Monthly Archives: October 2008

alam dan manusia, ada apa diantara kita?

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

hari ini lagi-lagi nonton berita yang membuat saya berdecak kagum, setelah akhir2 ini berita Jepang banyak didominasi oleh Yen yang makin lama nilai tukarnya terus menguat, dan mengakibatkan banyak efek negatif di dalam negeri sendiri, atau berita tentang kasus di tahun 2004 perempuan yang dapet lottery sebesar 2 oku yen, yang tak lama kemudian menghilang dan ternyata dibunuh oleh seorang pria, dan baru saja ditangkap baru2 ini.

ya, berita yang membuat saya berdecak kagum adalah, cerita tentang orang2 Jepang yang hatinya terikat oleh alam. Ada cerita seorang bapak yang berusia 60 dai ini, setiap hari naik gunung tertinggi di negeri sakura ini, dan yang paling membuat saya shock adalah beliau naik dan turun dari gunung fuji ini hanya membutuhkan waktu 4 jam 50 menit. pengalaman saya sendiri, saya baru bisa mencapai puncak setelah berjalan+istirahat selama 7 jam, dan turun butuh waktu 3 jam.

cerita kedua adalah tentangs eorang rocker yang rindu akan wajah sungai di kota-kota besar di jepang, dalam hal ini tokyo, laki-laki ini kelahiran shibuya, dan dia belum pernah dapat kesempatan merasakan bermain air di sungai, karena ternyata sungai-sungai yanga da di shibuya sudah dibuat saluran pipa-besar bawah tanah semua, dia merasa kehilangan pemandangan sungai. dia memetakan, dan mencari dimana saja letak sungai2 yang kini sekrang telah hilang menjadi saluran2 pipa bawah tanah, bahkan ia mengajukan izin untuk bisa berjalan di sungai-sungai gelap bawah tanah itu.

ternyata alam itu punya miryoku luar biasa yang bisa membuat jiwa2 manusia terikat kepadanya, ya alam adalah sahabat manusia, bagaimanapun keaadaan kita, dimanapun kita, pasti ada saat2 kita untuk bersentuhan langsung dengan alam. kadang ketika kita sejenak istirahat dari pekerjaan kita, dan bersentuhan langsung dengan ciptaan luar biasa Yang Maha Kuasa ini kita mendapatkan sebuah kekuatan sendiri untuk bisa membuat tubuh dan jiwa kita kembali fresh

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*yang berniat pengen naik gunung fuji setiap tahunnya.

Advertisements

Kadang gak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

tadi sedang periksa foto-foto di folder, terus menemukan foto zaman SMA ini. Natsukashii na.. Foto ini diambil pada waktu kelas 3 SMA di semester terakhir. Jadi teringat beberapa plan yang saya rencanakan selepas SMA, plan A saya ingin sekolah ke luar negeri, saat itu satu-satunya cara yang saya ketahui, dimana senpai saya pun sudah ada yang disana, yaitu tes NTU, Singapore. Ada kurang lebih sepuluh orang yang lulus tes berkas dan kemudian berhak mengikuti ujian tertulis di Kanisius Jakarta. Pengalaman yang saya ingat saat itu, ketika waktu ujian berbentrokan dengan waktu shalat maghrib, dimana kami mengambil pilihan untuk datang telat, dengan shalat terlebih dahulu di salah satu ruang kelas disana(maklum gak ada musholanya).

Ternyata plan A tidak berhasil, dan tahun tersebut memang tak ada seorangpun dari angkatan saya yang berhasil menembus NTU, maka saya beranjak ke plan B. Saya akan tes akademi militer. Foto ini seingat saya diambil saat saya sedang sibuk mempersiapkan ujian Akademi Militer. Foto ini diambil di rumah teman saya, yang sangat mendukung saya untuk masuk ke Akmil, kebetulan keluarganya banyak yang tentara, maka saya disuruh mengenakan pakaian om.nya dan diambil fotonya.

