Monthly Archives: August 2008

I can do it

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Manusia memang makhluk yang memiliki keterbatasan, dan setiap pribadi akan memberikan batasan pada dirinya masing-masing. Semuanya seringkali berawal dari pola pikir. Pola pikir, cara berpikir adalah sebuah kotak tempat dimana setiap pribadi hidup dan menjalani hidupnya. Seringkali setiap orang dibedakan dari perbedaan cara berpikirnya. Salah satu yang memang menjadi tolak ukur dari berkembangnya cara pikir seseorang adalah tingkat pendidikannya. Tapi tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu. Cara berpikir seseorang akan sangat ditentukan oleh buku-buku yang dibacanya, orang-orang yang ditemuinya, serta kejadian-kejadian yang dialaminya.

Kita memang tidak hidup di alam matematika, dimana dengan mudah kita bsia mengatakan bahwa 1 ditambah 1 sama dengan 2, tapi bukankah ketidakpastian adalah seni dari kehidupan. Tetapi ketika kita coba belajar dari orang-orang sebelum kita, ternyata banyak aturan main dalam kehidupan yang walaupun tak sepasti hukum matematika, tetapi dia tetap dan tidak mengalami perubahan dan hampir semua orang setuju dengannya, seperti keberhasilan yang memang tak pernah berteman dengan kemudahan, tetapi justru tinggal bersama dengan kesulitan.

Bagi saya tak terlalu penting dimana kita berada, dimana kita tinggal, ataupun berapa banyak uang yang kita miliki, karena modal kehidupan kita yang hakiki adalah waktu yang terus bergerak setiap detiknya yang kita semua tak tahu sampai kapan kita masih bisa bersamanya, modal lainnya adalah neuron-neuron yang saling terkoneksi di dalam kepala kita, serta segumpal daging yang ada di dalam tubuh kita, yang menjadi raja bagi diri kita.

Untuk menjadi lebih besar tentunya kita harus bisa mendobrak kotak “pola pikir” kita yang selama ini membatasi diri kita, jangan biarkan kurva kehidupan kita harus mengurangi gradiennya ketika dia baru saja mulai menanjak. Kita harus menyadari bahwa punya mimpi adalah awal, dan mewujudkannya adalah cita-cita. Orang-orang berhasil pada kenyataannya lebih banyak mengalami kegagalan daripada orang gagal, dan jangan mengatakan kalau kita gagal ketika kita belum pernah mencoba, jangan pernah katakan gagal ketika kita baru mencoba sekali saja, atau dua kali saja, bukankah bola lampu merupakan hasil dari ribuan percobaan yang gagal.

Setiap kita adalah spesial, kita tak perlu menjadi sepintar Einstein, atau kita tak perlu mampu berpidato sepandai Hitler atau Soekarno, kita tak perlu menjadi mereka-mereka yang namanya telah tercetak dalam tinta emas sejarah kehidupan manusia, jika kita ingin berhasil kita cukup menjadi diri kita saja. Mengapa kita harus saling membandingkan satu sama lain kalau pada kenyataannya kita semua berbeda, yang perlu kita lakukan sebenarnya belajar dari orang lain, karena usia kita terlalu singkat ketika kita harus belajar semuanya dari pengalaman diri kita sendiri.

Kemudahan, kesulitan, jatuh, bangun adalah keniscayaan dalam kehidupan tetapi menjadi bahagia adalah pilihan kita masing-masing.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Apakah kita hanya diam???

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tersebutlah dalam suatu zaman dua puluh enam orang, kita sebut saja si A hingga si Z melakukan perjalanan bersama dengan sebuah kapal yang besar. Di hari yang ditetapkan berlayarlah keduapuluh enam orang ini mengarungi samudera nan luas. Karena besarnya kapal layar ini setiap orang tak henti-hentinya mengelilingi bagian kapal bergerak kesana kemari, menikmati birunya laut dan langit serta gugusan awan yang bergerak kesana dan kemari dengan anggun. Hingga suatu hari si A melihat ada sebuah lubang kecil di dasar kapal layar mereka, dalam hatinya id bergumam, ” ah tidak apa-apa nanti juga si B yang akan menambal lubang itu” dan ia kemblai melanjutkan perjalanannya mengelilingi kapal layar itu, kemudian si B datang dan melihat lubang itu, di bergumam, ” ah, tidak apa-apa nanti juga si C yang akan menambal lubang itu”, singkat cerita setiap orang hingga si Z, setiap melihat lubang itu saling mengandalkan teman yang lainnya tanpa bertindak apapun, alhasil lubang kecil itu dibantu oleh tekanan air laut perlahan membesar dan air laut membanjiri kapal itu semakin banyak, hingga keduapuluhenam orang penumpangnya panik luar biasa, namun mereka terlambat. Tenggelamlah mereka semua.

Saudaraku, setiap kita melihat ketidakberesan di depan mata kita, haruskah kita membiarkannya dengan berharap masih banyak orang yang akan menangani hal tersebut.
Haruskah kita menunggu, menunggu orang lain untuk membereskan hal tersebut, padahal ketidakberesan itu semakin lama semakin besar dan memberi efek yang semakin terasa tak hanya bagi diri kita tapi juga bagi orang-orang di sekitar kita.

