Daily Archives: October 17, 2008

Masjid…

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah sebulan lebih ini saya rutin shalat Jumat di masjid Jami’e Tokyo. Masjid yang pertama kali dibangun pada tahun 1938 ini memang punya letak yang cukup strategis, bisa ditempuh menggunakan kereta, Odakyu Line hanya sekitar 15 menit dari Shinjuku. Pada tahun 1986 masjid ini dibangun ulang,dan hasilnya adalah bangunan yang masih bisa kita lihat sampai hari ini. Menampilkan ciri khas budaya Turki, dengan kubah yang besar dan megah, serta bagian dalam yang dihiasi dengan kaligrafi yang menjadi daya tarik sendiri bagi para pecinta seni. Mungkin untuk daerah Tokyo dan sekitarnya ini merupakan masjid yang mampu menampung jamaah paling banyak.

Aku teringat ketika shalat Jumat pertama kali di Jepang. aku diantar oleh senpai-ku ke masjid ini, dan aku tak tahan untuk menitikkan air mata, ketika begitu rindunya aku dengan suara adzan. Supaya tidak menggangu masyarakat sekitar masjdi-masjid di Jepang dibuat supaya suara adzan hanya bisa didengar di dalam masjid.

Jamaah masjid ini tentu saja di dominasi oleh warga Turki yang tinggal di Tokyo, namun bagaimanapun juga jika hari biasa tidak banyak jamaah yang datang. Jamaah akan cukup banyak jika shalat jumat. Ada jamaah dari Afrika, Indonesia, Malaysia, India, jazirah Arab, tentu orang Jepang juga ada. 

Sebelum ini biasanya saya shalat Jumat dengan kawan-kawan dari Arab Saudi dan dari Indonesia yang sedang belajar bahasa Jepang di dekat sekolah saya. Kami menggunakan sebuah aula yang ada di sekolah itu dan kami menyelenggarakan shalat jumat, kadang dalam bahasa Inggris, kadang dalam bahasa Arab. Sejak saat itu agak sedikit menyesal, coba bisa bahasa Arab, kan bisa mengerti khutbahnya.

Tapi entah kenapa, shalat Jumat di masjid membawa perasaan kelegaan tersendiri. Perasaan yang tak pernah dirasakan ketika shalat di tempat lain. kalau dalam bahasa Jepang ochitsuku, entah kenapa perasaan tuh jadi lega, hati jadi tenteram. Atau itulah perasaan rindu terhadap masjd yang hanya bisa bertemu seminggu sekali. Tapi itulah masjid, tempat mengadu ketika hati gundah gulana. Ya, Allah tempatkanlah aku di tempat dimana aku tak terpisah dengan “rumah” Mu.

Advertisements