindu terhadap masjd yang hanya bisa bertemu seminggu sekali. Tapi itulah masjid, tempat mengadu ketika hati gundah gulana. Ya, Allah tempatkanlah aku di tempat dimana aku tak terpisah dengan “rumah” Mu.

Advertisements

3 responses to “Masjid…

  1. Memang hati itu merindukan mesjid……
    Alhamdulillah ana dah dapat mesjid yg manteb (kehidupan ibadahnya) di kampus UIA

    Mau nyusul? ambil ekonomi aja di shinshu daigaku(lanjutin dakwah di sono), trus lanjut ke KL… 😀

    Menghidupkan masjid2 yg tak berbentuk mesjid sbgmn bnyk terdapat di pelosok2 jepang memiliki ruh tersendiri loh… bahkan menurut ana lebih memantapkan drpd mesji2 yg terlalu mewah/bnyk hiasan…..

  2. apa kabar nih bang syaikhul…
    sudah di Kl ya…
    ya..doakan aja bang..mudah2an lancar dsini…

  3. alhamdulillah kabar baik, dah lama di KL nya…
    semoga antum juga lancar2 aja di sana

    barokallahu fiik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s