Daily Archives: August 21, 2008

Apakah kita hanya diam???

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tersebutlah dalam suatu zaman dua puluh enam orang, kita sebut saja si A hingga si Z melakukan perjalanan bersama dengan sebuah kapal yang besar. Di hari yang ditetapkan berlayarlah keduapuluh enam orang ini mengarungi samudera nan luas. Karena besarnya kapal layar ini setiap orang tak henti-hentinya mengelilingi bagian kapal bergerak kesana kemari, menikmati birunya laut dan langit serta gugusan awan yang bergerak kesana dan kemari dengan anggun. Hingga suatu hari si A melihat ada sebuah lubang kecil di dasar kapal layar mereka, dalam hatinya id bergumam, ” ah tidak apa-apa nanti juga si B yang akan menambal lubang itu” dan ia kemblai melanjutkan perjalanannya mengelilingi kapal layar itu, kemudian si B datang dan melihat lubang itu, di bergumam, ” ah, tidak apa-apa nanti juga si C yang akan menambal lubang itu”, singkat cerita setiap orang hingga si Z, setiap melihat lubang itu saling mengandalkan teman yang lainnya tanpa bertindak apapun, alhasil lubang kecil itu dibantu oleh tekanan air laut perlahan membesar dan air laut membanjiri kapal itu semakin banyak, hingga keduapuluhenam orang penumpangnya panik luar biasa, namun mereka terlambat. Tenggelamlah mereka semua.

Saudaraku, setiap kita melihat ketidakberesan di depan mata kita, haruskah kita membiarkannya dengan berharap masih banyak orang yang akan menangani hal tersebut.
Haruskah kita menunggu, menunggu orang lain untuk membereskan hal tersebut, padahal ketidakberesan itu semakin lama semakin besar dan memberi efek yang semakin terasa tak hanya bagi diri kita tapi juga bagi orang-orang di sekitar kita.

63 tahun sudah bangsa kita merdeka, banyak sekali perubahan yang terjadi di dalamnya. Tapi kita pun tahu banyak juga ketidakberesan di dalamnya. Haruskah kita hanya menjdai bagian dari orang-orang yang diam melihat luka bangsa yang semakin lama rasanya semakin kronis, atau kita hanya menjadi bagian dari orang-orang yang hanya menambah luka itu semakin pedih dengan cemoohan dan hinaan kepada bangsa kita sendiri.

Saudaraku, marilah kita jadi bagian dari orang-orang yang memperbaiki dan menyembuhkan luka bangsa ini. Karena kalau kita tidak kita lalu siapa, kalau tidak sekarang lalau siapa. Haruskah kita menunggu dan menyaksikan kehancuran bangsa kita, seperti tenggelamnya kapal itu tadi. Mari kita tambal sedikit demi sedkiti lubang itu. Mari kita bersinergi satu sama lain, apapun kemampuan kita, mari kita goreskan karya-karya kita.

Kalau seandainya kita tak bisa mersakan zaman dimana bangsa ini berjaya tapi pastikan bahwa kita termasuk dari bagian orang-orang yang membangun bata-bata kejayaan itu.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Prambanan Temple

Posisi prambanan berlawanan arah dengan posisi Borobudur jika dilihat dari Jogja, perjalanan 30 menit dengan sepeda motor akan membawa kita ke Candi yang punya nilai eksotisitas tersendiri ini. Namun sayang, Candi yang paling besar sedang mengalami renovasi sehingga tidak dibuka untuk umum.

Sekali lagi thx buat Fikry yang telah menemani saya hingga ke tempat ini.

Di sini pun saya bertemu dengan nihonjin, kami sempat mengobrol sebentar, sebelaum akhirnya berpisah ke tujuan amsing-masing

Borobudur Temple

Inilah salah satu kebanggan rakyat Indonesia yang dulu pernah menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Di usia ke-21 tahun ini barulah saya diberi kesempatan untuk mengunjunginya. Terima kasih buat Fickry yang sangat setia menemani saya dengan motor barunya….

Bandung dan Jogja

assalammualaiakum warahmatullahi wabarakatuh

kesempatan untuk pulang ke Indonesia pada liburan musim panas tahun ini kumanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan teman teman yang ada di Bandung dan Jogja.