Di sekolah, selain saya ada seorang teman yang memang ingin juga masuk Akmil, maka kami berdua bekerjasama selain sebagai partner tapi juga sebagai rival. Saya masih teringat, hari-hari itu membuat saya akhirnya turun sekitar 5 kg, ketika hari-hari libur saya diisi dengan lari, lari, renang, lari, ,,, begitu seterusnya. Setiap hari latihan push up, sit up. Taihen datta.. Lalu kami daftar, pertama adalah seleksi berkas, dan kami berdua pun lulus. Kemudian dilanjutkan dengan tes kesehatan, hampir satu hari kami berada di rumah sakit tentara di jakarta pusat itu. Dan alhamdulillah kami berdua pun lulus. Nah, berikutnya adalah ujian yang cukup membuat kami kinchou shita, ujian fisik. Sedikit perasaan ragu apakah sudah cukup atau belum persiapan, kami maju ke ujian fisik, yappari dame datta. Ternyata ujian fisik lebih berat daripada yang kami bayangkan. Alhasil saya tak bisa membuat foto diatas menjadi kenyataan.

Plan B pun lewat, saya beralih ke plan C, saya memutuskan untuk memilih Teknik Elektro UI di SPMB saya. Dibantu oleh kakak saya, akhirnya saya mendapat kesempatan untuk ikut persiapan SPMB di Bimbel. Saya manfaatkan betul, saya tak ingin plan kali ini gagal.  Alhamdulillah Allah mengizinkan saya untuk merasakan belajar di salah satu universitas yang saya dambakan sejak SMP itu, universitas yang menyandang nama bangsa Indonesia. Antisipasi plan D saya pun lulus, yaitu Bea Cukai STAN. Namun saya memutuskan untuk memilih UI.

Namun, ternyata nasib saya di UI hanya 1,5 tahun saja. Saya tak pernah terpikir untuk bisa menginjakkan kaki ke negeri sakura ini. Sejak kegagalan saya untuk pergi ke NTU, sepertinya saya dah menutup dalam-dalam mimpi kuliah ke luar negeri. Tapi Allah menunjukkan jalan-jalan yang sama sekali tak saya duga. tapi saya sangat bersyukur, dan saya yakin bahwa ini keputusan terbaik yang Allah berikan kepada saya.

Kadang hidup memang tak selalu berjalan sesuai dengan apa ayang kita inginkan. Karena belum tentu apa yang kita inginkan itu terbaik buat diri kita. Maka jangan pernah berhenti untuk meminta petunjuk kepada Yang Maha Mengetahui, dan mensyukuri apa yang diberikan-Nya kepada kita. Tapi tunjukkanlah pada-Nya usaha kita yang paling optimal.

もう秋だね。。

お久しぶりです。。。
もう秋になりましたね。。
最近秋晴れで空が綺麗ですね。。
今日も凄く暖かくて空が青くて綺麗ですね。

秋の空っていう言葉を聴いたら去年のことを思い出しました。
先生が教えてくれました。
”バンダラ君、秋の空という言葉知ってる?”
”その言葉はどういう意味ですか?”
”バンダラ君は男性だからこの言葉を覚えた方がいいよ”
”どうしてですか?”
”秋の空というのは女の子の心だよ”
”えっ女の子の心?”
”秋の空はね。。変わりやすくて晴れになったり雲になったりするよ、だから女の子の心と同じだよ”

本当にそうなのかな。。

Kereta

assalammualaikum warahamtullahi wabarakatuh

Bagi sebagian besar orang ketika mendengar kata Jepang maka akan terbayang sakura, atau gunung Fuji, atau samurai. Tapi bagi mereka yang sudah sering datang ke Jepang atau sudah cukup lama tinggal di Jepang, terutama di kota-kota besar, mungkin akan mendapatkan sebuah stereotype baru, yaitu bahwa Jepang adalah kereta.  Kereta sendiri bisa dibilang menjadi tulang punggung transportasi Jepang, kereta di Jepang sendiri dibagi paling tidak menjadi 3 bagian, yaitu yang dimiliki pemerintah pusat yaitu JR, ada juga yang dimiliki swasta, kalau di Tokyo misalnya ada Odakyu, Keio, Tokyo, dll, ada juga subway yang dimiiliki oleh pemerintah daerah setempat.

