Monthly Archives: June 2008

試してみませんか?

“Kalau syafril kuliah ke Jepang gimana ya?”,tanyaku.
“Jepang,,,kok jauh banget”,,jawab ibuku dengan sedikit raut kebingungan di wajahnya.”baru saja kamu dapet beasiswa dan tinggal di asrama ppsdms,masa sekarang mau pergi lagi”,tambahnya.
Demikian kira2 potongan pembicaraanku dengan ibuku, bulan agustus dua tahun lalu, beberapa hari setelah aku mendapatkan telepon dari Kedubes Jepang,bahwasanya aku lolos ujian wawancara. Permintaan maaf yang besar buat beliau karena aku merahasiakan keikutsertaanku dalam tes beasiswa Monbusho. Waktu berjalan begitu cepat,,,keberadaanku di rumah semakin jarang,karena aku terikat kontrak ppsdms untuk tinggal di asrama,dan hanya diizinkan bermalam di rumah setiap hari minggu saja…walaupun begitu jarak asrama dan rumah yang begitu dekat,15 menit dengan sepeda motor aku akan tiba di istanaku itu. Dan kalau memang sedang tidak padat kuliah, akan kau sempatkan untuk makan siang di rumah. Menyantap masakan terenak di dunia ini.

Hari demi hari kulewati,,,hingga tiba saatnya saya harus benar2 meninggalkan rumah dalam jarak yang cukup jauh, dan dalam waktu yang memang terbilang cukup lama,, tapi,,hari itu, kami  melampiaskan semua perasaan kami dengan senyum,dan lambaian tangan..tak ada air mata sore itu..semua tersenyum.. mempercayakan semuanya pada yang Kuasa, kalau suatu hari kami bisa dikumpulkan kembali.

Kalau saya pikir-pikir, Allah telah menyeting luar biasa, Dia tak begitu saja memisahkan aku dengan rumah. Dalam grafik waktu, terbentuknya “jarak” antara aku dengan rumah dimulai dari masa SMAku. Ketika aku mulai terbiasa pergi sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari turun dari peraduannya. Tapi,lebih dari apapun juga hal yang paling saya syukuri adalah hadiah terbesar ibu yang diberikannya kepadaku. Hadiah itu diberikannya bersama cinta kepada anaknya yang aku tahu tak akan pernah mampu kubalas.

semester pertamaku saat kelas satu SMA, merupakan salah satu masa tersulit, karena banyak perubahan yang ternyata cukup besar antara kehidupan SMP dan SMA. Perlahan aku mulai banyak telibat aktivitas di SMA. Waktu pulang ke rumah pun semakin lama semakin terlambat. Awalnya, ibu begitu khawatir dengan keadaanku. Maklum, letak SMA cukup jauh dari rumah, harus naik angkot dua kali, lalu harus melewati salah satu daerah paling rawan di Depok,terminal,dan stasiun. Belum lagi, ibuku mengkhawatirkan masalah makanan, ya,karena beliau tahu persis saya punya penyakti maag.. sekali saja saya merusak keteraturan jadwal makan saya, bisa dipastikan ada gangguan yang bakal terjadi.

YA, enam bulan pertamaku di SMA, mungkin cukup banyak teguran dan kata-kata kekhawatiran yang kuterima,,,sebagai seorang anak, yang memang kurang mengerti saat itu,,sempat juga merasa bosan dengan kata-kata itu…Namun,,,semua itu tak berlanjut seperti yang kuperkirakan,,,terlebih setelah kubuktikan bahwa aktivitasku di luar belajar sama sekali tak menggangu prestasiku di sekolah…Ya, ibu lebih banyak diam dibandingkan enam bulan pertama itu.

Sempat terpikir, mungkin ibu marah padaku, yang semakin lama semakin jarang berada di rumah. Perkiraanku salah,,,jawaban sebenarnya ternyata kudapatkan di akhir-akhir tahun ku di SMA. Ternyata itulah cari ibuku menjagaku, ibu menjagaku yang sudah mulai tumbuh besar ini, tidak dengan mendekapku di pelukannya seperti ketika aku masih balita. Tapi beliau justru mendekapku dengan “kepercayaan”. Ya,beliau hadiah “kepercayaan” itulah yang jadi hadiah yang paling kusyukuri. Diamnya beliau bukanlah kebencian, tapi matanya berkata “Ibu tahu kau sudah besar,dan sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk, ibu percaya kalau yang kamu lakukan di luar rumah,semua adalah hal yang akan bermanfaat suatu hari bagimu.”

