Apakah kita hanya diam???


Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tersebutlah dalam suatu zaman dua puluh enam orang, kita sebut saja si A hingga si Z melakukan perjalanan bersama dengan sebuah kapal yang besar. Di hari yang ditetapkan berlayarlah keduapuluh enam orang ini mengarungi samudera nan luas. Karena besarnya kapal layar ini setiap orang tak henti-hentinya mengelilingi bagian kapal bergerak kesana kemari, menikmati birunya laut dan langit serta gugusan awan yang bergerak kesana dan kemari dengan anggun. Hingga suatu hari si A melihat ada sebuah lubang kecil di dasar kapal layar mereka, dalam hatinya id bergumam, ” ah tidak apa-apa nanti juga si B yang akan menambal lubang itu” dan ia kemblai melanjutkan perjalanannya mengelilingi kapal layar itu, kemudian si B datang dan melihat lubang itu, di bergumam, ” ah, tidak apa-apa nanti juga si C yang akan menambal lubang itu”, singkat cerita setiap orang hingga si Z, setiap melihat lubang itu saling mengandalkan teman yang lainnya tanpa bertindak apapun, alhasil lubang kecil itu dibantu oleh tekanan air laut perlahan membesar dan air laut membanjiri kapal itu semakin banyak, hingga keduapuluhenam orang penumpangnya panik luar biasa, namun mereka terlambat. Tenggelamlah mereka semua.

Saudaraku, setiap kita melihat ketidakberesan di depan mata kita, haruskah kita membiarkannya dengan berharap masih banyak orang yang akan menangani hal tersebut.
Haruskah kita menunggu, menunggu orang lain untuk membereskan hal tersebut, padahal ketidakberesan itu semakin lama semakin besar dan memberi efek yang semakin terasa tak hanya bagi diri kita tapi juga bagi orang-orang di sekitar kita.

63 tahun sudah bangsa kita merdeka, banyak sekali perubahan yang terjadi di dalamnya. Tapi kita pun tahu banyak juga ketidakberesan di dalamnya. Haruskah kita hanya menjdai bagian dari orang-orang yang diam melihat luka bangsa yang semakin lama rasanya semakin kronis, atau kita hanya menjadi bagian dari orang-orang yang hanya menambah luka itu semakin pedih dengan cemoohan dan hinaan kepada bangsa kita sendiri.

Saudaraku, marilah kita jadi bagian dari orang-orang yang memperbaiki dan menyembuhkan luka bangsa ini. Karena kalau kita tidak kita lalu siapa, kalau tidak sekarang lalau siapa. Haruskah kita menunggu dan menyaksikan kehancuran bangsa kita, seperti tenggelamnya kapal itu tadi. Mari kita tambal sedikit demi sedkiti lubang itu. Mari kita bersinergi satu sama lain, apapun kemampuan kita, mari kita goreskan karya-karya kita.

Kalau seandainya kita tak bisa mersakan zaman dimana bangsa ini berjaya tapi pastikan bahwa kita termasuk dari bagian orang-orang yang membangun bata-bata kejayaan itu.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

One response to “Apakah kita hanya diam???

  1. Bangktlah Negeriku harapan itu masih ada……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s