Ketika membicarakan kereta, memang banyak sekali keuntungan dari transportasi ini tapi yang paling menonjol adalah kereta merupakan transportasi massal. Kebetulan sejak pertama kali datang ke Jepang hingga saat ini, sekolah saya ada di salah satu daerah yang menjadi jantungnya kota Tokyo, yaitu Shinjuku, menurut data tahun 2007, setiap harinya ada sekitar 3.64 juta orang mondar-mandir di stasiun ini, sehingga menjadikan stasiun terpadat di dunia dari segi jumlah penumpang yang menggunakan jasa kereta di stasiun ini.

Hari pertama saya menginjakkan kaki di Jepang, siang harinya kami langsung diajak oleh para senior untuk ke stasiun ini, saya hanya ternganga melihat orang yang berseliweran kesana kemari dengan kecepatan jalan khas orang Tokyo. Di sekitar shinjuku memang banyak gedung-gedung yang menjadi pusat pemerintahan, atau perusahaan.

Kembali lagi kepada kereta, keempat pulau terbesar di Jepang, Honsu, Hokaido, Shikoku, dan Kyushu telah terhubungkan oleh kereta, dalam hal ini JR (Japan Railway). Saya sendiri alhamdulillah sudah sempat merasakan perjalanan dari pulau Honsu ke Kyushu, pada bulan Maret lalu dengan memanfaatkan salah satu program promosi JR kepada mereka yang suka petualangan. Yaitu seishun jyuhachi kippu, ketika kita membeli sebuah tiket, kita akan mendapatkan jatah selama lima hari untuk satu orang naik kereta lokal, ataupun rapid di JR line dimanapun. Promosi ini biasanya dimanfaatkan oleh para anak muda untuk bertualang ke daerah-daerah di seluruh Jepang, dengan harga yang relatif murah.

Sistem tarif kereta di Jepang didasarkan pada jarak, dengan perhitungan antar stasiun. Untuk satu line sendiri, ada beberapa jenis kereta misalnya lokal, rapid, ekspres, nah kalau yang lokal itu berhenti setiap stasiun, sedangkan yang rapid itu misalnya setiap 3 stasiun, dan yang ekspres itu berhenti setiap 5 stasiun(walaupun sebenarnya penentuannya tidak seperti itu, biasanya ditentukan dari tempat2 dimana penumpang banyak turun atau menjadi tempat untuk transfer ke line lain). Nah, ketika kita naik kereta dari stasiun A ke stasiun B, dengan menggunakan kereta jenis lokal, rapid, ataupun ekspres maka akan sama saja bayarannya.
Kecuali kalau kita naik kereta eksekutif, maka akan ada bayaran tambahan.

Tapi yang menarik bagi saya, adalah perencanaan dari pembangunan jalur-jalur kereta itu terlihat begitu matang, di pusat-pusat kota, di jalan-jalan negara, hampir tidak ada lagi persimpangan antara jalan raya dan jalur kereta. Kemudian penggunaan stasiun bersama sebagai tempat transfer antar line, sekedar di ketahui, di Shinjuku stasiun sendiri ada JR, Odakyu, Keio, Tokyo Metro, dan Toei Subway, yang masing-masing punya beberapa line lagi.
Sebagai refrensi saya copykan peta jalur kereta di Tokyo, dimana yang diberi warna itu adalah subway, sedangkan yang lain ada JR, dan ada juga yang swasta.

