tunas itu pun punya duri


Assalammualaikum,wr,wb

Salah satu bagian yang menarik dari kehidupan seorang manusia yang seringkali menjadi topik pembicaraan disana dan disini, yang menjadi inspirasi bagi film, bagi novel, yang menjadi tema-tema musik, yang menjadi berbagai macam bentuk yang seringkali menjadi apresiasi menarik untuk manusia itu sendiri,cinta. Sebuah kata yang sepertinya setiap bahasa pasti punya terjemahan untuk bahasa ini, dan juga setiap bahasa punya cara pengungkapan untuk menyampaikan kata-kata ini kepada orang-orang yang dicintainya.

Kenapa saya tiba-tiba tertarik membahas hal ini, saya teringat waktu kecil, sempat membaca Buku Pintar seri Junior, salah satu isi buku itu tertera tentang asal muasal nama-nama penyebutan bulan-bulan dalam setahun, dan tentu saja saya melihat pada bulan kelahiran saya, April, ternyata menurut buku itu April berasal dari kata Aphrodite, yang dalam mitologi Yunani disebut-sebut sebagai dewi Cinta. Saya yang masih SD saat itu hanya terangguk-angguk saja.

Mencintai adalah membuka sebuah tempat di hati, dan menumbuhkan sebuah tunas bernama cinta yang akan tumbuh sehat di ladang kepercayaan, dan akan berkembang subur dengan pupuk kerinduan. Ketika setiap manusia menumbuhkan tunas itu di dalam hatinya, maka akan banyak terjadi ketidakbiasaan-ketidakbiasaan yang kadang berada di luar bingkai logika, aneh memang,tapi begitulah nyatanya.

Mencintai bukanlah memiliki,ataupun menguasai, karena memang kita,manusia bukanlah pemilik ataupun penguasa, tapi mencintai adalah memberikan apa yang kita miliki,bukan untuk diakui,ataupun dilihat, tapi untuk memperluas lahan tempat benih-benih itu ditanam.

Tunas cinta memang akan memberikan manusia satu sensasi kebahagiaan yang tak akan bisa dirasakan selain ketika tunas itu berkembang,dan semakin tumbuh di dalam hati manusia. Kebahagiaan yang terkadang bisa menutup mata, dan menguasai isi kepala, dan mengalir dalam setiap jengkal sel saraf di sekujur tubuh kita. Memberikan energi lebih pada tubuh kita disaat-saat biasanya tubuh kita telah mengalami yang namanya titik kelelahan.

Tapi tunas cinta ini juga punya duri yang cukup tajam, dan kadangkala bisa menyebabkan luka yang cukup perih. Mengapa hal ini bisa terjadi,ya,karena yang sedang tumbuh adalah tunas cinta kepada manusia, makhluk yang memang pasti ada kekurangannya. Mencintai makhluk yang punya kekurangan memang harus ada pengorbanan yang namanya rasa sakit itu. Justru, ketika kita belum bisa merasakan rasa pahit itu,rasa perih itu,perlu kita pertanyakan apakah benar yang sedang tumbuh itu adalah tunas cinta. Karena cinta yang tulus pasti akan menjadi mata uang logam yang punya dua sisi yang tak bisa dipisahkan, rasa bahagia dan rasa pedih. Dan dari sanalah manusia belajar untuk bisa jadi lebih kuat, lebih membuka pikiran, lebih memahami, dan mengerti bagaimana mengelola tunas itu agar tumbuh subur.

Saya bukan orang yang pandai menulis surat cinta,
Saya juga bukan orang yang punya segudang kisah cinta,
Saya hanya laki-laki biasa yang belajar dari Nya,
bagaimana menumbuhkan tunas itu dengan tulus,
sehingga buahnya yang manis dan merekah bisa terasa,
walaupun tak seorangpun tahu,
walaupun kata tak harus menjadi kalimat-kalimat yang menerusuk gendang telinga,
biarlah cinta itu menjadi kekayaan di dalam kalbu yang sedang mencari cinta Nya,

wassalammualaikum,wr,wb

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s