63 tahun sudah bangsa kita merdeka, banyak sekali perubahan yang terjadi di dalamnya. Tapi kita pun tahu banyak juga ketidakberesan di dalamnya. Haruskah kita hanya menjdai bagian dari orang-orang yang diam melihat luka bangsa yang semakin lama rasanya semakin kronis, atau kita hanya menjadi bagian dari orang-orang yang hanya menambah luka itu semakin pedih dengan cemoohan dan hinaan kepada bangsa kita sendiri.

Saudaraku, marilah kita jadi bagian dari orang-orang yang memperbaiki dan menyembuhkan luka bangsa ini. Karena kalau kita tidak kita lalu siapa, kalau tidak sekarang lalau siapa. Haruskah kita menunggu dan menyaksikan kehancuran bangsa kita, seperti tenggelamnya kapal itu tadi. Mari kita tambal sedikit demi sedkiti lubang itu. Mari kita bersinergi satu sama lain, apapun kemampuan kita, mari kita goreskan karya-karya kita.

Kalau seandainya kita tak bisa mersakan zaman dimana bangsa ini berjaya tapi pastikan bahwa kita termasuk dari bagian orang-orang yang membangun bata-bata kejayaan itu.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Prambanan Temple

Posisi prambanan berlawanan arah dengan posisi Borobudur jika dilihat dari Jogja, perjalanan 30 menit dengan sepeda motor akan membawa kita ke Candi yang punya nilai eksotisitas tersendiri ini. Namun sayang, Candi yang paling besar sedang mengalami renovasi sehingga tidak dibuka untuk umum.

Sekali lagi thx buat Fikry yang telah menemani saya hingga ke tempat ini.

Di sini pun saya bertemu dengan nihonjin, kami sempat mengobrol sebentar, sebelaum akhirnya berpisah ke tujuan amsing-masing

Borobudur Temple

Inilah salah satu kebanggan rakyat Indonesia yang dulu pernah menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Di usia ke-21 tahun ini barulah saya diberi kesempatan untuk mengunjunginya. Terima kasih buat Fickry yang sangat setia menemani saya dengan motor barunya….

Bandung dan Jogja

assalammualaiakum warahmatullahi wabarakatuh

kesempatan untuk pulang ke Indonesia pada liburan musim panas tahun ini kumanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan teman teman yang ada di Bandung dan Jogja.

1,5 tahun yang cepat serta 3 minggu yang jauh lebih cepat

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulillah, kemarin malam sekitar pukul 20.25 waktu Jepang, saya mendarat dengan selamat di Bandara Narita, disambut dengan tanah Jepang yang basah karena habis hujan dan udara lembab di musim panas. Mulai saat itu, saya harus kembali berjuang, menganyam dan menyulam mimpi-mimpi yang ada di kepala saya. kurang lebih 20 hari keberadaan saya di Indonesia memang bagaikan kejapan mata saja. Tak terasa kini saya duduk di depan komputer di ruang asrama saya sendirian,,,

kurang lebih setahun setengah saya berada di negeri matahari terbit ini, banyaki hal yang saya pelajari, tak hanya sekedar bahasa Jepang, ataupun peljaran-pelajaran di sekolah, tapi juga banyak hal.. yang memebuat saya hampir tak pernah berhenti untuk bercerita semua itu ketika bertemu dengan rekan-rekan saya di Indonesia.. Mulai dari masalah pendidikan, cara hidup, hingga berbagai masalah sosial lainnya..

kepulangan saya di Indonesia, memang tak hanya sekedar saya niatkan untuk berlibur, dan alhasil saya memang tak berlibur di sana. tapi hal itu sama sekali tak saya sesali, alhamdulillah saya cukup banyak dapat kesempatan untuk men-share segala apa yang saya dapatkan selama satu setengah tahun di sini, baik kepada teman-teman di kampus, teman-teman di PPSDMS, teman-teman di sekolah, juga keluarga serta saudara-saudara. Mudah2an bisa menjadi sedikit penambah semangat… serta juga menjadi bahan pemikiran bagi semua.

Kesempatan di Indonesia kali ini pun, saya sempatkan untuk bersilaturahmi dengan beberapa rekan-rekan yang memenag sudah jarang kali bertemu, ya..saya sempatkan untuk berkunjung ke Bandung,dan ITB, serta UGM,Jogja, dan saya sempatkan juga untuk melihat salah sata peninggalan budaya bangsa ini, Borobudur dan Prambanan, sehingga kali ini saya akan bisa bercerita lebih ketika teman-teman Jepang saya yang sebagian besar sudah pernah pergi ke sana menanyakan tentang keduanya pada diri saya.

Alhamdulillah, mudah2an waktu yang memang terasa cepat itu bisa menjadi kebaikan yang bermanfaat.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sunrise

http://antoneka.wordpress.com/