Bagi line-line yang mempunyai kereta-kereta jenis Rapid Ekspres yang hanya berhenti di stasiun-stasiun besar saja, kadang menjadi jalur yang disukai oleh orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya, dan hal ini sangat membuat geram para penumpang karena bisa membuat kereta terlambat mulai dari sekian menit hingga hitungan jam. Tapi ketika kereta terlambat, kita tak perlu takut, karena kita akan mendapatkan surat pernyataan keterlambatan dari line yang bersangkutan. Surat itu berisi permohonan maaf dan keterangan keterlambatan, jika kita terlambat, maka jangan lupa membawa surat itu, dan menyerahkan ke guru, atau ke tempat kerja kita, supaya kita terhitung tidak hadir dari awal.

Begitu menariknya kereta di Jepang dengan berbagai jenisnya membuat lahirnya sekelompok orang yang sangat tergila-gila dengan kereta, mereka mengetahui segala seluk beluk tentang kereta, bahkan mereka pergi memburu foto-foto berbagai jenis kereta. Merekalah para Otaku.
Kalau saya hanya sekdar kagum saja terhadap kereta di Jepang, insyaallah bukan Otaku..he..he..

Mudah2an bermanfaat…

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*pengen banget naik shinkansen..

Masjid…

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah sebulan lebih ini saya rutin shalat Jumat di masjid Jami’e Tokyo. Masjid yang pertama kali dibangun pada tahun 1938 ini memang punya letak yang cukup strategis, bisa ditempuh menggunakan kereta, Odakyu Line hanya sekitar 15 menit dari Shinjuku. Pada tahun 1986 masjid ini dibangun ulang,dan hasilnya adalah bangunan yang masih bisa kita lihat sampai hari ini. Menampilkan ciri khas budaya Turki, dengan kubah yang besar dan megah, serta bagian dalam yang dihiasi dengan kaligrafi yang menjadi daya tarik sendiri bagi para pecinta seni. Mungkin untuk daerah Tokyo dan sekitarnya ini merupakan masjid yang mampu menampung jamaah paling banyak.

Aku teringat ketika shalat Jumat pertama kali di Jepang. aku diantar oleh senpai-ku ke masjid ini, dan aku tak tahan untuk menitikkan air mata, ketika begitu rindunya aku dengan suara adzan. Supaya tidak menggangu masyarakat sekitar masjdi-masjid di Jepang dibuat supaya suara adzan hanya bisa didengar di dalam masjid.

Jamaah masjid ini tentu saja di dominasi oleh warga Turki yang tinggal di Tokyo, namun bagaimanapun juga jika hari biasa tidak banyak jamaah yang datang. Jamaah akan cukup banyak jika shalat jumat. Ada jamaah dari Afrika, Indonesia, Malaysia, India, jazirah Arab, tentu orang Jepang juga ada. 

Sebelum ini biasanya saya shalat Jumat dengan kawan-kawan dari Arab Saudi dan dari Indonesia yang sedang belajar bahasa Jepang di dekat sekolah saya. Kami menggunakan sebuah aula yang ada di sekolah itu dan kami menyelenggarakan shalat jumat, kadang dalam bahasa Inggris, kadang dalam bahasa Arab. Sejak saat itu agak sedikit menyesal, coba bisa bahasa Arab, kan bisa mengerti khutbahnya.

Tapi entah kenapa, shalat Jumat di masjid membawa perasaan kelegaan tersendiri. Perasaan yang tak pernah dirasakan ketika shalat di tempat lain. kalau dalam bahasa Jepang ochitsuku, entah kenapa perasaan tuh jadi lega, hati jadi tenteram. Atau itulah perasaan rindu terhadap masjd yang hanya bisa bertemu seminggu sekali. Tapi itulah masjid, tempat mengadu ketika hati gundah gulana. Ya, Allah tempatkanlah aku di tempat dimana aku tak terpisah dengan “rumah” Mu.