Dan tentu saja, hadiah itu tak aku sia-siakan. Paling tidak kubuktikan padanya dengan prestasi belajarku di sekolah, prestasiku di organisasi. Tak akan kubuat beliau khawatir dengan kesehatanku, kuingin setiap kali bertemu dengannya maka dia tersenyum padaku. Dan kini, hadiah sekaligus pelajarannya itu sedang coba kuterapkan dalam bergaul dengan siapapun. Ya,,,jagalah orang-orang disekitarmu, dekaplah mereka dengan “kepercayaan”, berikanlah kepercayaan pada mereka,percayailah mereka…

“Tapi saya takut dikhianati”,”tapi saya takut suatu hari nanti dikecewakan”, kata-kata itu yang selalu muncul ketika saya membicarakan hal ini pada orang-orang. Bukanlkah kedua hal yang disampaikan itu merupakan hal yang sangat manusiawi seandainya terjadi. Ya..kita tak boleh menutup mata kalau kita sedang bergaul dengan manusia..makhluk yang tak bisa terlepas dari salah dan lupa…yang tak lepas dari khilaf dan dosa…

Karena ada keyakinan yang kupegang,manusia,ketika dipercayai, sesungguhnya dalam hatinya tumbuh perasaan yang kuat untuk menjaga kepercayaannya itu. Bukankah diri kita pribadipun ingin dipercaya oleh orang lain..maka hal yang sangat manusiawi ketika kita memberikan kepercayaan itu..

*Jika cinta dibangun oleh 10 buah unsur maka,5 diantaranya adalah kepercayaan, maka cintailah orang-orang disektar kita dengan mempercayainya.

Advertisements

SAST 2008

インドネシア・チャリティーディ

Start:      Jul 13, ’08 12:30a
End:      Jul 13, ’08 3:00p

主なプログラム
インドネシアの音楽・舞踊
民族衣装のファッションショー
留学生との交流
ストリートチルドレンのビデオなど
(代表的なインドネシア料理が付きます)

日時  : 2008年7月13日(日)
       午後 12:30~15:30 (開場 12:00)
場所  : 〒114‐8503 東京都北区王子1-11-1
       北とぴあ 13階  飛鳥ホール
       JR京浜東北線 王子駅下車 北口より徒歩2分
        地下鉄南北線 王子駅下車 5番出口直結

詳しい情報はしたのリンクをクリックしてください。
http://www.pelita-indonesia.org/CD4.htm

自給自足物語

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setelah siang tadi,banyak buka2 buku dan menghafal pelajaran-pelajaran hafalan, berhubungan mulai Rabu besok saya UTS sampai hari Jumat,akhirnya sore tadi saya sempatkan untuk nonton TV,karena memang sudah cukup lama sekali saya gak menonton TV. Kali aja dapet hal2 menarik..

Setelah berganti2 channel,,akhirnya saya sampai pada salah satu acara televisi yang mengankat cerita tentang 自給自足,yang kalau diartikan ke bhs Inggris self-sufficiency(maklum susah juga nyari bhs Indonesianya). Cerita pertama tentang seorang gadis lulusan Kyoto Daigaku(salah satu universitas terbaik di Jepang) yang akhirnya memutuskan untuk hidup dan menetap di salah satu desa yang kemudian bekerja sebagai petani, setiap hari mengolah sawah,dan ladangnya, juga memelihara dengan baik kambing2nya, memeberi makan, memerah susunya…

Cerita kedua,yang paling membuat saya cukup terkesan..Kali ini tentang sebuah keluarga, yang selama 18 tahun tinggal di sebuah bukit di dekat pantai, mereka hidup tanpa listrik, mereka hidup tanpa gas, atau saluran air, telepon dan lain-lain.. ketika presenter acara itu menanyakan ttg kehidupan seperti itu… dengan enteng sang ayah menjawab,, kalian jangan melihat hanya di Jepang saja..sesungguhnya kalau kita melihat secara dunia, maka orang yang hidup tanpa listrik,dll itu lebih banyak jumlahnya. (gak tau sih itu bener atau gak), kemudian sang istri menambahkan,,gak ada yang berubah dari kami hanya karena kami menjalani kehidupan seperti ini,,, saya cukup terkesan karena memang wajah yang ditampilkan oleh kedua pasangan yang telah memiliki anak 4 orang tersebut, wajah yang sangat bahagia, wajah yang tanpa tekanan, wajah dengan kemerdekaan…begitu pun keempat anak mereka, sang anak masih tetap bersekolah seperti anak2 lainnya(walaupun harus menuruni bukit dan menaiki bukit setiap harinya). Dan ketika ditanya ttg pekerjaan, sang ayah memang tak memilki pekerjaan tertentu selain mengurusa ladang, mengurus hewan2 peliharaan…kemudian sang ayah berkata..okane wa sonna ni iranai.. Hampir saya tidak percaya masih ada orang yang bisa bilang kayak gitu,,apalagi di Jepang…mungkin walau sekedar umpatan,,tapi kata-kata yang selalu saya dnegar,,Okane hoshii naa,,
Walaupun akhirnya kehidupan mereka ditengah bukit harus berakhir di tahun ke-18 itu,,,mereka kemudian pindah ke rumah peninggalan orang tua sang istri,namun semua tak banyak berubah,,mereka masih dengan kesederhanan,,,kejernihan mata-mata yang mereka pancarkan,,Ya,,entah apa yang berbeda,,tapi mata hati saya mengatakan mata-mata itu berbeda dengan mata-mata yang saya biasa lihat sehari-hari.. satu hal,yang jd menarik buat saya..satu kebiasaan yang mereka pelihara..mereka selalu berdoa sebelum makan,,baik ketika mereka masih tinggal di gunung, yang mengambil makanan dari apa yang ada di ladang mereka, atau dari pantai di dekat rumah mereka, ataupun ketika mereka sudah pindah ke tempat mereka yang sekarang..

Sedikit membuat saya malu,,yang terkadang masih lupa membaca doa ketika ingin makan,,yang masih sering lupa arti bersyukur..dan kembali mengingatkan saya bahwa Allah telah dengan adil membagi rezeki setiap hambanya,,,Hari ini saya melihat orang-orang yang tidak terpenjara oleh dunianya, karena bukan dunia yang mengatur mereka, tapi mereka yang mengatur dunia.

Teman Misteriusku

assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

selama kita hidup,,ternyata waktu adalah teman kita yang paling setia, ia selalu mendampingi kita, dan mengantarkan kita ke manapun kita pergi.. namun,,kita memang seringkali terlalu sombong.. seringkali kita melupakannya..seringkali kita mengacuhkannya..padahal,,apakah kita tahu apa yang terjadi,,seandainya..waktu itu pergi meninggalkan kita.. apa yang bisa kita perbuat?… Berapa kali pun kita memaohon2,,,dia tak akan pernah datang kembali..

Mudah2an kita bisa menjadi orang yang bersyukur,,,karena waktu masih setia menemani kita..
apapun kesalahan yang telah kita lakukan,,kekhilafan yang telah terjadi,,selama waktu masih menemani kita,,masih ada kesempatan,,

Kalau sampai hari ini kita masih sering melupkan keberadaannya.. Mari kita mulai menghargai keberadaannya, menghormatinya,,,dan tak lupa mensyukurinya.. Karena tamu adalah teman misterius kita, yang tak akan menyapa kita dengan kata-kata, dan tak akan memberikan aba-aba ketika hendak meninggalkan kita..

Ya..Allah..yang telah bersumpah atas nama waktu..Mudah2an kami tidak termasuk golongan orang-orang yan merugi..

wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*Mohon doanya,minggu depan mau UTS…

秒速5センチメートル.flv

これ以上何を失えば 心は許されるの
どれ程の痛みならば もういちど君に会える
One more time 季節よ うつろわないで
One more time ふざけあった 時間よ

くいちがう時はいつも 僕が先に折れたね
わがままな性格が なおさら愛しくさせた
One more chance 記憶に足を取られて
One more chance 次の場所を選べない

いつでも捜しているよ どっかに君の姿を
向いのホーム 路地裏の窓 こんなとこにいるはずもないのに
願いがもしも叶うなら 今すぐ君のもとへ
できないことは もう何もない
すべてかけて抱きしめてみせるよ

寂しさ紛らすだけなら 誰でもいいはずなのに
星が落ちそうな夜だから 自分をいつわれない
One more time 季節よ うつろわないで
One more time ふざけあった 時間よ

いつでも捜しているよ どっかに君の姿を
交差点でも 夢の中でも こんなとこにいるはずもないのに
奇跡がもしも起こるなら 今すぐ君に見せたい
新しい朝 これからの僕
言えなかった”好き”という言葉も

夏の想い出がまわる Uh…
ふいに消えた鼓動

いつでも捜しているよ どっかに君の姿を
明け方の街 桜木町で こんなとこに来るはずもないのに
願いがもしも叶うなら 今すぐ君のもとへ
できないことは もう何もない
すべてかけて抱きしめてみせるよ

いつでも捜しているよ どっかに君の破片を
旅先の店 新聞の隅 こんなとこにあるはずもないのに
奇跡がもしも起こるなら 今すぐ君に見せたい
新しい朝 これからの僕
言えなかった”好き”という言葉も

いつでも捜してしまう どっかに君の笑顔を
急行待ちの 踏切あたり こんなとこにいるはずもないのに
命が繰り返すならば 何度も君のもとへ
欲しいものなど もう何もない
君のほかに大切なものなど

ただ人間だよ

忙しいなぁ。。
寂しいなぁ。。
悲しいなぁ。。
ってよく私たちが口にする言葉ですよね。。
いったいその気持ちは何でしょうかね。。

なんか人に分かってもらいたい時分かってもらえなかったことはありませんか。
その時はどんな気持ちがするんですか。
いやですよね。。

でも私たちは人のことを分かってあげたこともありますか。。
もしかしたらないかも知れません。

今まで生きていて。。なんか。。いつも自分のことばっかり人に押し付けますよね。
それはわがままですよね。

辛い時。。この世の中に一番苦しんでる人は私って思ったことはありませんか。。

その気持ちはただ私たちのエゴに過ぎないですね。。

私たちよりもっと苦しんでる人は居ますよ。
きっと居ますよ。

私たちが感じてる気持ちはほかの人も感じていますよね。
だから気持ちを分かってもらいたいのは自分だけじゃなくてほかの人もそうですよね。

仲良く友達がほしかったら友達を仲良くしてあげればいいんじゃないですか。
分かってもらいたかったら、人の気持ちを分かってあげればいいんじゃないですか。

私たちの周りに居る人、友達も、家族も、ただの人間っていうことを分かってあげましょう。