Semester Baru

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulillah, sejak tanggal 22 September lalu, sudah dimulai pelajaran untuk semester 2, semester kali ini, pembagian jadwal cukup menarik, karena ada beberapa hari dimana hanyak ada satu mata pelajaran saja, sehingga siswa didik terfokus, didesain dengan kuliah hingga jam istirahat dan setelah jam istirahat adalah praktikum, semester ini masih mendalami bahasa C, algoritma, dan ditambah dengan bahasa baru C#, terus network, serta beberapa pelajran tambahan seperti tips2 mencari dan mengikuti tes untuk bekerja di Jepang.

Salah satu yang membuat saya senang semester ini adalah,hari jumat saya hanya belajar hingga pukul 12.10 saja. Artinya saya bisa shalaj jumat di masjid setiap minggunya. Selama satu tahun setengah ini, saya selalu bergabung dengan teman2 di salah satu sekolah bahasa Jepang di dekat sekolah saya. Karena shalat jumat di masjdi selalu disesuaikan dengan orang2 yang bekerja yaitu dimulai pukul 13.00, padahal rata2 pelajar beristirahat pada pukul 12-13.

Beberapa pencapaian untuk semester ini adalah, selain nilai di sekolah tentunya, bulan Desember ini insyaallah berusaha untuk bisa lulus JLPT level 1, dan harus sudah mulai mempersiapkan persiapan ujian hennyu ke daigaku di tahun depan. Mohon doanya dari teman2 semua biar semua bisa saya lewati dengan baik.

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Idul Fitri 1429 H-ku

assalammualaikum warahmtullahi wabarakatuh

Saat malam takbiran, dua orang teman, yang datang dari Chiba dan dari Shizuoka, serta seorang kawan dari Kanagawa, kami berempat hisashiburi ni berkumpul dan makan di tempat dimana dulu ketika kami masih kumpul di tokyo, sering sekali kami kunjungi, tabehoudai india curry. Kami makan sampai puas, setekah berbuka puasa dan shalat maghrib di masjid jami’ Tokyo.

Malam itu, kawan dari kanagawa dan kawan dari chiba menginap di kamarku. Supaya bisa bangun pagi ,kami lekas tidur, padahal biasanya ketika kami berkumpul kami bisa mengobrol sampai pagi. Setelah subuh kami memutuskan untuk tidak tidur lagi. Berberes-beres diri dan meluncur ke Sekolah Republik Indonesia Tokyo, yang berada di kawasan meguro. pagi itu ketika kami berangkat masih hujan rintik-rintik, tapi tak lama kemudian hujan berhenti memberi kami kesempatan untuk melaksanakan Shalat Iedul Fitri di lapangan. Kami duduk bersama, mengumandangkan takbir. Sebagian besar jamah memang orang Indonesia, tapi ada beberapa muslim dari negara lain juga yang turut bergabung.

Sekitar pukul 08.45, dimulai pelaksanaan shalat Ied dan khutbah, kemudian kami saling bersalaman, meminta maaf satu sama lain. Setelah selesai semua siap meluncur ke kediaman Bapak Kedubes, karena akan diadakan Open House dsana, dan kami bisa makan sepuasanya. Namun karena hari itu adalah hari biasa, dan saya harus kembali ke sekolah.
Memang sedikit ada perasaan sedih, namun bukankah sekolah pun tanggung jawab.

Memang tahun ini saya tak bisa makan ketupat, memang tahun ini saya tak bisa makan opor ayam, memang tahun ini saya tak bisa makan rendang. Tapi tahun ini saya pun bisa menikmati Idul Fitri 1429 H, walau saya harus ke sekolah, belajar hingga sore. Alhamdulillah, tahun ini pun diberi kesempatan menyelesaikan Ramadhan. Ya Allah, terimalah segala amal ibadahku yang penuh kekurangan ini, dan pertemukanlah aku dengan Ramadhan di tahun mendatang.

Mohon maaf atas segala kesalahan selama ini..

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh